
Naura menguap berulang kali di dalam mobil yang dikendarai oleh Andreas. Wanita itu mengantuk sebab sudah hampir tengah malam Andreas baru menyelesaikan pekerjaannya.
“Tidurlah, aku akan membangunkanmu jika sudah sampai.”
Naura kembali menguap kemudian mengangguk dan memposisikan dirinya dengan nyaman diatas kursi untuk memejamkan mata. Tidak berselang lama terdengar dengkuran halus menandakan jika wanita di sampingnya sudah memasuki alam mimpi.
Sementara Andreas membelai lembut kepala Naura di sela-sela kemudinya. Merasa bersalah sudah membiarkan istrinya menunggu terlalu lama.
Andreas memutar kontak mobil untuk mematikan mesin ketika mobil yang mereka kendarai sudah sampai di parkiran rumah. Lelaki itu keluar dari mobil tanpa berniat untuk membangunkan istrinya. Dia membuka seatbelt milik Naura kemudian menggendong wanita itu untuk masuk ke dalam rumah.
**
Seminggu kemudian…
Terdengar suara bel rumah berbunyi. Andreas bergegas membuka pintu karena bibi belum datang. Dan Naura sedang bersiap untuk pergi ke kantor.
“Kau…? Andreas terkejut melihat sosok wanita di hadapannya datang sepagi ini.
Wanita itu langsung memeluk Andreas. Laki-laki itu berusaha melepaskan kedua tangan Celine yang melingkar di tubuhnya dengan begitu erat. Sementara Naura yang baru saja keluar tidak sengaja melihat pemandangan pagi yang merusak mata dan membuat hatinya memanas.
“Kalian.” Andreas langsung mendorong tubuh Celine agar terbebas dari pelukan wanita itu. Dia takut Naura salah paham dengan apa yang mereka lakukan.
“Sedang apa kalian?”
“Sayang.” Satu kata yang keluar dari mulut Andreas membuat Celine membeku di tempat.
“Apa maksudnya kau memanggil dia sayang?” tanya Celine yang kembali bergelayut di lengan Andreas. Wanita itu seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
Laki-laki itu melepas kembali rangkulan Celine. Berjalan mendekat ke arah istrinya. Andreas sudah memutuskan tetap mempertahankan pernikahan mereka. Dan bertanggung jawab dengan kehamilan Celine jika memang terbukti itu adalah anaknya.
“Sayang…” Naura mengangkat tangannya mengisyaratkan untuk diam.
__ADS_1
Celine sebenarnya sudah menahan amarah saat kekasihnya memanggil Naura dengan sebutan sayang. Tidak bisa lelaki itu miliknya. Dan dia akan berusaha keras untuk merebutnya kembali. Celine menatap Naura dengan tajam. Namun tidak membuat nyali Naura menciut.
“Mau apa kau kemari?”
“Tentu saja menemui kekasihku.”
“Doa adalah suamiku. Kak, bukankah kau bilang sudah mengakhiri hubungan kalian?” ucap Naura dengan tegas meminta pembenaran atas apa yang baru saja dia ucapkan.
“Sayang, aku tidak mau putus denganmu. Bukankah dulu kau berjanji tidak akan jatuh cinta dengan wanita sialan ini. Lalu kenapa kau tidak menepati janjimu.” Celine berucap dengan wajah sedih. Berharap Andreas iba terhadapnya. Melihat Andreas diam Celine mendekat dan kembali memeluk sosok yang dia anggap sebagai calon suaminya. Kemudian berbisik dengan lembut di dekat daun telinga Andreas.
“Apa kau tidak kasihan dengan bayi kita?” wanita itu mengelus lembut perutnya. Andreas melihat itu. Dia kembali menjadi bimbang.
Sungguh Naura merasa sangat marah dan kecewa melihat suaminya diam saja ketika dipeluk oleh wanita lain. Terlebih di depan mata kepalanya sendiri.
