Double W

Double W
Makan malam


__ADS_3

Tok... Tok... Tok...


Apa dia tidak mendengarnya?


"Hey aku masuk ya!"


Ragapun masuk kekamar Marisha, memperhatikan dari sudut ke sudut kamar ternyata Marisha tidak terlihat oleh mata Raga.


Dimana dia?


Bruk..


suara itu berasal dari arah ruang pakaian. Raga yang penasaran apa yang terjadi didalam ruangan itu, mencoba untuk masuk, walau Raga sudah tahu Marisha ada didalam, Raga mendekatkan diri ke pintu ruangan itu secara perlahan dan hendak membuka pintu tersebut, tiba tiba Marisha keluar hanya dengan menggunakan handuk.


"Aaaaaaaaaaaaaaaa " Marisha teriak karena kaget melihat Raga ada di depan pintu ruang pakaian, namun ekspresi Raga tidak berubah, hanya datar dengan mata tajamnya itu.


"Kenapa kau ada disini?"


Marisha melihat Raga dengan sinis, karena panik dan penasaran Marisha melupakan kalau didepannya itu adalah Bosnya.


"Sudah teriaknya?"Tanyanya Raga dengan kedua tangan terlipat didada


Marisha baru sadar bahwa didepannya itu adalah bosnya, ia pun menutup mulutnya dengan kedua tangannya itu.


"Maaf tuan, saya tidak sengaja teriak didepan tuan, lagian kenapa kesini? Gak ketok pintu dulu lagi" Marisha kembali sadar akan perkataannya barusan dan minta maaf kembali.


"Saya sudah ketok pintu tapi tidak ada balasan"


"Tapikan tuan tidak boleh masuk begitu saja"


"Kau mau menggodakuya? Kenapa masih berdiri disitu hanya memakai handuk"


Marisha baru sadar bahwa ia hanya memakai handuk, kemudian masuk kembali untuk memakai baju, Raga tetap menunggu Marisha sampai keluar. Raga mengelilingi kamar Marisha, melihat sekeliling dari sudut ke sudut ruangan, kemudian Raga ke balkon kamar Marisha, menghirup udara malam yang dingin menusuk tulang itu.


Dimana manusia kutub itu?


Marisha melihat kekiri kekana tidak terlihat wajah Raga.


Mungkin manusia kutub itu sudah keluar dari kamarku.


"Sudah selesai?"


Marisha dikageti dengan suara Raga dari balkon


Ternyata manusia kutub itu masih disini, dasar kurang kerjaan


"Ia tuan"


Ragapun masuk dan menghampiri Marisha yang sedang berdiri didekat sofa kamarnya.


"Malam ini tugasmu adalah menemaniku makan malam, jadi bersiapalah, dan kali ini kau tidak perlu memakai seragammu itu!"


"Tuan apa tuan membawa saya makan malam sebagai pasangan tuan?"dengan polosnya Marisha berkata seperti itu, tentu Raga akan bereaksi dengan senyum kejinya itu.


Raga menyentolkan jarinya kedahi Marisha sehingga menimbulkan suara jitakan.


"Aduhhh"Marisha menderik sakit namun tidak kuasa untuk memegang dahinya karna takut, ia hanya bisa menahan rasa sakitnya itu.


"Kau pikir apa? Membawamu kesana sebagai pasangan? Kau adalah pengawal pribadiku sekarang, jadi kau harus berada terus disisiku , itulah tugasmu sekarang, lagian siapa yang mau jadi pasanganmu?, soal pakaian mana mungkin aku membawamu dengan pakaian seragam? Mungkin tamu disana akan menatapmu dan menertawaimu, dan berfikir kau gila, berpakain kesana seperti itu"


"Baik tuan saya mengerti, kalau begitu silahkan tuan keluar dari kamar saya"Marisha menundukkan kepala dan mengulurkan tangan menuju pintu seraya menyuruhnya keluar dari makarnya.


"Kau mengusirku?" Raga meninggikan suaranya karena tidak nyangka dia diusir dari ruang itu,

__ADS_1


Ada apa dengan wanita ini? Dia sudah gila, berani beraninya dia


"Maaf tuan bukannya saya bermaksud mengusir, tapi saya akan berpakain layaknya ke acara makan malam seperti perintah tuan"


"Tidak usah, tunggu Yo saja untuk penampilanmu malam ini!" Ragapun keluar dari kamar Marisha, Marisha pun legah karena Raga sudah keluar dari kamarnya.


"Haaaah"Marisha menghembuskan nafasnya seraya legah melihat Raga sudah keluar dari kamarnya.


