
“Aaaaaa.” Naura berteriak saat Andreas membuka pintu kamar mandi.
“Sedang apa kau disini?” tanya Naura yang tanpa dia sadari tubuh yang tanpa terbalut apapun itu dilihat seluruhnya oleh Andreas. Hingga dengan susah payah lelaki itu menelan saliva saat melihat tubuh indah milik istrinya.
Tubuh yang begitu sempurna dimiliki oleh perempuan. Ukuran dada yang begitu besar. Bentuk tubuh yang ideal. Serta bagian belakang yang begitu berisi membuat mata lelaki itu langsung menatap tanpa berkedip.
Menyadari tatapan Andreas , Naura pun melihat dirinya dan dia pun terkejut dengan keadaan dirinya. Hingga reflek membalikkan badan karena merasa malu. Tubuhnya telah dilihat oleh laki-laki dan itu adalah Andreas laki-laki yang statusnya adalah suami sah dia sendiri.
“Kak apa yang kau lakukan disini. Cepat keluar aku mau mandi.”
“Mandi bareng saja.” Celetuk Andreas.
“Apa?” tanya Naura.
“Ah tidak, maaf aku pikir di kamar mandi tidak ada orang makanya aku masuk dan pintunya juga tidak terkunci.” Naura merutuki kebodohannya yang lupa mengunci pintu kamar mandi.
“Maaf aku lupa. Sekarang kakak tolong pergilah aku ingin mandi terlebih dahulu.” Andreas melangkah namun bukan untuk keluar kamar mandi. Satu Langkah terus mendekatkan dia dengan Naura membuat Jantung Naura berdetak lebih kencang.
“Kakak kenapa tidak keluar?” dengan gugup Naura bertanya. Andreas tidak menjawab dia berhenti tepat di belakang Naura. Menatap tubuh Naura dari belakang. Pikirannya pria dewasa itu sudah berkelana menjelajah keindahan tubuh bidadari tak bersayap di hadapannya.
Dengan perlahan dia melingkarkan kedua tangannya di perut Naura. Menyandarkan wajahnya di bahu wanita itu. Menghirup dalam-dalam aroma tubuh dan wangi rambut yang begitu mengga*irahkan. Kecupan-kecupan kecil dia berikan di bahu Naura yang begitu putih dan mulus. Menjalar hingga ke leher. Meninggalkan jejak-jejak merah disana. Tanda kepemilikan yang dia miliki.
Setelah puas dia pun membalik tubuh Naura. Andreas begitu takjub dengan apa yang dilihatnya. Dan tanpa menunggu waktu lama dia pun menyambar bibir ranum milik istrinya. Mengeksplor kenikmatan disana saling bertukar saliva yang begitu memabukkan. Hingga tangannya pun tidak bisa berdiam begitu saja. Bergeriya di salah satu bukit yang begitu enak untuk dipegang.
Tidak sampai disitu Andreas ingin lebih pagutan bibir terlepas turun ke leher jenjang milik Naura. Kecupan-kecupan kecil dia lakukan disana. Hingga perlahan turun ke bawah. Saat ingin menyesap kedua bukit kembar itu tiba-tiba guyuran air membuyarkan isi kepala Andreas.
“Kakak keluar atau aku guyur sekali lagi.” Ancam Naura yang sedari tadi melihat Andreas hanya berdiri di belakangnya sambil memejamkan mata.
__ADS_1
“Kau, apa yang kau lakukan?” tanya Andreas yang tidak terima denga napa yang dilakukan oleh Naura.
“Justru apa yang sedang kakak lakukan bukannya keluar malah berdiri di belakang Naura sambil memejamkan mata. Kalo kakak ngantuk tidur di Kasur bukan di kamar mandi.” Kesal Naura dia begitu menggebu-gebu saat mengucapkan kalimat tersebut.
“Astaga, apa yang baru saja aku bayangkan.” Batin Andreas.
“Aku tidak mengantuk, Hanya…” Andreas menggantung kalimatnya menatap Naura dengan senyum smirk.
“Hanya apa?” Naura tolak pinggang sambil membusungkan badan tanpa peduli dia sedang tidak memakai apapun.
“Ini seperti ada lalat atau nyamuk disini.” Andreas menyentuk salah satu bukit kembar milik Naura yang memiliki tahi lalat sebesar nyamuk.
“Kak Andreas kau mesum sekali.” Teriak Naura kemudian memukul lelaki itu dan mendorongnya untuk segera keluar dari kamar mandi. Jika tidak Naura tidak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Andreas hanya terkekeh melihat tingkah Naura yang menurutnya justru menggemaskan. Disaat wanita lain ingin memiliki tubuhnya wanita itu malah mengusirnya.
Satu jam lebih Naura berada di dalam kamar mandi. Dia membuka pintu dengan pelan sekali agar tidak menimbulkan sura apapun. Kepalanya menyembul sedikit untuk melihat apakah ada Andreas atau tidak di dalam kamar.
