Enam Bulan Menikah

Enam Bulan Menikah
Bab 34


__ADS_3

“Aku tidak mau.” ucap Celine dengan penuh emosi hingga menyita perhatian hampir seluruh pengunjung restoran.


Bagaimana tidak emosi tiba-tiba saja Andreas ingin mengakhiri hubungan mereka secara sepihak. Disaat dirinya telah bersusah payah untuk mengandung kini kekasihnya malah memutuskannya begitu saja. Dia tidak bisa terima ini. Dia tidak ingin kehilangan Andreas. Kehilangan uang dan kemewahan yang selama ini didapat dari Andreas.


“Kau tidak bisa melakukan ini padaku sayang. Aku mencintaimu dan sebaliknya kau pun mencintaiku. Bagaimana mungkin kita berpisah?” Celine mengeluarkan amplop putih dari dalam tas dan menyerahkannya kepada Andreas.


“Apa ini?” tanya lelaki itu.


“Buka sayang dan kau akan segera mengetahuinya.” Celine membelai lembut tangan Andreas yang sedang memegang amplop tersebut dengan senyum yang terus terukir di wajahnya.


“Ini tidak mungkin.” Andreas terkejut kemudian menggelengkan kepala saat membaca baris demi baris tulisan di atas kertas putih itu. Sebuah laporan dengan sebuah logo rumah sakit di Jakarta yang menyatakan bahwa Celine telah mengandung seorang bayi di dalam rahimnya.


“Bagaimana dengan Naura?” batin Andreas.


Dia memijat kening saat rasa pusing mulai mendera kepalanya. Mengingat dia dan Naura baru saja melakukan penyatuan tubuh untuk pertama kali. Naura pasti akan sangat kecewa dan sakit hati jika tahu Celine telah mengandung anaknya.


Dan tidak mungkin dia meninggalkan Celine dalam keadaan sedang hamil seperti sekarang. Masalah yang besar dan berat harus dia tanggung dan pikirkan jalan keluarnya sekarang.


Seandainya dia belum mengambil kesucian istrinya mungkin masalahnya tidak akan seberat ini. Bagaimana jika kemudian hari Naura juga mengandung benihnya. Mengingat saat melakukan itu dengan Naura, Andreas tidak memakai pengaman dan membuang benihnya di dalam rahim milik istrinya.


“Sayang…” sentuhan tangan Celine membuat Andreas menatap wanita di hadapannya.


“Maaf Celine.” Andreas menyingkirkan tangan kekasihnya dengan lembut.


Ada rasa marah di hati Celine saat mendengar permintaan maaf dari Andreas. Namun wanita itu berusaha menahannya. Menunggu untuk mendengar ucapan Andreas selanjutnya. Walaupun sepertinya dia sudah tahu ujung dari ucapan Andreas. Tidak ingin membuang waktu Andreas pun segera melanjutkan ucapannya.


“Aku akan bertanggung jawab terhadap bayi yang sedang kau kandung. Tapi aku tidak bisa menikahimu.”


“Kenapa? Bukankah kau sudah berjanji akan menikahiku setelah pernikahan kontrak kalian berakhir. Jangan bilang kalau kau sudah mencintai gadis sialan itu.”

__ADS_1


“Jaga ucapanmu Celine.” bentak Andreas untuk pertama kalinya.


Celine terdiam. Dia tidak menyangka Andreas yang dulu sangat mencintainya kini telah membentaknya. Tidak, dia tidak akan membiarkan Andreas menjadi milik orang lain. Apapun yang terjadi dan bagaimanapun caranya Andreas harus menikahi dirinya. Dia harus menjadi istri Andreas.


“Aku tidak bisa menikahimu karena aku dan Naura sudah melakukan hubungan suami istri. Dan bukan tidak mungkin dia juga bisa mengandung anakku.”


Plakk


Satu tamparan mendarat di pipi Andreas. Celine merasa sangat marah. Bagaimana bisa Andreas melakukan hubungan badan dengan wanita yang baru saja dikenalnya. Sedangkan dia bertahun-tahun menggoda lelaki itu untuk tidur bersama saja tidak mau. Jika saja Celine tidak menjebak Andreas mana mungkin lelaki itu mau menidurinya.


“Kau pasti berbohong. Kau sudah berjanji tidak akan menyentuhnya bukan?”


