Enam Bulan Menikah

Enam Bulan Menikah
Bab 50


__ADS_3

Dengan jantung yang terus berdegup kencang Naura terus menatap sosok lelaki yang sangat dia cintai. Kedua mata yang saling merindu akhirnya bertemu. Dan dengan wajah tenang Andreas menghampiri Daniel dan Luna. Memberi ucapan selamat untuk keduanya.


“Selamat datang kawan.” Sapa Daniel.


“Selamat atas pernikahan kalian. Semoga selalu bersama dan bahagia selalu.” Doa Andreas dengan tulus. Daniel memeluk Andreas dan membisikkan sesuatu kepada lelaki itu. “ Cepat selesaikan masalah kalian aku hanya bisa membantu sampai disini.” Andreas mengurai pelukan dan tersenyum kepada pria yang sempat dia anggap sebagai rival yang akan merebut Naura.


“Terima kasih.”


Naura hanya diam di tempat. Dia merasa canggung di hadapan Andreas. Ponsel Naura berdering bertepatan dengan Andreas yang sudah berada di samping Naura. Dengan buru-buru wanita itu menggeser tombol berwarna hijau untuk menjawab panggilan.


“Iya.”


“Nona, maaf ada masalah sedikit. Ban mobil yang saya bawa mengalami kebocoran dan dapat dipastikan saya akan datang terlambat untuk menjemput nona.”


“Baiklah kau tidak perlu menjemput, aku akan naik taksi saja. Sampai jumpa di hotel.”


“Baik nona.” Naura mengakhiri panggilan. Dia hendak berpamitan kepada Daniel dan Luna. Namun terkejut saat sesosok laki-laki berdiri tepat di hadapannya.


Tanpa berbasa-basi Andreas langsung menarik lengan Naura. Membawa wanita yang sudah membuat separuh jiwanya menghilang bersamaan dengan kepergian wanita itu beberapa bulan yang lalu.


“Kak aku belum berpamitan dengan mereka.”

__ADS_1


“Tidak perlu.”


Naura akhirnya pasrah dan mengikuti kemana Andreas membawanya pergi. Dan sampai akhirnya mereka kini berada di dalam mobil milik Andreas.


“Kakak sendirian disini? Dimana kak Celine?” Andreas menatap kedua manik hitam milik Naura. Kemudian dia memeluk wanita yang selama ini sangat dia rindukan. Naura membeku , dan itu dimanfaatkan oleh Andreas untuk mencium bibir ranum istrinya dengan lembut. Naura masih membeku dengan apa yang dilakukan Andreas. Namun wanita itu sadar saat Andreas menggigit bibir bawahnya agar lidahnya dapat masuk lebih dalam. Naura berusaha mendorong tubuh Andreas namun tidak bisa. Tangan lelaki itu terlalu kuat mengukung tubuhnya.


Pagutan baru terlepas saat keduanya mulai kehabisan oksigen. Andreas menyapu bibir Naura yang basah akibat pertukaran saliva yang baru saja mereka lakukan.


“Kak.”


“Kenapa sayang?”


“Bukankah kita sudah berpisah dan kakak juga mungkin sekarang sudah menikah dengan kak Celine.” ucap Naura yang sangat lirih diujung kalimatnya namun masih mampu di dengar oleh Andreas.


“Kita masih suami istri.” ucap Andreas setelah puas menyesap bibir istrinya dan menempelkan keningnya di kening sang istri.


“A-apa? Bagaimana bisa?”


“Karena aku tidak pernah menyetujui itu.”


“Tapi bagaimana dengan bayi itu?” Andreas mengecup sekilas bibir istrinya.

__ADS_1


“Makanya jangan suka mengambil keputusan secara sepihak. Malam itu kakak memergoki Celine dan seorang pria sedang bercinta di sebuah hotel. Dan dari situ kakak yakin jika itu bukanlah anak kakak. Karena memang sepertinya usia kandungan dengan saat kami bercinta waktu itu tidak sesuai. Kakak ingin memberi tahumu tapi begitu sampai rumah kau sudah tertidur dan tidak tega kakak membangunkan dirimu. Tetapi kau malah pergi pagi itu dengan meninggalkan sebuah surat cerai yang sudah kau tanda tangani.”


“Jadi..”


Andreas kembali memeluk tubuh istrinya untuk lebih mendekat hingga tidak ada jarak lagi diantara keduanya. Tatapan Andreas penuh dengan cinta dan kerinduan pun dengan Naura. Tanpa sadar mereka kembali saling memagut kini Naura membalas apa yang dilakukan oleh Andreas. Ciuman Andreas turun menyusuri leher Naura hingga sebuah ******* lolos dari bibir wanita itu. Andreas terus memberinya sentuhan hingga membuat dirinya melayang hingga membusungkan dada. Andreas meremas salah satu gundukan yang masih terbalut oleh sebuah dress. Sampai Naura sadar ada sesuatu yang sudah mengeras di balik celana Andreas.


“Kak.” Lirih Naura.


Andreas terpaksa menyudahi apa yang baru saja mereka lakukan. Andreas menatap wajah Naura. Wajah yang masih sama terlihat cantik bahkan sekarang lebih cantik menurutnya.


“Kenapa sayang?”


“Maaf kak, aku tidak bisa bersama dengan kakak lagi.” Naura menunduk tidak sanggup menatap wajah Andreas.


“Kenapa?” Andreas ingin mendengar alasan itu dari bibir Naura walaupun sebenarnya dia sudah tahu apa alasan dibalik itu semua.


Cukup lama Naura terdiam. Namun dia harus jujur dengan kondisinya saat ini. Wanita itu menghirup nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya dengan pelan dan mengangkat wajahnya untuk menatap sosok lelaki yang sedari tadi tidak mengalihkan pandangannya terhadap wajah sang istri.


“Karena aku wanita tidak sempurna kak. Dokter bahkan sempat memvonis jika aku tidak akan bisa hamil. Jadi carilah kebahagiaanmu dengan wanita lain. Aku sungguh Ikhlas asalkan kau bahagia.”


Andreas masih menatap wajah sang istri. Dia diam membisu tidak menanggapi ucapan Naura. Menatap dalam-dalam kedua bola mata Naura yang sudah berkaca-kaca. Dengan sekali berkedip saja air mata itu akan jatuh membasahi pipinya.

__ADS_1


Andreas menarik tubuh Naura membawanya ke dalam pelukannya. Dan seketika itu tangis Naura pecah. Dia sudah tidak sanggup menahan rasa sesak saat mengatakan dia ikhlas melepas lelaki itu asal bahagia. Padahal yang sesungguhnya hatinya terasa begitu sakit dan perih saat mengatakan itu. Andreas mengeratkan pelukannya. Sesekali memberikan kecupan di pucuk kepala Naura. Wanita itu semakin tersedu saat mendapat perlakuan manis dari orang yang dia cintai.


__ADS_2