ELEGI DUA HATI

ELEGI DUA HATI
Chapter 31


__ADS_3

Pradjna melirik jam di nakas samping tempat tidurnya, jarum menunjukkan pukul 6 lewat 5 menit. Kepalanya terasa berat tetapi matanya sudah enggan terpejam lagi, telinganya menangkap suara riuh di luar kamarnya.


Siapa yang berenang sepagi ini? tanyanya dalam hati.


Ia beranjak bangkit, menyeret langkahnya yang terasa agak berat ke jendela kamarnya. Pradjna menyibakkan gordyn pintu kamarnya yang full kaca itu, matanya membulat, rasa haru dan bahagia menyusup ke relung hatinya. Ia melihat Arya dan Aris sedang berenang, kedua lelaki itu terlihat sangat asyik dengan kegiatan mereka. Aris tengah mengajari Arya untuk bisa berenang tanpa pelampungnya, saat Arya mulai merengek Aris lalu menaruh Arya pada punggungnya lantas meminta anak itu untuk merangkulnya, untuk kemudian ia berenang memutari kolam dengan Arya berada di punggungnya.


Setelah Arya berhenti dengan rengekkannya, Aris akan kembali memintanya berlatih. "Indah sekali pemandangan ini, Tuhan" kata Pradjna dalam hatinya.


Sesaat kemudian Pradjna menegang sekaligus memerah pipinya saat matanya bersirobok dengan Aris yang tak sengaja melihat ke arahnya. Lelaki itu lantas membisikkan sesuatu di telinga Arya, bocah kecil itu lantas mengangguk ceria. Ia bergerak perlahan ke arah kamar Pradjna.


"Mama, look, aku bisa belenang. Come Mama, let's join us!" kata Arya dengan ceria, ia mengepakkan tangannya yang dipasangi pelampung di bagian kanan dan kirinya.


Pradjna tersenyum lantas mendekat ke putranya itu, menyentuh rambut di puncak kepalanya yang basah oleh air


"Maaf sayang, Mama sedang kurang enak badan, kapan-kapan saja ya kita berenang barengnya" jawab Pradjna, Arya memandangnya kemudian menarik sudut bibirnya ke atas membentuk lengkung senyuman yang lucu.


"Okay Mama, get you' rest ya, get well soon, I love you Mama" kata Arya lantas berbalik kembali menuju ke Aris yang diam di sisi kolam yang berseberangan.


Pradjna melambaikan tangannya lalu masuk kembali ke kamarnya, sesaat melihat ke arah Aris juga Arya lantas menutup kembali pintu kaca kamarnya.


Pradjna baru akan melangkah ke kamar mandi saat sebuah ketukan di pintu kamarnya menghentikan langkahnya, ia melangkah mendekat ke pintu kamarnya yang menghubungkan ke bagian dalam rumahnya itu.

__ADS_1


"Pagi Boss!" sapa Hana sumringah.


"Ku harap kamu siap dalam 30 menit, kami menunggu mu untuk sarapan di teras kolam ya" lanjut Hana lagi.


"Apa aku melewatkan sesuatu?" tanya Pradjna menyelidik.


"Sepertinya lu habis ngeborong stock sumringah semalam ya?" tanyanya lagi, Hana hanya nyengir kemudian menowel pipi Pradjna.


"Udah, buruan mandi sana, bau jigong" kata Hana sambil mendorong Pradjna masuk kembali ke dalam kamarnya lantas menarik pintu kamar itu, menutupnya.


Pradjna beranjak melangkah ke kamar mandi, membersihkan dirinya.


Aris yang tengah membantu Arya dengan omelette-nya seketika mendongak.


"You can trust me" kata Aris lalu kembali fokus pada Arya.


Pradjna meletakkan sendok juga garpunya, ia melihat kedua lelaki itu bergantian, matanya terlihat menyelidik.


"Did I miss anything?" tanyanya kemudian, tangannya terlipat didepan dadanya, sikap waspada sekaligus penuh intimidasinya keluar seketika.


"Nothing, aku hanya harus mengurus beberapa dokumen perusahaan orang tua ku. Yeah, you know mereka sudah semakin menua bukan, mau tidak mau akulah yang harus mengurus semuanya sekarang" jawab Dave sambil tersenyum lalu menyeruput kopinya.

__ADS_1


Pradjna mengerutkan dahinya, ia tahu benar bahwa Dave sama sekali tidak pernah tertarik dengan bisnis property orang tuanya.


"Time flies, people change, Pra. You don’t have to keep anxious feelings bottled up inside you" lanjut Dave lagi mengangkat cangkir kopinya ke atas.


Hana ikut mengangkat cangkirnya, tersenyum simpul. Pradjna mengembuskan nafasnya lalu meneguk kopinya yang mulai dingin.


"Mungkin aku harus ikut sandiwara kalian, nothing happened" ucapnya kemudian. Dave tergelak lalu bangkit berdiri menghampirinya.


"I promise you, akan kembali begitu semua normal kembali" ujar Dave sambil menepuk punggung jemari Pradjna yang sudah ada digenggamnya. Aris melirik dengan ekor matanya, Hana hampir tertawa melihat adegan di depannya itu.


"Hei, kalian pagi-pagi sudah bikin parodi" tawa Hana meledak seketika.


"Sudahlah, ayo kita ke kantor, ada banyak hal yang harus kita kerjakan hari ini!" ucap Hana tegas sambil menepukkan kedua tangannya ke atas dua kali.


Dave melangkah mendekati Hana "Come, let's rock this day" ucap Dave sambil menuntun Hana memasuki rumah, tak berapa lama Pradjna mendengar deru mobil Hana dari garasinya perlahan menjauh.


Pradjna menghampiri Arya yang sudah selesai dengan sarapannya.


"Mama harus bekerja sayang, baik-baik di rumah ya" kata Pradjna sambil mengecup dahi Arya. Bocah cilik itu mengangguk mengerti lalu balas mencium pipi Pradjna.


"I love you, Ma. Take care ya!" balas Arya. Pradjna tersenyum gemas lalu menggamit Arya memasuki rumah. Aris mengekor di belakangnya, menikmati pemandangan ibu-beranak yang mesra itu.

__ADS_1


__ADS_2