“Kak.” Panggil Naura.
Andreas tersadar dia pun segera melepas pelukan Celine. Dan kembali berdiri di samping tubuh istrinya.
“Tidak. Aku tidak mau.” Potong Celine sebelum laki-laki itu menyelesaikan ucapannya.
“Apa kau tidak malu menjadi orang ketiga di dalam rumah tangga kami.” Kali ini Naura tidak akan mengalah. Dia merasa berhak atas suaminya. Terlebih dia sudah memberikan hak lelaki itu di dalam hubungan pernikahan mereka.
“Cih, bukankah kau yang menjadi orang ketiga di dalam hubungan kami.”
“Apa maksudmu?” tanya Naura.
“Kau lupa saat kalian menikah Andreas adalah kekasihku. Dan pernikahan kalian hanya didasari dengan sebuah kontrak yang sebentar lagi akan berakhir.”
“Tutup mulutmu.” ucap Andreas yang sedari tadi hanya diam mendengarkan mereka.
Kedua wanita itu terdiam. Andreas menatap tajam ke arah Celine. Dia tidk suka jika pernikahan kontrak mereka diungkit kembali. Sebab Andreas sudah memutuskan untuk bersama dengan Naura dan mengakhiri kontrak tersebut.
__ADS_1
“Pergi.” usir Andreas.
“Apa?” Celine seolah tidak percaya dengan perubahan sikap Andreas. Saat sebelum dan sesudah menikah dengan wanita sialan ini.
“Kau tidak bisa mengusirku begitu saja Andreas.”Celine terlihat tidak terima dengan perlakuan mantan kekasihnya.
“Ini semua gara-gara kau perempuan ja*lang.”
Plak
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus Naura. Wanita itu tidak terima pipinya ditampar. Dia pun mendorong Celine dan menarik rambut panjang wanita itu. Hingga aksi saling dorong tidak dapat mereka hindari. Tidak ada yang mau mengalah diantara keduanya. Bahkan saat Andreas berusaha melerai mereka.
Naura mendorong tubuh Celine ke dinding dengan cukup keras. Terdengar suara kesakitan saat tubuh wanita itu terbentur dinding tembok.
“Aww…” Andreas yang panik dengan keadaan calon bayinya langsung menghampiri Celine.
“Kau tidak apa-apa.” Seulas senyum terbit di bibir Celine. Saat sebuah ide terbesit di hati Celine ketika Andreas lebih memilih dirinya daripada Naura.
“Aww sakit…” rintih Celine sambil memegangi perutnya.
Naura terdiam melihat pemandangan di depan matanya. Hatinya sakit lebih tepatnya kecewa. Suaminya lebih memilih mantan kekasihnya daripada dirinya yang sudah memberikan segalanya.
“Aku akan mengantarmu ke rumah sakit.” Andreas menggendong Celine ala bridal. Wanita itu benar-benar licik. Dapat memanfaatkan momen dengan sangat baik. Celine mengalungkan kedua tangan di leher Andreas. Menyandarkan kepala pada bidang dada lelaki itu. Dia tersenyum puas saat melihat wajah kecewa Naura.
“Anak kita akan baik-baik saja kan.” Celine berpura-pura sedih saat mengucapkan itu. Dan dia dengan sengaja berkata demikian bertepatan saat dirinya melewati tubuh Naura yang masih diam terpaku.
“Apa? Anak??”
Pertanyaan tegas dengan nada terkejut menghentikan langkah Andreas. Kemudian dia menoleh ke wajah sang istri yang terlihat seolah meminta penjelasan terhadapnya.
“Aku akan menjelaskannya nanti.”
__ADS_1
Andreas melajukan mobilnya ke rumah sakit terdekat. Dia ingin segera kembali ke rumah untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Dia tidak ingin Naura salah paham dan mengajukan cerai ke pengadilan. Dia akan mempertahankan pernikahannya apapun yang terjadi.