
Marisha merasa ada yang memanggilnya, semakin lama suaranya semakin besar dan mendekat.
"Marisha.. Marisha..MAAAARIIISAAAAA"
Marisha pun dibuat kaget oleh suara itu kemudian bangun dari tidurnya melihat posisinya sekarang berada ditempat tidur, Marisha kemudian memalingkan wajahnya kekiri dan kekanan, melihat lihat isi ruangan dan kemudian sadar bahwa ia sedang berada di Asrama kampusnya.
Apa aku sedang bermimpi? Tapi itu sangat nyata.
"Marisha kok kamu masih disitu? Mandi sana nanti telat masuk kelasnya"
Marisha melihat punggung teman sekamarnya itu heran.
Dia seperti Wulan, ya dia sahabatku Wulan.
"Hey Sya kok masih melamun sih, belum relaya bangun dari mimpi indahmu itu?" Marisha sontak kaget dengan ucapan Wulan dan membuat Marisha bertambah bingung.
"Lan emang semalam aku ngapain?"
Wulan langsung berhenti berdandan dan memukul kepala Marisha.
"Aduh"
Marisha menahan sakit karena dipukul Wulan.
__ADS_1
"Kamu lupaya semalam kita begadang buat skripsi sampe sampe kita tidur cuma dua jam? Kesambet apa sih? Buru bangun lalu mandi, jam sembilan kelas udah mulai, dan sekarang udah jam delapan Sya, buru gih mandi!"
Kemudian Marisha bergegas untuk mandi, setelah mandi ia pun berdandan rapih lalu sarapan, semuanya sudah beres mereka berduapun menuju kelasnya.
Marisha masih bingung dengan mimpinya, mimpinya sangat nyata.
Ya aku cuma mimpi kok, gak ada perlu dikhawatirin.
Kelaspun selesai.
Hari itu marisha pulang lebih awal dari Wulan karena Wulan ada kelas tambahan.
Marisha kembali ke asramanya untuk melanjutkan aktifitasnya.
Marisha bekerja sebagai jasa tulis online untuk mencukupi kesehariannya. Karena keceradasannya Marisha mendapatkan beasiswa full dan mengambil jurusan kedokteran di universitas xx, universitas itu nomor satu di provinsi B, tahun ini adalah semester akhir buat Marisha, jadi pasti kesibukannya sangat menumpuk.
Raga aditya angkasa
Itu nama pria itu, Rose temanku, dan.... Aaa apaan sih Sya itu kan hanya mimpi.
Marishapun menghentikan fikirannya itu lalu masuk ke dapur untuk mengisi perutnya yang sedang kelaparan itu, dari tadi dia belum makan siang, selayaknya anak kost Marisha hanya makan nasi, mie dan teluar ceplok dan tidak lupa sambal terasi.. Maknyos.
Setelah makan Marishapun menuju kamar mandi untuk membersihkan tububnya yang lengket itu.
__ADS_1
Malam hari dikamar Marisha dan Wulan hanya ada cahaya dari layar komputer, suasana yang dingin dan tenang hanya suara keyboard yang terdengar masing masing sibuk dengan tugasnya, tanpa mereka sadari jarum jam menunjukkan pukul 1 pagi. Wulan yang tertidur lelap didepan komputernya itu sedangkan Marisha berdiri untuk membasuh wajahnya agar kantuknya hilang, lalu melanjutkan tugasnya
"Akhirnya selesai juga" Ujar Marisha legah
Marisha meliahat Wulan tertidur kemudian membangunkan Wulan untuk pindah kekasurnya agar tidurnya nyenyak.
"Lan.. Lan.. Bagun Lan pindah ke kasurmu!"
"Mmmmm iya Sya"
Wulanpun bangun dengan malasnya berjalan dan langsung merubuhkan tubuhnya ke atas ranjang. Marisha melihat komputer Wulan masih menyala ia pun mematikannya begitupun dengan komputernya.
Merekapun tertidur lelap karena letihnya berhadapan dengan komputer berjam jam.
Marisha memusingkan badannya kekiri kekanan mencari gaya untuk tidur dengan nyaman, tapi Marisha tidak kunjung tidur.
Kenapa nih? Tadi ngantuk banget, sekarang gak bisa tidur, ini udah jam dua besok mau revisi tapi gak bisa tidur.
Marisha tetap berusaha untuk tidur dan akhirnya Marishapun tenggelam dalam tidurnya.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung