
"Kamu itu adalah Marisha.
"Ya saya tahu itu.
"Pertama tama saya ingin bertanya sama kamu terlebih dahulu.
Marisha semakin bingung dengan ucapan wanita itu, bagaimana tidak Marisha belum tahu siapa wanita itu, dan wanita itu ingin bertanya kepadanya.
"Ya silahkan, saya akan berusaha penjawab pertanyaan anda.
Wanita itu tersenyum kembali, dan Marisha hanya heran melihatnya. Kenapa wanita itu terus saja tersenyum kepada Marisha.
"Sampai mana kau mengerti alur semua ini?
"Maksudnya?
"Kau hanya perlu menjawan bukan bertanya kembali.
Marisha semakin bingung, karena ia memang tidak paham dengan pertanyaan wanita itu.
"Baiklah akan kuulang pertanyaan ku, dan tak akan meulangnya untuk ke 3 kalinya. Sudah sampai mana kau mengerti alur hidupmu ini?
Marisha semakin heran namun ia berusaha untuk menjawab pertanyaan wanita itu.
Apa maksud wanita itu tentang mimpiku? Apa dia mengetahui semuanya? Tapu bagaimana bisa? Aku tidak pernah menceritakan kepada orang lain selain sahabatku Wulan.
"Saya mengalami mimpi yang sangat nyata, dan itu membuat saya sangat bingung, dan kalau boleh tahu anda siapa? Dan apaka saya sedang bermimpi sekarang, dan lagi saat aku berada dalam mimpi apa aku juga berada dialam nyata? Karenaa...
Sebelum Marisha selesai dengan penjelasannya wanita itu memotong penjelasan Marisha.
"Kurasa kau sudah paham
"Paham bagaimana? Saya tidak paham sedikitpu. Dan anda siapa?
__ADS_1
Wanita itu hanya tersenyum dan menjawab pertanyaan Marisha
"Semua yang kau alami bukanlah mimpi,
"Apa?
Marisha semakin bingung
"Ya itu bukanlah mimpi tapi itu nyata, namun kau merasakan seperti mimpi, apa kau ingat saat kau menulis novel waktu umurmu 15 thn?
"Ya tapi...
"Yang kau tulis itu sudah diatur, dan kau mengalaminya didua dunia, kau tidak pernah lahir didunia ini nak, tapi saat peristiwa itu kau tidak mendapatkan keadilan, maka dari itu kau tidak pernah nyaman didunia ini, ini bukan duniamu.
"Apakah sekarang aku berada dialam mimpi?
"Tidak nak, kau berada dialammu, ini bukan alam nyata seperti yang kau tahu, dan ini bukan di alam mimpi.
"Ya, karena kau disini memiliki tugas, umurmu sudah mencukupi untuk menanggung beban yang lebih berat. kau mempunyai satu tujuan tapi didalam dua dunia.
"Bagaimana caranya? Ini tidak masuk akal
"Didalam mimpimu itu adalah peristiwa saat itu, bukan masa lalu ataupun masa depan, begitupun dengan dunia nyatamu.
"Maka dari itu, jika saya berada dialam mimpi saya juga berada di alam nyata.
Marisha semakin heran tapi dia mulai mengerti sedikit demi sedikit.
"Kau akan kembali ke alammu, kau akan meninggalkan dua alam itu, dan kau akan bahagia. Tapi kau harus melewati beberapa ujian.
"Ujian?
"Ya ujian, ujiannya adalah kau harus menyelesaikan masalah didalam dua dunia itu. Kau akan mendapatkan petunjuk, tapi jika kau mencari petunjuk semua akan cepat selesai dan berakhir.
__ADS_1
"Masalah apa? Dan bagaimana caranya? Lalu kenapa?
"Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, karena waktuku sudah habis.
"Dan aku belum tahu siapa anda.
"Sekarang tutup matamu! Percayalah padaku!
Marishapun menutup matanya, ia mendengar wanita itu berkata
"Buka matamu dalam hitungan 3 detik
Kemudian selesai menghitung Marishapun membuka matanya.
Marisha sangat heran melihat dirinya berdiri di depan lorong yang berbelok ke kiri, ia mencari wanita itu tapi Marisha tidak menemukannya.
Dimana wanita itu, dan bukannya aku tadi duduk ditaman bersama,
Marisha syok melihat pemandangan didepannya itu
Ternyata benar kata resepsionis itu tidak ada belok kanan, disini hanya ada belok kiri menuju taman caffe, berarti tadi...
Marisha sedikit demi sedikit mengerti, tapu ia juga masih bingung.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1