“Maafkan aku Celine.” sungguh ini pilihan yang berat. Disatu sisi dia tidak ingin kehilangan Naura. Dan disisi lain dia tidak mungkin membiarkan darah dagingnya tumbuh tanpa kasih sayang seorang papa.


“Aku memaafkan mu sayang. Kita sudah menjalin hubungan lama. Aku akan menganggap bahwa kau sedang bertamasya ke wanita lain karena sedang bosan denganku. Aku mencintaimu dan begitu sebaliknya. Terlebih ada buah cinta kita disini. Meskipun aku kecewa tapi aku memaafkan mu. Jadi ceraikan gadis itu dan mari kita menikah.”


“Aku akan memikirkan jalan keluarnya.”


Jujur saat ini Andreas merasa bingung harus mengambil keputusan seperti apa. Dia pun mengantar Celine pulang dan berjanji akan segera menyelesaikan masalah ini. Celine menurut dia tidak memaksa Andreas lagi.


Sepanjang perjalanan pulang Celine bergelayut manja di lengan Andreas. Lelaki itu diam tidak membalas ataupun menolak perlakuan Celine. Saat bibir Celine tiba-tiba mencium bibirnya barulah Andreas tersadar dari pemikiran yang baru saja memenuhi pikirannya.


“Kau tidak mau mampir sebentar.” Ucap Celine begitu manja dengan suara yang dibuat-buat.


“Lain kali saja. Aku masih ada urusan.” Celine ingin marah mendengar penolakan dari Andreas. Namun dia harus menahannya untuk menarik kembali simpati Andreas. Tidak ingin Andreas semakin menjauh darinya.


“Baiklah. Aku akan menunggu kabar baik darimu.”


Cup

__ADS_1


Pipi Andreas dicium oleh Celine. Awalnya wanita itu ingin kembali mencium bibir Andreas. Namun sayang lelaki itu mengalihkan tatapannya ke depan hingga bibirnya hanya mengenai pipi Andreas.


“Kau milikku Andreas, hanya milikku. Tidak ada wanita lain yang akan memilikimu selain aku.” Gumam Celine saat melihat mobil Andreas yang mulai menjauh meninggalkan dirinya.


Celine baru saja membuka pintu. Tiba-tiba dirinya dipeluk oleh seseorang dari belakang. Dia terkejut dan dengan reflek memukul kepala orang itu dengan tasnya berkali-kali.


“Stop honey, ini aku.” teriak Stevan yang mengaduh kesakitan karena pukulan Celine.


Mendengar suara seorang laki-laki yang dia kenal Celine pun berhenti. Kemudian mencari saklar di dinding untuk menyalakan lampu. Memberi penerangan di ruangan tersebut. Celine berjalan ke arah dapur kemudian mengambil minuman bersoda.


Melihat itu Stevan buru-buru merebut minuman yang berhasil dibuka dan hendak diminum oleh Celine. Membuat wanita itu kembali terkejut dan marah.


“Apa-apaan kau?”


“Wanita hamil tidak boleh minum minuman bersoda. Apa kau tidak tahu?”


Celine yang awalnya marah kini terdiam. Jujur dia tidak tahu makanan dan minuman apa yang boleh dan tidak boleh untuk ibu hamil. Dan mulai sekarang dia harus mencari tahu sendiri lewat buku ataupun internet.


“Minum ini saja.” Stevan memberinya segelas susu. Tentunya susu untuk ibu hamil yang sebelumnya sudah dia buat beberapa saat lalu setelah tiba di apartemen Celine.


Celine meneguknya hingga habis. Dia tahu itu susu hamil dari kemasan box yang masih tersimpan di atas meja.


“Sedang apa kau disini?” tanya Celine sambil memberikan gelas tersebut kepada Stevan.


Lelaki itu tersenyum smirk. Celine tahu maksudnya itu. Sungguh rasanya dia malas melakukan itu. Baru saja akan protes tubuh Celine sudah diangkat oleh Stevan ala bridal. Dan membawanya ke kamar yang biasa mereka pakai bersama.


Celine hanya bisa memasrahkan tubuhnya pada Stevan. Lelaki itu terlalu pandai mencari titik sensitifnya. Hingga yang awalnya tidak berga*irah lama-kelamaan Celine yang memimpin permainan mereka dengan begitu panas. Stevan pun tersenyum puas.


Sementara Naura…..

__ADS_1


__ADS_2