
Kepala koki itu kaget bukan kepalang melihat Marisha bangun dengan ekspresi sangat kaget.
"Maaf nona, saya tidak bermaksud membangunkan anda seperti itu, maafkan saya nona.
Marisha hanga memperbaiki perasaannya terlebih dahulu,
"Tidak apa apa, saya hanya sedang bermimpi tadi.
Marisha melempar senyum kepada kepala koki itu, Marisha tahu kepala koki itu tidak bermaksud untuk mengagetinya.
"Kalau boleh tahu ada apa?
Tanya Marisha kepada kepala koki itu.
"Apa nona tidak ingin makan, anda belum makan dari tadi siang.
"Baiklah, saya rasa saya agak lapar sekarang.
"Nona ingin makan apa?
"Saya ingin makan makanan yang tidak membuatmu repot.
Kepala koki itupun tersenyum dengan kelembutan nona mudanya. Semua orang di rumah ini , sangat senang dengan kedatangan Marisha, karena semenjak Marisha masuk dirumah ini, perlahan tapi pasti, tuan mudanya terlihat lebih lembut dan manusiawi.
"Baik nona.
Setelah makan Marisha kembali ke kamar, ia mandi, lalu duduk didepan komputernya, terhat seperti Marisha sedang memikirkan sesuatu.
__ADS_1
Ternyata Marisha memikirkan mimpinya barusan, Marisha bermimpi bertemu kembali dengan wanita paruh baya yang dulu sudah ia temui dialam nyata.
MIMPI MARISHA
Saat itu Marisha duduk dibangku taman bersama wanita paruh baya yang dulu ia temui dialam nyata, terlihat Marisha sedang bebicara dengannya.
"Bagaimana keadaanmu sekarang nak?
"Saya baik saja.
Wanita itu Lagi lagi tersenyum kepada Marisha.
"Syukurlah kalau begitu. Tenang saja nak semuanya hampir usai, kamu akan meninggalkan alam ini, dan hidup bahagia,
Marisha sangat heran mendengar kalimat wanita itu.
"Kenapa? Apa kau tidak bahagia anakku?
"Apa aku akan menghilang dari alam ini?
"Tentu saja, kau akan hidup damai dialam mu sendiri , dan kamu sudah tidak perlu memikirkan hal buruk lagi, kau akan hidup dengan bahagia, tidak ada yang perluh kau khawatirkan lagi, karena tugas mu hampir usai. Sekarang kamu hanya perlu mengikuti alurnya saja.
Wanita itu tersenyum kepada Marisha. Tapi lain dengan Marisha, Marisha seperti terlihat sedang khawatir, dan berfikir bagaimana bisa ia meninggalkan semua orang yang ia sayangi itu.
"Nak, tugasmu hanya tersisah satu, kamu hanya harus mengikuti alur.
Marisha semakin bingung dengan ucapan wanita itu. Dari tadi Marisha hanya terdiam dan bisa diam mendengarkan penjelasan wanita itu.
__ADS_1
"Apa saya sudah boleh tahu siapa anda?
Pertanyaan Marisha membuat wanita itu tersenyum.
"Baiklah nak, saya akan memberi tahumu, saya adalah penulis novel sebenarnya.
Marisha sangat kaget bukan kepalang mendengar pernyataan wanita dihadapannya tersebut.
Marisha sudah lama mencari tahu siapa sebenarnya yang sudah mengubah alur cerita, ternyata ia sudah bertatap muka sekaligus sudah berbicara dengan seseorang yang ia cari tapi tak sadar akan semuanya.
Wanita itu hanya tersenyum, dan memeluk Marisha. Marisha merasakan kehangatan dari pelukan wanita itu, namun lama kelaman kehangata itupun hilang sedikit demi sedikit, dan ternyata Marisha sudah terbangun dari mimpinya itu.
Marisha berfikir dia sekarang mengalami mimpi buruk atau mimpi indah?
Disisi lain ia bahagia karena semuanya hampir usai, tapi ia juga merasa akan takut kehilangan orang yang ia sayang.
Marisha tak sadar jika ia sudah meneteskan air mata karena memikirkan mimpinya itu.
Tak lama Ragapun masuk ke dalam kamar dan memeluk Marisha dari arah belakang.
"Tetaplah berasamaku, aku mencintaimu.
Bisik Raga ditelinga kiri Marisha.
Marisha sangat kaget dengan kalimat Raga, ini pertama kalinya ia mendengar kata kata itu dari mulut indah Raga, yang mungkin ini adalah jawaban dari pertanyaan Marisha selama ini.
Tangisan Marisha bertamabah pecah setelah mendengar kalimat Raga, entah apa yang ia rasakan, ia sangat takut kehilangan, dan sekarang Marisha sudah menemukan jawaban dari perasaannya, dia sangat mencintai suaminya itu, Marisha sangat takut berpisah dari suaminya itu, Raga heran melihat Marisha yang sedang menangis, Ragapun membalikkan bahu Marisha.
__ADS_1