"Dasar, terus saja seperti itu, kau rajanya, sem.. "Ocehan Marisha terhentih saat mendengar pintu kamarnya diketuk tiga kali dari luar, pintu itupun terbuka, Marisha melihat Yo dan beberapa orang diluar pintunya,


"Nona apa saya boleh masuk?"


"Ya silahkan masuk saja"


Siapa dibelakang sekertaris Yo, apa dia yang me... Ia pasti dia yang malam ini untuk siap siap.


"Masuklah"Yo memerintahkan beberapa orangnya itu untuk masuk kedalam kamar Marisha.


"Nona mereka akan membantu nona untuk siapa siap"


"Baiklah, terima kasih sekertaris Yo"Yopun keluar dan meninggalkan mereka ber empat.


"Nona silahkan duduk saya akan merias nona!" satu dari mereka mengangkat bicara.


Sudah satu jam mereka didalam kamar Marisha.


Sekarang menunjukkan pukul 7 malam mereka belum keluar.


Raga sudah gelisah menunggu Marisha keluar kamar entah penasaran atau apa, Yo melihat kelakuan tuannyapun heran.


Apa tuan muda sedang menunggu?


"Yo kenapa lama sekali? Mereka sudah hampir dua jam didalam sana"


"Apakah selama itu? "


Raga semakin tidak sabar, Yo berfikir apakah tuannya itu memunggu karena waktu atau karena penasaran ingin melihat Marisha, tidak lama kemudia Marisha keluar dari kamarnya. Dengan gaun berwarna putih gold sepatu berhak 2 inci dengan riasan diwajah kecilnya itu menjadikan ia lebih cantik dan lebih sexy dengan pakain ketatnya itu, memang Marisha adalah wanita yang mungil dan cantik, ia memang jarang memakai riasan wajah, jadi sewaktu wajahnya tersentu oleh riasan Marisha terlihat sangat cantik, Raga kemudian melihat Marisha tanpa kedip, begitupun Yo.


Nona ternyata nona sangat canti jika tersentuh make up.


"Biasa saja"gumamnya Raga dan berdiri menuju pintu. Marisha yang mendengar kalimat Ragapun memonyongkan bibirnya dan berbicara dalam hati, emangnya siapa yang suruh untuk berkomentar? Dasar manusia kutub.


Yo yang melihat reaksi mereka berduapun ketawa dalam hati.


"Cepatlah sudah jam berapa sekarang, kau sangat lama, membuang waktuku saja" ketusnya memasuki pintu mobil yang dibukakan oleh sekertaris Yo.


Marisha tidak berkata apa apa, karena ia berfikir jika ia meladeni Raga dan membalas perkataannya pasti ujung ujungnya dia yang salah.


Dalam perjalan mereka hanya berdian satu sama lain. Marisha hanya memalingkan wajah mungilnya itu diarah kaca mobil dan melihat pemandangan lampu jalan, sedangkan Raga hanya sibuk dengan telepon genggamnya.


Mereka pun sampai didepan gedung pencakar langit itu, Marisha melihat banyak tamu terpandang yang datang ke acara makan malam itu, Marisha juga tidak tahu dalam rangka apa acara ini diselenggarakan, tapi begitulan para jutawan.


Orang kaya memang aneh aneh,


Raga yang melihat lamunan Marisha itu langsung mengangkat tangan dan menjadikan tangan Marisha merangkulnya. Marisha kaget namun ia tidak bisa berkata apa apa, ia hanya bisa pasrah karena ini termasul tugasnya.


Katanya haya pengawal, kok digandeng, bilang aja malu, dasar manusia kutub.


Mereka pun masuk dan berjalan diatas karpet merah layaknya pangeran dan princes, semua mata tertuju pada merela berdua. Raga adalah CEO termuda dan terganteng dikota B, maka dari itu, tamu yang datang diacara makan malam itu lebih tua dari Raga, diantara semuanya Ragalah yang paling berpengaruh, dalam umur yang muda ia sudah mempunyai perusahaan sendiri diberbagai kota dan negara, dan sekarang Ragalah yang memeruskan perusahaan keluarganya.


Marisha mendongak melihat arah wajah Raga yang tampan itu karena semua orang melihat mereka


Kenapa mereka semua melihat kearah Raga, emang dia ganteng amat ya? Menurutku biasa saja.

__ADS_1


Marisha melihat hidungnya yang mancung matanya yang indah dengan bulu mata yang panjang seketika meleleh dengan ketampanannya namun kembali sadar saat Raga meniup wajah Marisha yang selalu menatapnya.


"Heyy aku tau aku sangat tampan, tapi kau tidak kuisinkan untuk menikmatinya"ketusnya kepada Marisha.


"Geer banget"


Kemudian adalah sosok pria paruh baya menghampiri mereka dan menjabat tangan Raga dan Marisha.


