Double W

Double W
Sudah menikah?


__ADS_3

Marisha melihat pantulannya dikaca caffe dekat asramanya itu.


Marisha tersenyum sendiri melihat dirinya itu.


Ternyata aku cantik juga ya, hehehehe


Seketika Marisha mengingat sesuatu,


Aku sedang apayah dialam mimpi? Kayak lumayan seru sih berada didua alam. Heeheheh.


Seketika Marisha melihat pantulan dirinya dikaca tokoh perhiasan.


Marisha memasang ekapresi heran dan melihat disekelilingnya.


Apa aku ada dialam mimpi, tapikan aku gak sedang tidur?


Ooohh aku mulai mengerti, jadi saat aku kefikiran tentang alam mimpi aku akan kesana, apa itu transportasiku untuk pindah kealam lain?


Kalau memang benar itu sangat keren, aku tidak menyangka bisa seperti ini, sekarang tujuanku adalah menyelesaikan tujuan heheheh.


Marisha kembali tersadar dalam lamunannya itu, sekarang aku harus kemana? Dan sekarang aku ada dimana?


Marisha kemabali memutar bola matanya hendak mengingat ingat ia berada dimana, Marisha mengingat sekarang ia berada diepisode 20 dalam novelnya,


Oh iya ini sangat mirip, berarti sekarang aku sedang berada didekat RS keluarga Gllen.


Sekarang aku akan kemana?


Taklama telefon Marishapun berdering, Marisha mengmambil telfon genggamnya dari dalam tasnya, lalu melihat wajah Rose dilayar hpnya.


Marisha tersenyum tipis lalu menggeser tombol hijau hpnya itu.


"Sha.. Kesini cepetaaaaan...


Teriak Rose dari balik teleppon, dan Marishapun spontan menjauhkan telepon genggamnya dari telinga lalu mendekatkannya kembali.


"Kenapa Rose?


"Kamu kesini cepetan!


"Iya tapi kemana?


"Ke perusahaan Gllenlah, kan tadi kamu dari sini lalu keluar untuk membeli kopi.


Oooiya sekarang aku sudah diepisode 20, sekarang ada kejadian apa ya?

__ADS_1


Sambil berfikir Marisha segerah menuju ke perusahaan Gllen.


Marisha penasaran apa yang akan terjadi hari ini, karena ia tidak terlalu ingat dengan alur novelnya itu.


Alur cerita m**impiku ini sama persis dengan cerita novel yang aku buat waktu itu, jadi ini adalah salah satu petunjukku.


Kamu pasti bisa Sha. Marisha menyemangati dirinya sendiri.


Sekarang Marisha berada dialam mimpinya, walau sebenarnya itu bukan alam mimpi.


Marisha meliaht bangunan pencakar langit didepannya ada seseorang yang menunggunya didalam sana.


Marisha masuk hendak bertemu Rose, tapi Rose lebih dulu menjumpai Marisha.


"Akhirnya kamu datang juga Sha


"Emang ada apa?


"Sekarang kamu keruangan tuan Raga Sha!


Marisha heran dan takut, apa selama ia dialam nyata, ia melakukan kesalahan dialam mimpinya?


"Ok.


Tok.. Tok.. Tok..


"Masuk,


Itu suara Raga, Marishapun masuk dan marisa melihat 1 pria paruh baya dan 1 wanita paruh baya, wajah itu sangat asing untuk Marisha, namun Marisha berfikir apa aku sudah ketemy dengannya saat dialam nyata?


Karena saat Marisha berada didunia lain, ia sebenarnya juga berada didunia satunya, tapi naasnya Marisha tidak bisa mengingat apa apa. Marisha memang masih sangat bingung dengan semuanya.


Wanita itu berjalan menuju Marisha, Marisha hanya melihatnya tidak lama wanita itu langsung menampar Marisha, Marisha terkejut tapi dia tidak berani melawan, karena Marisha masih tidak mengerti dengan semuanya.


Raga yang melihat wanita itu menampar wajah Marisha spontan mendorong dan menjauhkan wanita itu dari Marisha.


"Kau tidak ada hak untuk melarangku, dan kau bukan lagi keluargaku, jadi jangan berharap untuk semua rencanamu itu, dan sekarang aku masih memberimu kesempatan hidup karena aku masih mempunyai belas kasihan asal kau tidak muncul dihadapanku lagi, dan ingat jangan pernah mengganggu istriku.


Marisha kaget dengan apa yang Raga sebut tadi,


Apa, istri? Siapa?, apa aku? Aku istrinya? Aku sudah menikah dengannya?.


sekertaris Yo sangat geram melihat wanita tidak malu itu menampar nona mudanya.


Ia menatap sinis dan hendak memenggal kepalanya, tapi apalah daya ia tidak bisa bergerak karena Raga menyuruhnya tetap diam tadi.

__ADS_1


"Yo aku tidak ingin melihatnya lagi, jangan mengecewakanku.


"Baik tuan.


Setelag mendapatkan perintah, Yo langsung menyuruh 2 orang itu untuk segera meninggalkan bangunan itu.


Wanita itu hanya menatap sinis kepada Marisha yang masih kebingungan itu.


Apa lagi sih sekarang, dalam episode 20 aku tidak pernah menulis pernikahan Raisha dan Raga.


"Kau tidak apa apa?


Tanya Raga kepada Marisha.


"Tidak


Ketus Marisha


"Kau memangnya dari mana saja, ini sudah jam 3 sore, apa kau tidak tahu tugasmu sekarang? Tugasmu tambah banyak setelah menikah denganku, apa kau lupa?.


Raga membentak Marisha dengan keras, namun Marisha hanya bingung dengan semuanya.


Apa apaan nih? Kok aku dibentak sih, kan aku gak tahu apa apa,


"Emang apa alasannya aku menikah sama kamu?


Raga heran dengan pertanyaan Marisha.


"Emang kamu lupa, aku menikahimu karena kau sudah setuju menikahiku? Kau harus terus berada disisiku, apa lagi sekarang kau sekaligus adalah bodigard ku.


Marisha semakin pusing,


Apa aku dan manusia kutub ini menikah karena cinta atau karena apa? Dan siapa wanita yang tadi menamparku?


Kebingungan Marisha menggunung, tapi situasi ini tidak tepat untuk bertanya.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2