
Satu bulan kemudian
Andreas sudah keluar dari rumah sakit. Dia juga rutin melakukan terapi setiap seminggu sekali.
Sementara Naura sudah lebih dari dua minggu ini tinggal di Bali. Mengelola hotel dan villa miliknya di Bali. Siang ini Naura dan Nabila akan bertemu dengan klien yang akan menyewa salah satu villa mereka untuk pesta sebuah pertunangan.
“Apa mereka sudah sampai?” tanya Naura yang baru saja tiba di tempat pertemuan yang sebelumnya sudah disepakati oleh mereka.
“Sudah nona, mereka sudah menunggu di dalam.” jawab Nabila yang berjalan beriringan dengan Naura.
“Itu mereka.” Keduanya pun berjalan menghampiri pasangan tersebut.
“Maaf tuan, nona sudah membuat anda menunggu.” Mendengar suara seseorang pasangan itu pun menoleh ke arah sumber suara. Betapa terkejutnya mereka saat orang-orang tersebut saling mengenal satu sama lain.
“Naura, Daniel.” Ucap keduanya secara bersamaan.
“Kau akan menikah?” tanya Naura yang sudah sangat penasaran. Seingat dirinya dua bulan yang lalu lelaki itu kembali menyatakan perasaannya kepada dirinya tanpa sepengetahuan Andreas. Dan sekarang tiba-tiba lelaki di hadapannya mau menikah. Apakah mereka dijodohkan seperti Andreas dan dirinya. Itulah pertanyaan yang memenuhi isi kepala Naura sekarang.
“Iya, perkenalkan dia Luna.”
“Luna…”
“Hallo, kita bertemu lagi.” Sapa Luna.
“Kalian saling mengenal?” tanya Daniel.
“Sebelumnya kami pernah bertemu di Pantai tanjung lesung.” Luna menjawab rasa penasaran calon suaminya.
Ya lelaki yang baru dia kenal selama beberapa bulan terakhir ini. Semenjak dia memergoki Stevan mantan kekasihnya berselingkuh dengan seorang wanita waktu itu, Luna menjadi lebih dekat dengan Daniel. Lelaki itulah yang mengobati luka di hatinya. Hingga suatu malam peristiwa panas itu terjadi. Dan membuat Daniel memantapkan diri untuk menikahi Luna meskipun Luna tidak yakin lelaki itu mencintai dirinya. Tetapi dia akan berusaha membuat Daniel calon suaminya mencintainya kelak.
Flashback Luna dan Daniel
__ADS_1
Hari ini adalah ulang tahun Perusahaan papa Luna. Semua karyawan dan kolega Perusahaan tersebut diundang. Dan dengan liciknya Stevan bisa masuk ke dalam acara tersebut. Dia menyamar sebagai seorang pelayan disana. Matanya terus mengawasi sosok wanita yang telah menjadi mantan baginya. Dan dia tidak ingin itu terjadi. Apapun akan dia lakukan untuk mendapatkan Luna kembali. Dan malam ini dia berniat untuk menjebak Luna.
“Pelayan.” panggil Luna yang tidak menyadari jika itu adalah Stevan.
“Iya nona.”
“Tolong ambilkan aku segelas orange jus.” pinta Luna.
Stevan tersenyum smirk ini adalah kesempatan emas baginya. Dan dengan senang hati dia pun mengambilkan segelas orange jus untuk Luna. Yang sebelumnya tanpa sepengetahuan siapapun dia telah memasukkan sebuah obat ke dalam gelas tersebut.
“Silahkan nona.”
“Terima kasih.” Luna kemudian meneguk minuman tersebut. Stevan tersenyum puas melihat itu. Kini dia tinggal menunggu reaksi obat tersebut dan membawa Luna keluar dari pesta.Beberapa saat kemudian...
“Kepalaku.” Ucap Luna lirih sambil memegang kepalanya.
“Kenapa nona?” tanya Stevan pura-pura tidak mengetahui apa yang sedang dirasakan oleh Luna.
“Saya akan panggilkan pelayan wanita untuk mengantar nona ke kamar hotel.” Tanpa Luna tahu itu adalah pelayan wanita yang dia sewa untuk mengantarkan Luna di kamar yang sudah Stevan pesan sebelumnya.
