
Merekapun bersitatap secara dekat, nafas Raga sangat dekat dengan wajah Marisha begitupun dengan sebaliknya.
"Kamu kenapa?
Tangis Marisha semakin pecah, dia hanya bisa memeluk Raga dengan kuat seakan tidak ingin berpisah dengan Raga, Ragapun tersenyum dengan tindakan Marisha.
"Aku tidak akan kemana mana, jangan menangis, apa sebahagia itu sampai kau menagis?
Dasar bodoh, aku sangat takut kehilanganmu manusia kutub.
"Ayo kita tidur, tapi aku mandi dulu.
Ragapun hendak melepaskan pelukan Marisha, namun Marisha sepertinya tidak ingin melepaskan pelukannya itu.
Raga semakin tersenyum dengan tindakan Marisha.
"Sayang aku tidak akan kemana mana, aku tidak akan pergi dan meninggalkanmu, aku hanya akan mandi lalu aku akan memelukmu kembali.
Marishapun melepaskan pelukannya itu, Ragapun kembali tersenyum lalu ke kamar mandi membersihkan tubunya yang lengket itu.
Saat ditempat tidur, Marisha kembali memeluk Raga, padahal saat itu Raga belum duduk dengan benar ditempat tidur, Raga hanya tersenyum melihat istrinya sekarang terlihat sangat manja.
"Kamu kenapa? Baru beberapa jam tidak ketemu, tapi kok pelukanya serasa baru ketemu beberapa tahun lamanya.
Ragapun tersenyum karena perlakuan istrinya itu, Ragapun membalas pelukan Istrinya itu dengan lembut.
Saat itu Marisha sedang memeluk pinggang Raga dan kepala Marisha berada didada Raga dengan posisi berbaring ditempat tidur, posisi Raga yang masih sandar didinding tempat tidur lalu meluruskan kakinya itu, ia geram melihat perubahan sikap istrinya itu.
Kemudian Marisha menengok kearah wajah Raga dan Ragapun tersenyum kepada Marisha.
"Aku mencintaimu juga.
Ragapun tersenyum lebar mendengar kalimat istrinya itu langsung mengecup kening Marisha.
"Jangan tinggalkan aku ya!!
Marisha sangat kaget dengan permintaan Raga. Marisha membisu. Ragapun heran melihat kebisuan istrinya itu.
__ADS_1
"Kamu kenapa? Apa kamu akan meninggalkan ku?
Marisha langsung menggelengkan kepalanya lalu tersenyum kepada Raga. Ragapun membalas senyuman Marisha. Kemudian Raga kembali mengecup kening Marisha.
"Tidurlah, besok kita sambut cerita baru yang indah.
Cerita baru yang indah? Semoga saja harapanmu terwujud, semoga kau bahagia untuk selamanya.
Marishapun mengecup kening Raga, Raga sangat senang bukan kepalang melihat sikap Marisha yang berubah sangat lembut.
***
Pagi Hari
" Sayang Rose tadi menelfonku, ia ingin bertemu, bolehya aku menemuinya?
Raga hanya tersenyum, Marisha membantu Raga memasangkan dasinya.
"Kamu ingin bertemu dimana? Sekalian aku antar kamu.
"Oh iya aku sampai lupa, heheeheh.
Kalau begitu aku suruh supir untuk mengantarmu ya.
"Tidak usah, aku bisa sendiri kok. Tidak apa apakan kalau aku sendiri saja? Lagi pula dekat kok aku hanya ketemu dengan Rose di Caffe biasa.
"Baiklah, tapi kamu harus hati hati yah!
Ragapun mengecup kening Marisha, Marishapun tersenyum kepada Raga.
Jam makan siangpun tiba.
Marisha dan Rose bertemu di caffe tersebut.
Saat itu Roselah yang samapai terlebih dulu, Rose yang melihat Marisha duluan, iapun memanggil Marisha seraya memberi tahukan keberadaannya, Marishapun tersenyum kepada sahabatnya itu, lalu menuju kearah Rose.
"Sudah berapa lama kita tidak bertemu sahabatku tercinta?
__ADS_1
Goda Rose kepada Marisha.
Marisha hanya tersenyum kepada Rose.
Pesananpun datang, Rose sengaja memesan makan terlebib dahulu sebelum Marisha datang.
"Ada apa ingin bertemu?.
Rose mengerutkan dahinya seraya tidak suka dengan pertanyaan sahabatnya itu.
"Ooh seperti itu yah, kamu sudah tidak mau bertemu dengan sahabat tercintamu ini?
Marisha hanya tersenyum kepada Rose.
"Aku hanya bercanda sayang. Oh iya ada apa?
Ekspresi Rose berubah menjadi murung.
"Kamu belum menjelaskan saat kejadian di rumah sakit waktu itu.
"Ohh itu, maafya Rose, aku merepotkanmu.
"Tidak Sha, kamu tidak merepotkanku ko. Tapi kamu harus cerita keaku!
"Baik, aku akan cerita.
Saat itupun Marisha menceritakan semuanya kepada Rose.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1