Terlihat sosok yang Naura cari sedang terbaring diatas tempat tidur dengan mata terpejam. Naura berjalan mengendap-endap menuju walk in closet untuk berganti pakaian. Dia hanya mengenakan hancuk yang dia bawa saat hendak mandi.
Andreas mengintip dengan sebelah matanya dia tersenyum melihat Naura yang berjalan seperti seorang pencuri. Lelaki itu sengaja tidur saat melihat handle pintu kamar mandi di buka oleh seseorang.
“Kenapa kau lama sekali di kamar mandi?” suara Andreas yang tiba-tiba masuk ke dalam walk in closet mengejutkan Naura yang baru saja selesai memakai B*R*A berwarna merah untuk membungkus kedua asetnya.
Lagi-lagi Andreas susah payah menelan salivanya saat melihat sesuatu yang menyembul di balik sana. Selama ini dia masih bisa menahan hasratnya saat bersama dengan kekasihnya. Tapi kenapa rasanya ini berbeda dia yang begitu ingin menikmati itu tanpa harus dirayu oleh Naura.
“Shit.” Umpatnya dalam hati. Niat ingin mengerjai Naura justru kini dia yang malah tersiksa. Kepalanya mendadak pusing ada sesuatu yang harus dia salurkan segera.
__ADS_1
“Aku hanya mengambil handuk dan ingin mandi.” Andreas segera pergi dari sana ia ingin segera melakukan apa yang harus dilakukan jika tidak ingin kepalanya bertambah pusing. Di dalam kamar mandi Andreas membayangkan tubuh polos Naura sebagai fantasinya untuk menuntaskan sesuatu di dalam tubuhnya.
Malam hari
Setelah selesai mandi Naura segera pergi ke dapur dan menyiapkan makan malam mereka. Beitu pun dengan Andreas setelah menuntaskan sesuatu dan membersihkan diri dia segera turun ke dapur untuk makan malam. Tidak ada percakapan diantara keduanya. Hening, yan terdengar hanya denting sendok dan garpu yang beradu dengan piring masing-masing.
Selesai makan malam Naura membereskan dapur. Dia sudah bisa melakukan pekerjaan rumah tangga. Belajar dari bibi yang dipekerjakan oleh Andreas. Saat pagi dan siang bibi yang akan membereskan urusan rumah namun jika malam Nauralah yang akan melakukannya.
Selesai makan Andreas pergi ke ruang kerja untuk memeriksa beberapa dokumen. Dan tanpa dia sadari waktu sudah menunjukkan pukul 22.00.
Ting
Sebuah pesan singkat masuk ke dalam ponsel miliknya. Menampilkan sebuah nama dengan tanda love dibelakang nama itu. Dia adalah Celine wanita yang selama ini menjadi kekasih Andreas.
“Sayang aku kangen, kapan kita bisa ketemu?” itulah isi pesan yang dikirimkan oleh Celine. Andreas hanya membaca dan tidak berniat untuk membalas. Dia merasa kecewa karena wanita itu sudah menjebaknya untuk bisa bercinta. Karena selama ini Andreas tidak pernah melebihi batas dalam hal berpacaran. Tidak sampai melakukan penyatuan tubuh mereka.
Setelah mematikan laptop Andreas pun pergi ke kamar untuk beristirahat. Dia melihat Naura yang sudah tertidur pulas. Beberapa helai rambut menutupi wajah Naura. Dengan perlahan Andreas menyingkirkan rambut tersebut. Kemudian memandangi wajah Naura yang terlihat cantik saat tertidur.
Satu yang begitu menjadi pusat perhatiannya saat ini. Bibir Naura yang terlihat berwarna pink. Bibir yang begitu ingin dia sentuh. Karena sudah tidak tahan Andreas pun mendekatkan bibirnya ke bibir Naura. Mendaratkan kecupan singkat disana. Beruntung Naura tidak terusik dengan itu.
Andreas belum beranjak dari posisinya. Dia ingin menikmati bibir itu sekali lagi. Dan dia pun melakukannya lagi dengan waktu yang cukup lama dan tanpa sadar ******* bibir tersebut.
Mata Andreas seakan ingin melompat dari tempatnya saat Naura membalas ciuman tersebut. Dan lelaki itu tidak menyia-nyiakan hal tersebut. Dia menyesap ******* dan menikmati apa yang dilakukan oleh Naura.
Naura melepas ciuman itu dengan paksa. Dengan mata terpejam dia berucap” es krimnya enak.”
Lalu memiringkan tubuhnya ke samping menghadap dimana posisi Andreas tidur.
__ADS_1
Lelaki itu tersenyum ternyata istrinya sedang bermimpi makan es krim. Dia menyingkirkan dua buah guling yang selama ini menjadi pembatas diantara mereka. Merebahkan tubuhnya di samping tubuh Naura. Kini pertama kalinya mereka akan tidur tanpa adanya pembatas guling.