Double W

Double W
Bertemu kembali


__ADS_3

Di ruang istirahat


"Eh Sha, gimana operasinya?


Tanya Wulan, tapi saat melihat ekspresi Marisha Wulan kembali bertanya


"Sha apa operasinya gagal?


Ujar Wulan Khawatir


Tapi saat itu Marisha tidak menghiraukan pertanyaan Wulan, ia hanya melangkahkan kakinya dan duduk dikursi dekat Wulan.


"Sha? Kamu kenapa? Apa benar operasinya gagal? Aku dengar pasien yang kamu tangani adalah orang penting.


Ujar Wulan


Penting? Apa sepenting itu? Apa takdirku harus bertemu dengannya? Kenapa bukan orang lain saja? Kenapa harus dia? Dan kenapa harus aku?.


"SHA?


Ketus Wulan


"Ehh kenapa?


Tanya Marisha


"Operasinya gimana?


Tanya Wulan


"Baik ko baik


Ujar Marisha


"Kamu kenapa?


Tanya Wulan


"Engak... Nggak ada apa apa ko, operasinya lancar lancar aja, pasien itu sudah melewati masa krisisnya.


Ujar Marisha


Tapi saat itu Wulan tahu ada masalah pada diri Marisha.


"Daaaan?


Ujar Wulan


"Dan apa?


Tanya Marisha, ia berusaha menyembunyikan masalahnya, ini pertama kalinya Wulan melihat Marisha memasang ekspresi sepertu itu setelah kejadian 2 tahun lalu.


"Jangan bohong!

__ADS_1


Ujar Wulan


Saat itu Marisha menghembuskan nafasnya karena tak tega melihat sahabatnya yang penasaran itu.


"Pasien yang kutangani tadi adalag Raga.


Ujar Marisha, dan seketika ekspresi Wulan berubah 180 derajat.


"Apa? Raga? Tuan Raga? Yang dulu pernah ke kampus kita?


Tanya Wulan


Marisha hanya menganggukkan kepalanya dan menyandarkan tubuhnya dikursi seakan tak memiliki energi lagi.


"Dia mirip banget ya sama Suamimu itu?


Tanya wulan


Marisha hanya mengangguk pasrah.


"Apa yang akan kulakukan selanjutnya? Tuan Raga sekarang adalah pasienku, sebenarnya aku tidak ingin semua ini, tapi Dok. Lee memberikan kepercayaan keaku untuk mengurus Tuan Raga. Rasanya ingin menolak, tapi bagaimana?


Ujar Marisha dengan pasrah


"Sabar Sha, gini aja! Kamu bersikap seakan gak kenal aja, kan itu lebib baik.


Ujar Wulan


"Emang aku bisa?


Tanya Marisha


"Sahabatku pasti bisa!


Ujar Wulan memberi semangat.


Apa masalah akan datang lagi? Setelag 2 tahun ini aku berusaha untuk menerima semua nya.


Kamar 038


"Maaf, saya harus memeriksa anda terlebih dulu sebelum anda masuk di kamar Tuan Muda


Ujar pria itu dengan nada yang dingin.


Marisha sangat terkejut melihat pria yang menghadangnya ini, pria itu adalah sekertaris Yo. Marisha seakan ingin memeluk sekertaris Yo karena sangat rindu dengannya.


"Silahkan Dok, maaf jika membuat anda terganngu.


Ujar sekertaris Yo, dan mempersilahkan Marisha untuk masuk.


Rasanya berat sekali langkah Marisha untuk masuk di kamar ini. Entah apa yang Marisha pikirkan sekarang, terlihat dari wajahnya ekspresi yang bercampur aduk, sedih, bahagia, dan bingung, hanya itu hanya menghantui fikirian Marisha, semakin ia memasuki kamar itu, semakin pula ia dekat dengan pria yang sedang tertidur disana.


Apa dia sedang tidur?

__ADS_1


Gumam Marisha


Marisha mendekati tempat tidur Raga seraya meletakkan nampan berisi cairan infus diatas meja. Saat Marisha ingin memeriksa keadaan Raga, tiba tiba Raga terbangun dan langsung menarik lengan Marisha sehingga posisi pipi Marisha sedang berada diatas dada Raga, Marisha pun terkejut dengan tindakan Raga yang tidak sopan itu, dan langsung melepaskan cengkaraman dari Raga seraya menjauh.


"Siapa kau?


Tanya Raga


"Menurut anda?


Tanya Marisha


"Kamu dokter?


Tanya Raga


"Menurut anda?


Ketus Marisha karena kesal dengan tindakan Raga yang tidak sopan itu.


"Hey, anda tidak tahu siapa saya? Berani beraninya anda membentak saya.


Ujar Raga


"Saya tahu siapa anda, saya juga tahu kenapa anda berada disini, tapi yang barusan itu tidak sopan.


Ujar Marisha kesal.


"Karena tadi saya kira..


Kalimat Raga tepotong karena kalimat Marisha


"Sudah, saya tidak punya waktu, saya akan memeriksa anda lalu keluar.


Ujar Marisha, sebenarnya Raga sangat kesal dengan omongan Marisha tapi ia tidak ingin terlibah dengan masalah sepele ini.


Setelah memeriksa keadaan Raga, Marishapun keluar dari kamar Raga.


"Terima kasih


Ujar Yo


Marisha hanya terdiam dan mengangguk saja, sebenarnya ia tidak sanggup menerima semua kenyataan ini, Marisha sangat tidak tahan berada didekat mereka, karena perasaan Marisha seakan tercambuk dengan cambukan api yang panas.


Maaf, maaf, maaf,


Jujur aku tidak bisa terlalu lama berada didekat kalian, maka dari itu aku keluar dengan cepat dan tidak ingin terlibat dengan kehidupan kalian, walau itu hanya seoran dokter dan pasien.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2