
"Yo masuklah"pinta Raga agar yo masuk keruangannya.
Yo pun masuk kedalam ruangan Raga, sebelum yo berbicara Raga bertanya kepada Yo.
"Apa kau sudah mendapat informasi wanita itu?"
Tanya Raga sambil memberikan dokumen penting kepada Yo, Yo langsung mengambil dokumen itu dan melihat sampulnya, Yo langsung tersenyum jaim saat melihat dokumen itu, ia sangat tahu apa tugasnya selanjutnya.
"Ia tuan muda saya sudah mendapatkan informasi tentang wanita itu"melihat Raga diam saja itu artinya ia akan menjutkan penjelasannya.
Yo adalag sekertaris yang sangat mengenal tuannya, Walaupun Raga tidak mengeluarkan kata kata saat memberi perintah, Yo tetap mengerti apa yang harus ia lakukan selanjutnya.
"Wanita itu bernama Marisha anak tunggal dari keluarga yang sudah bercerai, kemudian ibunya menikah lagi dan dia mempunyaj saudari tiri perempuan, dia lulusan SMA XXX, dia juga menguasai beladiri karate dan taewkondo, "penjelasan Yo terpotong saat Raga melontarkan pertanyaan kepada Yo, "Sejak kapan ia belajar bela diri? "Raga bertanya tanpa ekspresi sakin dinginnya ia hanya mendengar dan membuka dokumen dokumen yang ada didepannya itu, Yo melanjutkan penjelasannya kepada Raga.
"Ia memulainya saat duduk dibangku SMP, ia juga sangat menyukai musik, tapi karena perceraian orang tuanya ia berhenti dari hobbynya itu, saat tamat SMA dia tinggal seorang diri di apertemen Voda dan melanjutkan karirnya, dia juga bekerja diperusahaan inu tuan muda" saat selesai dengan penjelasaanga, Raga yang engah dari duduk kemudian memperbaiki duduknya dan menegakkan duduknya saat mendengar kalimat terakhir Yo.
"Dia... Kapan dia bekerja disini?, wanita itu ada dibagian mana? "memang walau Raga pemilik perusahaan tapi ia tidak ada waktu untuk mengurus masalah kecil itu, karena orang yang bekerja diperusahaan Gllen Group adalah orang orang memegang tanggung jawab berat.
"Baru baru ini tuan, belum genap sebulan, dia karyawan dibagian marketing"
Aku rasa tuan muda tidak akan melepaskan wanita itu, karena sudah membuat pakaian tuan muda kotor waktu itu
"Kau tahukan apa selanjutnya Yo?"Raga kemudian melihat kearah Yo dengan senyum menyeramkan.
Benar tuan muda memang seperti itu, sekali berbuat orang itu tidak akan selamat.
"Baik tuan saya akan memanggilnya" Yo meninggalkan ruangan dengan hormat.
Saat berada diruangannya Yo mengangkat telephon dan menelphone.
"Suruh karyawan baru dibagianmu untuk keruanganku!" sambil mebolak balik dokumen yang diberikan Raga tadi seraya membacanya, terlihay senyum ketus dari bibir Yo.
"Tuan diaini ada dua karyaw.. "Kalimatnya terputus,
"Marisha, suruh dia kekantorku"
Tit.. Tit.. Tit..., telephone pun terputus.
Saat itu Mega bingung dan berfikir kenapa Marisha dipanggil oleh sekertaris Yo. Tapi ia tidak berani untuk mencari tahu lebih lanjut.
Ia pun memanggil Marisha
__ADS_1
"Risha kemari sebentar"
Marisha yang merapikan dokumen didalam laci terhenti sejenak dan pergi kemeja Mega.
"Ada apa kak Mega?" Marisha tahu ia tidak melakukan kesalahan jadi ia tidak terlalu khawatir.
"Kamu dipanggil keruangn sekertaris Yo sekarang" Mega adalaha sekertaris dibagian marketing perusahaan Gllen Group, ia sangat baik dan lembut makanya Mariaha sangat semangat jika berbicara dengan Mega
"Apa?"Marisha sontak terkaget dengan ucapan Mega.
"Jangan kaget Marisha, aku juga kaget, tidak pernah sekertaris dingin itu menelfonku seperti ini, ini yang pertama kalinya untukku, apa kau buat kesalahan?"Mega bertanya khawatir.
