
POV PRADJNA
"Aku tidak berharap bisa bersama dengannya, aku hanya ingin Arya tahu siapa ayahnya".
"Begitu pula dengan neneknya, sejahat apapun Intan Rahardjo kepada ku, tidak akan memutus pertalian darah yang sudah ada, aku akan memberi tahu pada saat yang tepat, bahwa tidak seharusnya ia memusuhiku. Toh sekarang aku juga pengusaha muda sukses, kalau harta yang jadi masalahnya, aku sudah punya lebih sekarang ini".
Sebenarnya bila mengingat perlakuan kasarnya padaku dulu, aku masih sakit hati. Dari mulai fitnah yang dikatakannya kepada ibu kost ku, bahwa aku ini perempuan simpanan oom-oom. Setelah itu, menyabotase nilai-nilai kuliahku dengan mengancam akan memecat beberapa dosenku bila nilaiku tetap bagus. Dia memanfaatkan posisinya sebagai ketua yayasan universitas tempat ku kuliah untuk mengintimidasi semua orang.
Wajah cantik juga sikap anggunnya itu mengkamuflase sikap arogan juga mulutnya yang pedas.
__ADS_1
Untungnya Aris bisa menyelamatkan ku saat itu. Jika tidak mungkin aku akan kembali ke kampung ku menjadi pedagang seperti kedua orang tua ku dulu.
Tetapi yang paling parah adalah saat ia menyuruh beberapa orang untuk pura-pura mengganggu ku yang sedang dalam perjalanan pulang kerja. Awalnya mereka hanya berusaha menggodaku ku, tapi entah kemauan mereka sendiri ato memang disuruh, aku hampir diperkosa oleh berandalan - berandalan itu. Beruntungnya aku saat itu, ada patroli polisi yang lewat dan aku berhasil berteriak minta tolong.
Semenjak kejadian itu, Aris selalu mengantar juga menjemput ku, kemanapun aku pergi. Jika Aris tidak bisa pasti ia menyuruh sopirnya yang juga teman kampus. Sengaja ia memperkerjakan temannya itu, karena sopir dari Mamanya pasti akan memberitahukan apa saja yang dikerjakan Aris.
Permasalahannya sekarang agak sedikit kompleks. Kontrak kerja dengan Rahardjo grup tetapi Aris sendiri hengkang dari perusahaannya itu. Belum lagi kemunculan Dave yang jelas-jelas akan memicu ketegangan di antara kami berempat, aku sendiri - Hana - Aris - Dave.
Hana, dari awal kenal dengan Dave, aku tahu jika ia sudah terpesona dengan bule Skotland itu, sementara Dave sendiri lumayan gigih mendekati ku semenjak ia mulai mengikuti kelas bisnis yang sama dengan ku.
__ADS_1
Aku sendiri, masih bertahan dengan ruang hampa di hatiku. Aris tidak benar-benar pergi, ia masih ada tetapi hanya berdiri di pintu. Tidak masuk tetapi juga tidak beranjak pergi.
Arya, lelaki kecil tampan itu juga yang membuatku bertahan di posisi ini. Aku belum ingin menghadirkan sosok lain selain diriku, aku ingin ia mengenal Aris terlebih dahulu sebelum aku memutuskan yang lainnya.
Yah, walaupun sampai saat ini aku belum ada orang lain.
Memang aku menutup akses untuk kehadiran orang baru, malas dengan repot juga stigma yang akan timbul bila mereka mengetahui posisi ku. Kearifan lokal belum bisa menerima wanita dengan kondisi seperti diriku. Imbasnya pasti nanti kepada Arya, itulah sebab keengganan ku.
Lebih baik aku jadi "pertapa" untuk sementara waktu.
__ADS_1
Lagipula kondisi financial ku sudah lumayan mapan. Bertahan hidup sendiri bukan hal yang sulit bagiku. Usaha EO, Sabana resto, juga beberapa anak perusahaan yang menyokong usaha ku semua berjalan beriringan. Di London usaha resto ku juga masih berjalan, bermula dari sebuah kedai kecil yang sempit hingga sekarang berubah menjadi resto yang lumayan di kenal di London juga merupakan berkah tersendiri untuk kehidupan kami, aku dan Arya.
Bayi kecilku itu membawa sendiri rejekinya, dari semenjak hamil hingga ia beranjak besar rejeki seperti tak terputus untuk kami. Berupa uang, keluarga baru, juga kemudahan yang tidak pernah terlintas sebelumnya di pikiran ku.