Enam Bulan Menikah

Enam Bulan Menikah
Bab 47


__ADS_3

Pertunangan Daniel dan Luna


Raut wajah bahagia terpancar dari wajah Daniel dan Luna yang baru saja melakukan tukar cincin. Sebagai tanda bahwa mereka telah resmi bertunangan. Naura pun ikut berbahagia menyaksikan kebahagiaan keduanya. Namun ada juga rasa sedih yang selalu terselip di hatinya.


Naura mendekat ke pasangan yang baru saja resmi bertunangan. Dia ingin mengucapkan selamat untuk mereka.


“Selamat atas pertunangan kalian.” Naura mengulurkan tangan menjabat sambil berpelukan sebentar dengan menempelkan pipi kiri dan kanan secara bergantian kepada mereka.


“Terima kasih Naura.” Daniel melihat sekeliling Naura. Seolah mencari seseorang di sekitar mereka. Namun lelaki itu tidak melihat orang yang dia cari.


“Kau mencari siapa kak?” tanya Luna yang melihat tingkah tunangannya.


“Kau tidak datang bersama dengan suamimu.” Daniel tidak menjawab pertanyaan Luna melainkan melempar pertanyaan kepada Naura. Lelaki itu seperti merasa ada yang aneh dengan hubungan Naura dan Andreas.


Luna yang mendengar itu pun sedikit merasa tidak suka. Namun dia hanya diam saja. Dia merasa Daniel seperti ada rasa peduli yang berlebih dengan Naura.


“Oh iya, aku datang sendiri. Andreas tidak bisa hadir sebab dia sedang sibuk dan harus menyelesaikan pekerjaannya di luar kota. Dia hanya titip salam dan selamat untuk kalian.” Beruntung Naura tadi sudah menyiapkan sebuah alasan jika sewaktu-waktu Daniel bertanya tentang keberadaan Andreas.


“Maaf aku harus pergi karena ada urusan lain. Sekali lagi selamat untuk kalian berdua.”

__ADS_1


“Terima kasih Naura.” Ucap keduanya.


“Jangan lupa untuk datang ke acara pernikahan kami tiga bulan mendatang.” Ucap Daniel.


“Jika tidak ada urusan dan halangan aku pasti akan datang.” Setelah mengatakan itu Naura segera pergi dari pesta pertunangan Daniel dan Luna.


Hatinya begitu sakit setiap kali orang bertanya tentang Andreas. Itu sama saja mengingatkan dia akan sosok laki-laki yang sangat dia cintai.


Nabila menjemput Naura setelah beberapa menit yang lalu atasannya itu meminta dirinya untuk datang.


“Nona.”


“Nabila kau sudah datang.”


“Nabila kau sudah pesankan tiket untukku ke Singapura besok?”


“Sudah nona.”


“Baiklah, terima kasih.”

__ADS_1


Besok adalah jadwal Naura untuk kontrol kembali ke rumah sakit di Singapura. Sementara ini dia harus bolak balik Bali-Singapura untuk melakukan pengobatan. Tanpa ada satu orang pun yang tahu termasuk Nabila. Karena asistennya itu hanya dia perintahkan untuk memesan tiket. Nabila pun tidak bertanya sebab dia tahu atasannya orang yang sangat tertutup tidak pernah menceritakan hal pribadi kepada dirinya. Nabila pun tidak mau lancang bertanya tentang hal pribadi atasannya kecuali Naura yang memulai terlebih dahulu.


Sementara Andreas


Di dalam kamar tepatnya di balkon lelaki itu duduk termenung diatas kursi roda. Dipegangnya sebuah figura yang bergambar foto dirinya dan Naura saat menikah. Meskipun diambil secara terpisah pasa saat akan menikah namun foto tersebut diedit dengan begitu apik oleh seorang fotografer handal hingga menghasilkan gambar yang begitu cantik.


Foto itulah yang mengobati kerinduan Andreas terhadap istrinya. Rasa menyesal terus menghantui Andreas. Seharusnya dia membangunkan Naura setelah pulang dari hotel saat memergoki Celine dan Stevan. Agar istrinya itu tidak salah paham. Mengira bahwa anak yang dikandung Celine adalah anaknya. Sekarang penyesalan itu pun percuma Naura telah pergi meninggalkan dirinya. Ditambah kakinya yang lumpuh membuat Andreas merasa tidak percaya diri.


Ceklek


Pintu kamar terbuka. Mama Andreas masuk ke dalam kamar Andreas. Menghampiri putranya yang hampir tiap malam termenung di atas balkon. Semenjak kepergian Naura raut kesedihan selalu terpancar di wajah putranya. Membuat keluarga juga ikut merasakan rasa sedih yang dirasakan oleh Andreas.


“Sayang.” panggil mama Andreas.


“Mama dan papa akan mengantarmu ke rumah sakit di Singapura besok untuk melakukan pengobatan disana.” sambung wanita paruh baya yang telah melahirkan Andreas.


“Baiklah. Yang penting Andreas dapat segera sembuh dari kelumpuhan ini ma."


"Iya sayang,mama mengerti."

__ADS_1


“Dan Andreas ingin segera mencari Naura.” Gumam Andreas dalam hati. Ada ketakutan tersendiri di hati Andreas. Dia takut Naura menemukan lelaki lain yang dapat memberinya kebahagiaan. Takut dia tidak dapat lagi memiliki wanitanya itu. Takut kehilangan bahkan dia tidak sanggup jika harus melihat Naura bahagia dengan lelaki lain. Entahlah perasaan ini sungguh berbeda dengan yang dia rasakan saat bersama Celine. Apakah dulu yang dia rasakan dengan Celine hanya sebatas suka atau apa. Yang jelas saat bersama Naura lelaki itu merasa sangat nyaman dan bahagia. Ada rasa ingin memiliki terus dan tidak ingin kehilangan. Mungkin inilah yang disebut cinta.


“Naura kau dimana, aku merindukanmu.”


__ADS_2