
Singkat cerita tiga bulan berlalu…
Kini Andreas sudah dapat berjalan dengan baik. Dia terus mengupayakan pengobatan baik secara alternatif maupun secara medis. Tekat untuk segera menemui Naura menjadi semangat tersendiri untuk lelaki itu. Rasanya dia sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk segera menemui wanita yang masih sah menjadi istrinya. Dia tidak ingin mengulur waktu lagi. Dia takut Naura bertemu dengan lelaki yang membuatnya nyaman. Dan dia tidak dapat membayangkan jika Naura jatuh cinta dengan lelaki lain.
Sudah dua hari Andreas berada di Singapura. Dan dia juga melakukan pengecekan fisik disana. Namun selama dua hari disana Andreas belum melihat tanda-tanda Naura di Singapura. Andreas juga bertanya kepada pihak rumah sakit kapan istrinya ada jadwal kontrol. Dan dari pihak rumah sakit pula kini Andreas tahu masalah apa yang sedang menimpa istrinya. Dan karena itu pula Andreas yakin Naura meninggalkan dirinya karena itu.
Disini dia akan meyakinkan Naura bahwa dia tidak masalah dengan itu. Dan dia juga akan berupaya melakukan yang terbaik untuk istrinya. Meskipun tidak ada hasilnya kelak Andreas tidak peduli yang terpenting dia bisa hidup bersama dengan istrinya sampai maut memisahkan.
Andreas juga sudah bertemu dengan dokter yang menangani Naura. Dan dia juga berkonsultasi dengan dokter tersebut mengenai hal yang menimpa istrinya. Paham dengan penjelasan dokter Andreas pun pergi meninggalkan rumah sakit menuju hotel tempat dia menginap. Karena jadwal kontrol Naura ternyata besok siang.
Hari ini adalah pesta pernikahan Daniel dan Luna. Mereka mengadakan acara resepsi kedua di Singapura sebab nenek Daniel adalah orang Singapura dan sedang sakit jadi tidak dapat bepergian jauh ke Indonesia. Keluarga mereka memutuskan untuk mengadakan resepsi kedua di Singapura.
“Selamat Luna atas pernikahan kalian. Dan selamat atas kehamilanmu.” Naura melihat perut Luna yang sedikit membuncit karena hamil. Sejak kejadian itu Luna dinyatakan positif hamil.
“Terima kasih Naura.” Kedua wanita itupun berpelukan.
__ADS_1
“Dimana suamimu?” pertanyaan Daniel membuat pelukan mereka terurai.
“Dia…”
“Kalian sedang tidak ada masalah kan?” tanya Daniel seolah sedang mengintimidasi Naura.
“Ehm...sejujurnya aku meninggalkan dia dan memilih tinggal di Bali.” Luna dan Daniel terkejut mendengar pernyataan Naura.
Daniel sangat tahu bagaimana Andreas dan Naura saling mencintai. Terlebih Naura yang lebih dulu mencintai lelaki itu. Tetapi bagaimana bisa dia yang sangat mencintai meninggalkan yang dicintai.
“Apa dia mengkhianatimu?”
“Lalu kenapa kau meninggalkannya bukankah kau sangat mencintainya?” Luna hanya diam mendengarkan percakapan antara keduanya. Luna juga yakin jika Daniel hanya sekedar bertanya tidak ada maksud lain. Luna yakin Daniel adalah sosok laki-laki yang bertanggung jawab. Dia tidak akan mungkin menghianati dirinya.
Naura diam sejenak. Kemudian menceritakan apa yang sedang dia alami tanpa menceritakan Celine yang sedang hamil anak Andreas. Dia tidak ingin nama Andreas jelek di mata orang lain.
__ADS_1
“Kenapa kau tidak jujur saja dengannya? Aku yakin dia tidak akan meninggalkanmu. Dan jika dia mencintaimu dia pasti akan mengupayakan yang terbaik untuk kesembuhanmu.”
“Benar Naura.” Ucap Luna yang membenarkan ucapan suaminya.
Daniel melihat sosok lelaki yang baru masuk ke dalam ballroom. Daniel tersenyum ide dia untuk mempertemukan Andreas dan Naura akhirnya berhasil.
Sebulan yang lalu saat Andreas datang ke perusahaan Andreas. Dia sangat terkejut saat mengetahui Andreas berjalan dengan menggunakan tongkat. Karena penasaran akhirnya dia bertanya. Dan disitulah dia tahu jika hubungan Naura dan Andreas sedang tidak baik-baik saja.
Andreas meminta tolong Daniel jika bertemu dengan Naura segera menghubungi dirinya. Dan Daniel juga bercerita jika sebulan lagi dia akan melangsungkan resepsi di Singapura kebetulan Andreas di tanggal itu juga harus ke Singapura. Jadi Daniel sekalian mengundang Andreas untuk menghadiri resepsi pernikahan mereka. Dia juga memberitahu jika mereka juga mengundang Naura. Dan kebetulan juga Naura juga ada di Singapura pada tanggal itu. Akhirnya Daniel mempunyai ide untuk mempertemukan mereka di resepsi mereka nanti.
“Maaf Naura aku juga mengundang Andreas.”
Deg
Jantung Naura berdetak dengan cepat saat mendengar Daniel mengundang Andreas. Sungguh rasanya dia belum siap untuk bertemu dengan Andreas. Terlebih dengan Celine yang sudah pasti berada di samping orang yang saat ini masih memenuhi seluruh hatinya.
__ADS_1
“Sekarang Andreas sedang menuju kesini.” Mendengar itu spontan Naura menoleh ke arah pintu masuk dan benar saja dia melihat sosok lelaki yang sangat dia rindukan beberapa bulan terakhir. Tetapi ada yang sedikit berbeda. Kenapa Andreas datang sendiri dimana Celine dan kenapa lelaki itu terlihat lebih kurus dari sebelumnya? Apakah Celine tidak merawatnya, tidak melayaninya, tidak membahagiakannya? Itulah pertanyaan yang berkecamuk di dalam pikiran Naura.
Kedua mata yang saling merindu pun bertemu. Dan….