"Selamat datang Tuan Raga, bagaimana kabar anda?"


"Saya baik seperti Bapak melihat saya sekarang"


Pria paru baya itupun melihat kearah Marisha dan berfikir mungkin dia kekasih Raga, Raga memang tidak terlalu menonjol di stasiun TV dan tidak terlalu banyak mengenal wajahnya cuma namanya saja yang sangat tenar, Raga sangat tidak suka wajahnya berada diberbagai media apa lagi sampai dilayar kaca.


"Kau pergilah terserah kau mau makan apa, aku akan berbicara dengan tamu tamu yang lain, dan jangan kemana mana, jangan membuatku repot" ketusnya memperingati Marisha. Marisha hanya menganggukan kepalanya lalu pergi.


"Tuan kalau boleh tahu dia siapa? "


Raga hanya menatapnya senyum dan tidak menjawabnya, pria paru baya itupun mengerti jika Raga tidak ingin membahas itu, lalu pria paru baya itu mengajak Raga untuk berbincang dengan yang lain. Dan Marisha hanya menikmati cake cake yang ada diatas meja dengan cantik. Kemudian ada seorang wanita yang menyapa Marisha memegang pundak Marisah sehingga dia pun berbalik badan.


"Marisha.. Kau Rishakan?, ya benar kau Marisha" Marisha hanya kaget melihat siapa didepannya itu, Marisha tidak menyangka bisa bertemu dengannya disini.


"Hey Marisha tidak usah panik seperti melihat hantu, kau tampak berubah, apa kau memacari pria kaya sehingga kau bisa berada ditempat ini, siapa pacarmu itu?" dengan wajah sombongnya wanita itu sambil tersenyum ketus melihat Marisha. Marisha hendak pergi meninggalkan wanit itu agar tidak terjadi masalah, namun wanita itu menahannya dan terus mengusik Marisha, mengatai Marisha dengan sebutan ******, Marisha hanya melihatnya saja agar tidak menimbulkan masalah diacara ini.


"Ternyata kau masih seperti dulu, apa kau masih perawan, oh apa kau memberikan perawanmu itu karena uang? " Marisha pun sontak menampar wanita itu karena sudah kurang ajar kepadanya.


"Beraninya kau.. "Wanita itu menampar kembali Marisha dengan penuh amarah


"Kau akan menyesal Marisha" wanita itu menumpahkan minuman berwarna merah dipakaian putih bersinya Marisha, lalu menarik pakaian Marisha dibagian dada sehingga pakain Marisha sobek, karena saat itu pakaiannya agak tipis. Marisha sontak kaget karena tindakan wanita itu. Raga yang mengetahui ada sesuatu terjadi itupun segera menghampiri Marisha dan melihat Marisha berantakkan. Mereka berdua menjadi tontonan, Marisha berusaha menutupi dadanya itu yang hampir terlihat, wanita itu hendak menampar Marisha lagi tapi tangannya tidak berhasil menyentuh wajah Marisha karena saat itu Raga memegang tangannya. Wanita itu kaget melihat ada pria tampan membela Marisha


Apa Marisha bersama pria tampan ini, tapi siapa dia.


Semua tamu kaget dengan peristiwa saat itu, melihat wajah Raga yang sangat marah merekapun tidak berani untuk bicara.


"Kau menjadikan pasanganku menjadi berantakan"ketusnya Raga melepaskan dengan kasar tangan wanita itu dan melihat tajam kearahnya, wanita itu sangat takut melihat aurah wajah Raga. Pasangan wanita itupun memberanikan untuk berbicara kepada Raga.


"Maafkan mantan saya tuan dia terlalu kelewatan"


Kemudian Raga melepaskan Jaznya dan menutupi dada Mariaha yang hampir terlihat itu, wanita itu kaget dengan apa yang disebutkan pacarnya itu.


"Kapan kita putus? "Wanita itu kaget bulan kepalang


"Barusan, beberapa detik lalu aku memutuskanmu" tentu saja pria itu takut akan tindakan selanjutnya Raga maka dari itu ia memutuskan pacarnya secara langsung, Raga mendengar percakapan merekapu. Tersenyum ketus melihat wanita itu dan bilang


"Aku akan melihatmu dijalan dengan pakain sobek"ancaman Raga dan wanita itu takut bukan kepalang, Raga meninggalkan acara itu dan berjalan menuju pintu, Yo berada disana melihat semua kejadian tanpa sedikit twrlewatkan.


"Yo urus wanita itu! "


Raga merangkul pundak Marisha keluar dari gedung itu.


"Baik tuan muda"


Sontak semua tamu takut dengan ucapan Raga terutama wanita itu.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2