Double W

Double W
Wanita paruh baya


__ADS_3

Saat itu Marisha melihat dirinya berdiri di depan bangunan pencakar langit, Marisha hanya terheran heran dengan apa yang ia lihat.


Selang beberapa detik Marisha mendengar suara Wulan.


"Sha... Sha.. "


Wulan berhenti didepan Marisha, memegang lututnya dan memperbaiki nafasnya yang naik turun itu.


"Sha ayo masuk kita sudah terlambat!


Wulan menarik lengan Marisha sehingga Marishapun ikut tertarik menuju pintu utama.


Apa aku sudah bangun? Tapi saat terakhir aku sedang tidur.


Kebingungan Marisha bertambah, pertanyaannya bertambah.


Ada apa denganku? Ini sangat aneh?


"Sha udah melamunnya, kamu kok gitu sih, kemarinkan kita udah kesini kamu kok kayak baru ketempat ini sih


"Aku udah ke sini?


Tanya Marisha bertambah bingung


"Iya Sha.. Kemarin itu kita udah interview, dan hari ini adalag pengumuman kelulusan, kamu gak penasaran?


Apa saat dialam mimpi aku juga berada dialam nyata? Tapi kenapa aku tidak mengingatnya?


Ada yang aneh.


Tapi rasanya aku sangat familiar dengan alur cerita ini.


"Sha tunggu disini yah! Kamu duduk disini saja, tunggu aku jangan kemana mana, aku pengen beli minum


Marisha hanya diam melihat kepergian temannya itu, ia pun bertanya tanya kepada dirinya sendiri dan mengingat bahwa mimpinya sama persis dengan alur cerita yang ia buat sejak masa SMP.


Tapi ini hanya cerita novel


Tidak mungkinkan bisa menjadi nyata?


Lagian aku juga gak ingat kegiatanku saat didunia nyata.


terus apa semua ini?


Lama Marisha menunggu Wulan, seorang wanita paru bayah menghampiri Marisha.


"Halo nak


"Maaf siapa ya?


"Apa anak tahu dimana taman belakang, saya sudah putar putar tapi saya tidak menemukannya, bisa antar saya?

__ADS_1


"Oh iya boleh, silahkan ikut saya.


Walau sebenarnya Marisha tidak tahu dia sedang ada dimana, ini pertama kalinya ia berada disini, walau kata Wulan ia sudah ketempat ini tapi dia tidak mengingatnya.


Marisha berhenti di meja resepsionis dan bertanya.


"Maaf mbak taman belakang dimanaya?


"Maaf mbak disini tidak ada taman belakang


Marisha heran dan melihat wanita paru bayah itu.


Namun Marisha bertanya kembali.


"Apa disini ada taman?


Marisha berfikir mungkin maksud wanita itu hanya taman saja.


"Ada mbak, taman itu berada didalam caffe perusahaan ini, silahkan jalan terus lalu belok kiri dari sini saja!


"Terima kasih mbak


Kemudian Marisha mengajak wanita itu hendak mengantarnya ke taman yang dimaksudnya tersebut.


Wanita paru baya itupun tersenyum melihat usaha Marisha.


"Silahkan ikut saya.


Seru Marisha dan tak lupa tersenyum manis ramah.


Mungkin resepsionis itu salah memberi tahuku,


Saat mereka berbelok ke arah kanan Marisha tidak sadar bahwa dia bukan didalam perusahaan itu lagi, Marisha melihat taman tapi dia tidak melihat caffe, lebih jelasnya seperti taman belakang dengan pemandangan pegunungan.


Ini memang seperti taman belakang, pantas saja wanita ini menyebutnya taman belakang.


"Apa maksud anda tempat ini?


Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya. Marisha tersenyum lalu hendak meninggalkan wanita itu, namun wanita itu menahan lengan Marisha, Marisha bingung dengan tindakan wanita itu.


"Apa masih ada lagi? Tanya Marisha heran


"Saya ingin berbicara disini dengan seseorang


"Iya silahkan, saya harus pergi, mungkin temannya saya sudah menunggu.


"Orang yang saya maksud adalag kamu.


Marisha heran mendengar perkataan wanita itu, Marisha bertanya.


"Saya?

__ADS_1


"Iya


"Apa anda mengenalku dan apa kita pernah bertemu?


Marisha berfikir jika ia pernah bertemu dengan wanita ini namun ia tidak mengingatnya, seperti halnya dengan peristiwa tadi siang saat Wulan berkata ia sudah masuk ke perusahaan ini.


"Saya mengenal kamu, nama kamu Marisha, umur kamu, 18 dan 24.


Marisha bertambah bingung


"Sebenarnya siapa anda, dan apa maksud anda?


Wanita itu tersenyum persahabatan, Marisha bertambah bingung,


Kemudian Wanita itu tersenyum kembali.


"Baiklah nak, kalau begitu silahkan duduk dulu


Marisha tidak mengubris perintah wanita itu, dan merekapun duduk dikursi taman.


"Ini waktunya kamu mengetahui semuanya


Marisha bertambah bingung, dan berfikir apa ini ada hubungannya dengan mimpinya itu,


Apa ini ada hubungannya dengan mimpiku, atau sekarang aku berada didunia mimpi?


"Aku akan menjawab pertanyaanmu


Wanita itu tsrsenyum melihat Marisha yang kebingungan


Apa dia mengetahui apa yang aku fikir?


"Iya saya mendengar apa yang kau ucapkan dalam hatimu.


Marisha bertambah kaget, ia lemas entah apa yang ia alami sekarang ini.


"Kamu sekarang berada diduniamu sendiri


Marisha semakin heran dengan ucapan wanita didepannya ini.


"Maaf tapi siapa anda? Dan kenapa...


"Dengarkan saya jika ingin pertanyaanmu terjawab


Marishapun terdiam hendak ingin mendengar penjelasan wanita itu, tanpa basa basi wanita itupun menceritakan semuanya kepada Marisha.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2