“Nona ini pelayan wanita yang akan mengantar anda.” Tanpa rasa curiga Luna pun pergi dari pesta menuju kamar hotel miliknya bersama pelayan wanita tersebut.
Daniel mencari-cari keberadaan Luna. Sebab wanita itu hanya pergi ingin mengambil jus jeruk tetapi kenapa begitu lama. Dan dari jauh dia melihat Luna sedang dipapah oleh seorang pelayan wanita diikuti oleh seorang pelayan laki-laki di belakangnya. Daniel menjadi curiga dan mengejar untuk mengikuti mereka. Dan benar saja Luna tidak dibawa ke kamar hotel wanita tersebut melainkan menuju ke arah yang berlawanan.
“Tubuhku, kenapa menjadi panas dan gerah.” Lirih Luna yang merasakan gejolak aneh di tubuhnya.
Ketiganya sudah sampai di kamar yang dipesan Stevan. Pelayan wanita tadi keluar setelah diberikan sejumlah uang oleh Stevan. Kening Daniel berkerut dalam saat melihat pelayan wanita keluar tanpa pelayan pria. Dan Daniel menjadi curiga dengan itu.
“Panas, panas.” Racau Luna tanpa sadar dia membuka baju atasannya karena merasa gerah.
“Iya sayang aku akan mendinginkanmu.” Ucap Stevan yang ingin memeluk Luna namun gerakannya tiba-tiba ditahan oleh seseorang.
__ADS_1
“Kau.”
Bugh
Daniel langsung meninju wajah Stevan hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar. Setelah pelayan wanita keluar dan sebelum pintu tertutup rapat Daniel segera menahan dengan kakinya dan alhasil dia dapat masuk ke dalam kamar tersebut. Dia marah saat melihat apa yang terjadi dengan Luna.
Bugh
“Dasar bajingan, Laki-laki brengsek.” Maki Daniel yang kembali melayangkan pukulannya ke wajah Stevan.
Dalam keadaan setengah sadar Luna seperti melihat sosok Daniel. Diapun menghampiri lelaki tersebut. Kemudian menciumnya dengan tiba-tiba. Hali itu dimanfaatkan oleh Stevan untuk kabur. Daniel hendak mengejar namun ditahan oleh Luna.
“Kak tolong aku.”
“Sial, lelaki brengsek itu memberimu obat perangsang. Apa yang harus aku lakukan?” di tengah kebingungannya Luna terus memberikan rangsangan-rangsangan hingga membangkitkan ga*irah lelaki itu.
“Luna kau yakin ingin melakukan ini?” tanya Daniel yang sudah terbakar ga*irah yang ditimbulkan oleh Luna.
Bukannya menjawab Luna malah melepas seluruh pakaian yang melekat ditubuhnya pun dengan Daniel hingga penyatuan itu berlangsung untuk pertama kalinya bagi mereka. Dan akibat obat terkutuk itu mereka harus bergumul berkali-kali untuk benar-benar menghilangkan efek obat tersebut. Keduanya pun tertidur pulas saat mereka mencapai puncak secara bersamaan untuk yang kesekian kali.
Hingga apa yang terjadi di dalam kamar di pergoki oleh papa Luna keesokan paginya setelah beliau menerima sebuah pesan dari seseorang yang tidak dia kenal. Dan inilah rasa pertanggung jawaban Daniel dengan cara menikahi Luna. Walaupun dia juga belum yakin mencintai Luna namun dia juga tidak suka wanita itu didekati oleh lelaki lain.
Flashback off
Kembali ke pembicaraan Naura, Daniel, Luna dan Nabila
“Selamat atas pertunangan kalian, tapi kenapa tidak langsung menikah saja?” tanya Naura
“Karena kami memiliki beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan dulu. Dan tiga bulan berikutnya baru kami akan mengadakan acara pernikahan setelah pertunangan berlangsung.”
“Dimana Andreas?” tanya Daniel.
__ADS_1
Naura terdiam mendengar pertanyaaan Daniel. Sudah sebulan dia tidak mengetahui kabar dari Andreas. Mungkin saja lelaki itu kini sudah menikah dengan Celine. Membayangkan itu saja membuat hati Naura sakit meskipun dia sudah berusaha untuk Ikhlas. Namun rasa cinta yang dia miliki untuk Andreas belum sepenuhnya hilang bahkan masih utuh sama seperti saat dirinya masih bersama dengan Andreas.