Double W

Double W
Kemarahan Raga


__ADS_3

Rosepun menangis sejadi jadinya, karena tak rela melihat sahabatnya itu.


"Marisha aku mohon bertahanlah.


Bruk...


Pintupun didobrak oleh Yo.


Wanita itu sangat kaget sekaligus takut dengan melihat kedatangan Raga,


Raga dan Yo sangat kaget meliahat kejadian sekarang.


Apa lagi Raga melihat Marisa yang sedang terluka parah, begitupun dengan Rose. Dan lebih parahnya Raga tidak menyangka dengan semua ini, siapa dalang dibalik semua ini, Raga melihat tajam kearah wanita yang telah membuat Marisha terluka parah.


Wanita itu mengetahui jika ia dalam masalah besar, namun ia tetap mengancam Raga.


"Diam disana!! Jika kau melangkah maju, akan kutembak istrimu ini.


Sekertaris Yo sangat marah kepada wanita ini,.


"Dasar kau wanita tidak tahu malu.


Yo pun langsung berlari hendak melawan karena geram, namun 5 pria suruhan wanita itupun ikut menghalangi gerakan Yo, Yo pun sangat marah bukan kepalang.


Ternyata kau punya nyali jiga. Terimalah kematianmu.


Ketus Raga sambil tersenyum sinis.


Perkelahian sengit 1 lawan 5 pun terjadi.


Namun tak sangka 5 pria itu tewas tak terselamatkan ditangan sekertaris Yo.


"Apa hanya itu kemampuanmu?

__ADS_1


Tanya Yo kepada 5 pria yang tergeletak dengan penuh darah.


Yo sangat geram melihat wanita itu, tetap menyodorkan pistol ke arah Marisha.


"Jika kau berani maju, istrimu akan mati.


Ancam wanita itu kepada Raga.


Raga sangat geram meliaht tingkah wanita itu.


"Ku kira kau sudah mengenalku dengan baik wanita serakah, tapi kurasa kau sudah lupa kau berhadapan dengan siapa. Kau sudah melukai istriku, maka dari itu aku tidak memberimu kesempatan untuk hidup. Tak ada kesempatan untukmu sekarang.


Marisha tersenyum legah melihat keberadaan Raga dan sekertaris Yo begitupun dengan Rose.


"Aku sudah bilang, jangan berharap kau bisa mengambil warisan dari keluarga ku. Kau bukan siapa siapa, kau hanya wanita yang tamak akan harta.


Raga pun maju kearah wanita itu , wanita itu semakin takut, tanganyapun gemetar melihat Raga yang semakin lama semakin dekat dengannya.


"Jika kau berani melangkah lagi, istrimu benar benar akan mati, ini bukan ancaman lagi, berhenti disana Raga!! .


Dor...


Suara itu?


Peluruh itu telah bersarang ditubuh Marisha.


Yo sangat kaget melihat keberanian wanita itu.


Marisha tertembak.


"MARISHAAAA. HUKK HUK HUK HAAAAA....


Tangis Rose kembali pecah melihat sahabatnya tertembak.

__ADS_1


Raga sangat marah, Raga tak percaya wanita itu berani menembak Marisha, ia melihat tubuh Marisha tergeletak disana, mata Marisha bertemu dengan mata Raga, mata Marisha berkaca kaca menahan rasa sakit tapi Marisha juga bahagia karena bisa meliahat Raga untuk terakhir kalinya, Raga sanagt sedih meliahat Marisha terluka parah, darah mengalir dengan cepat.


Marisha berkata tanpa suara kepada Raga.


"a...ku me..ncin..ta..imu"


Air mata Raga berhasil lolos, Raga sangat marah ia sangat murka kepada wanita itu.


"Berani beraninya kau.


Teriak Raga kepada wanita itu dan menyodorkan pistol kearah wanita itu.


Dor...


Peluruh Raga bersarang dikepala wanita itu.


Wanita itupun jatuh tak bernyawa dihadapan Raga.


Dengan perlahan mata Marishapun tertutup. Raga berlari kearah Marisha.


"Marisha... Marisha aku mohon bangun lah!!!


Tangis Raga pecah, Yo sangat sedih melihat keadaan tuannya itu, ini kedua kalinya Yo melihat tangisan Raga.


"Marisha.. Marisha... Haaaaaaaaaa.


Ragapun memeluk istrinya yang tak berdaya itu.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2