"A.. Aa.. Aku tidak melakukan apa apakan kak, ya tuhan aku juga belum genap sebulan disini, apa aku akan dikeluarkan?"Mariaha memegang kepalanya, ia tahu siapa sekertaris Yo, karena Mega sudah memberi tahu siapa itu sekertaris Yo dan Tuan Muda disini.
"Baik Marisha, tenang saja karena kau tidak melakukan kesalahn, mungkin karena ada hal lain kamu dipanggil orang sekertaris dingin itu"Mega berbicara ketus saat menyebut sekertaris itu, namun nada bicaranya sangat rendah, karen akan bahaya jika sampaj ditelinga sekertaris Yo.
"Baik kak aku kesana dulu, sebentar lagi dokumen itu akan rapih, jadi kak mega tidal kesulitan jika mencari dokumen lagi" Marisha bergegas menuju ruangan Yo.
Apa aku membuat kesalahan? Apa aku akan keluar dari kerjaku ini? Aaah semoga saja tidak. Kalimat kekhawatiran menggunung difikirannya sampai ia berada di depan pintu Sekertaris Yo.
Perusahaan ini memang sangat luas namun itu tidak membuat Marisha kesulitan untuk mencari tahu ruangan Yo, karena ia sudah pernah melihat ruangan sekertaris itu saat mengantar dokumen waktu itu bersama Mega.
Ok aku akan bersikap normal, tidak perlu takut, ok Marisha kamu pasti bisa. Dia hanya manusia, dia tidak akan memakan manusia juga kak? Hahahaha
Tok... Tok.. Tok..
"Masuk"suara itu berasal dari dalam ruangan, itu suara sekertaris Yo, wow lumayan bagus.
Marishapun masum ke dalam ruangan Yo.
"Apa Bapak mencari Saya?"
Tanpa basa basi Yo berdiri dan pergi menuju Marisha, Marisha sontak kaget dan mjndur beberapa langkah, Marisha berfikit yang tidak tidak.
Apa dia akan memukulku, ooh tuhan akukan cewek, tapi kata kak mega walaupun perempuan sekertaris itu tidak menilai dari sisi itu.
Namun Yo langsung membuka pintu dan melewati Marisha, memang dia adalah orang yang bersaudara dengan es,
Apa dia bersaudara dengan beruang kutub kenapa sangat dingin begitu, dasar.
"Ayo ikut saya! "
__ADS_1
Tanpa basa basi Marisha mengikutinya walau batinnya mengumpulkan banyak pertanyaan.
Kemuadia Yo berhenti mendadak, Marisha hampir menabrak sekertaris Yo.
Marisha meberhentikan langkahnya pas dibelakang sekertaris Yo.
Hey.. Dasar manusia ini, apa ada lampu merah didepannya sehingga ia berhenti mendadak seperti itu? Ocehannya terhenti saat suara Yo menghilangkan keheningan.
"Masuklah, Tuan muda sudah menunggu"Yo membuka pintu dan mempersilahkan Marisha masuk.
Apa ini adalah ruangan utama Gllen Group, keren aku tidak nyangka bisa masuk disini dengan cepat,
Marisha pub masuk dan melihat lihat isi ruangan, matanya sangat ingin meleleh melihat semua kemewahan ruangan ini dan berrfikir.
Apa ini kantor, atau hotel? Ini sih Gila
Marisha kemudian tunduk kembali saar Yo membuka pembicaraan.
"Maaf tuan muda saya terlamabat"
Yo kemudia mundur dan mempersilahkan Marisha maju.
"Haii senang bisa bertemu kembali" senyum Raga yang seram itu terukir kembali.
Marisha merasa suara itu sangat familiar, Marisha mengakat wajahnya dan bersitatap dengan Raga.
Sontak mata Marisha hampir keluar, ternyata dia adalah Tuang muda dari keluarga Gllen.
"Kamuu.... "Marisha menutup melutnya rapat rapat karena sudah berani berkata seperti itu, tentu jelas ia akan spontan berkata seperti itu,
Marisha yang dulu membuat bajunya kotor dan sekarang dia adalah Tuan muda Gllen.
Aku rasa aku akan mati.
Senyum mematikan Raga kembali melihat ekspresi Marisha
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung