Enam Bulan Menikah

Enam Bulan Menikah
Bab 30


__ADS_3

Hari-hari berikutnya Andreas masih kesal dengan Naura. Terlebih hampir beberapa hari ini setelah kepulangan mereka dari pantai Tanjung Lesung Naura dan Daniel lebih sering bertemu. Daniel meminta kepada papanya agar proyek kali ini dia saja yang menghandle. Sebab dengan begitu dia akan lebih sering bertemu dengan Naura.


Sedangkan Naura beberapa hari ini dibuat bingung dengan tingkah Andreas yang sangat mudah sekali berubah. Seperti perempuan yang lagi PMS. Saat di telepon lelaki itu akan bersikap manis namun saat menemui dirinya dikantor tiba-tiba saja lelaki itu berubah menjadi lebih sensitif dan pemarah.


“Lepas kak, kau membuat tanganku sakit.” Dengan sekuat tenaga Naura menghempaskan genggaman tangan Andreas di pergelangan tangannya. Tarikan yang tiba-tiba saja dilakukan oleh Andreas membuat Naura terkejut sekaligus merasa bingung. Tiba-tiba Andreas bisa berbuat kasar kepada dirinya.


“Kenapa? Apa kau lebih senang tanganmu disentuh oleh lelaki itu?”


“Apa?”


“Bukankah tadi kalian sedang berpegangan tangan dengan begitu mesra hingga kau pun tidak menyadari kehadiran suamimu ini. Atau jangan-jangan kalian memang sudah ada hubungan dibelakangku?” tuduh Andreas.


Sebelum Andreas datang Daniel lebih dulu datang ke ruangan Naura dengan membawa sebuah coffe latte kesukaan Naura pada masa SMA. Keduanya pun membicarakan bisnis dengan didampingi asisten mereka masing-masing. Karena pembahasan bisnis sudah selesai dan jam makan siang sudah tiba maka kedua atasan itu meminta kepada asisten masing-masing untuk pergi istirahat siang. Tinggallah Naura dan Daniel di dalam ruangan itu.


“Naura.”


“Emm.” Jawab Naura sambil menonaktifkan laptop yang ada di hadapannya.


“Ayo temani aku makan siang di restoran dekat kantormu. Sejam lagi aku masih ada meeting dengan klien.”


“Baiklah.”


“Apa aku perlu minta ijin dengan suamimu?” tanya Daniel dengan nada sedikit mengejek. Bagaimana tidak lucu lelaki itu jelas sekali menunjukkan kecemburuan terhadap dirinya. Namun Naura tidak menyadari itu.


“Aku rasa tidak perlu.” Naura sungguh malas akhir-akhir ini dengan sikap Andreas yang mudah marah jika itu berhubungan dengan Daniel.

__ADS_1


“Kau yakin?” Naura mengangguk kemudian bangkit meninggalkan ruangan diikuti dengan Daniel di belakangnya.


Saat berjalan tidak sengaja seorang office boy yang berjalan terburu-buru menabrak Naura. Dan kopi panas yang dibawa oleh OB tersebut tidak sengaja tumpah diatas nampan dan airnya pun jatuh mengenai tangan Naura.


“Aw panas.” Naura reflek mengibas tangannya yang terkena tumpahan kopi.


“Kalau jalan hati-hati.” Kesal Daniel pada OB tersebut.


“Maaf Tuan maaf Nona saya terburu-buru. Saya baru saja mendapat telepon bahwa istri saya sedang dalam perjalanan ke rumah sakit karena segera melahirkan. Karena itu saya tadi panik dan terburu-buru hingga menabrak Nona.” Jelas OB tersebut. Semoga saja dia tidak dipecat.


“Sudahlah Daniel aku tidak apa-apa. Kau pergilah segera temani istrimu.” Perintah Naura. OB pun bergegas pergi meninggalkan mereka setelah kembali meminta maaf dan berterima kasih terlebih dahulu.


“Sini aku lihat.” Daniel memegang pergelangan tangan Naura yang terkena air panas. Dan sudah terlihat sedikit memerah. Daniel membelai lembut luka yang ada di tangan Naura. Dan tanpa mereka sadari datang seorang lelaki yang langsung menarik kasar tangan Naura yang tadi sempat dipegang oleh Andreas.


“Naura ikut aku.” Keduanya terkejut namun tidak melakukan perlawanan. Daniel juga tidak berhak ikut campur urusan keduanya. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi makan sendiri setelah berbalas pesan dengan Luna. Klien yang akan dia temui sejam lagi.


Andreas segera mengejar Naura dan menarik paksa istrinya untuk masuk ke dalam mobil. Meskipun sempat memberontak namun tenaga Naura tidak sebanding dengan tenaga Andreas. Jadi dengan terpaksa Naura masuk ke dalam mobil milik Andreas.


Sepanjang perjalanan tidak ada percakapan diantara mereka. Naura lebih memilih diam dan melihat ke arah kaca jendela. Dia malas melihat wajah suaminya. Dia juga kesal dengan tindakan Andreas yang tidak lebih dulu bertanya apa yang sedang terjadi tadi. Dan langsung menuduh dirinya yang bukan-bukan. Membuat hatinya merasa kecewa dan sakit.


Andreas melihat Naura kemudian menghembuskan nafas panjang untuk mengurangi rasa emosi yang tadi sempat menguasai hatinya.


“Naura.”


“Emm.” Jawabnya tanpa mengalihkan pandangan dari luar jendela.

__ADS_1


“Apa kau lapar?” tanya Andreas dengan lembut kemudian berusaha memegang kembali tangan Naura.


“Aww.” jerit Naura saat tangan Andreas tepat mengenai luka panas yang ada di atas telapak tangan istrinya.


“Tangan mu terluka?” tanya Andreas.


“Tidak.” Andreas menepikan mobilnya kemudian melihat tangan Naura yang sudah memerah.Dia pikir apakah ini ulahnya tadi yang dengan paksa menarik tangan Naura. Jika iya maka dia harus segera meminta maaf dan bertanggung jawab.


“Maafkan aku Naura. Ayo ke rumah sakit supaya lukamu dapat segera diobati.”


“Tidak perlu.” Naura menarik kembali tangannya dan mengalihkan pandangan kembali ke luar jendela. Tindakan Naura kembali menyulut amarah di hati Andreas.


“Kenapa? Apa kau ingin lelaki itu yang mengobati lukamu?” ucapan Andreas seketika mendapat tatapan tajam oleh Naura.


“Apa ucapanku benar?” tantang Andreas.


“Kau menyukai lelaki itu??cecarnya.


“Kakak bicara seolah tidak berkaca pada diri sendiri.” Ucap Naura tanpa mengalihkan pandangan. Matanya sudah mulai berkaca-kaca mendengar setiap ucapan dari Andreas.


“Apa maksudmu?” Andreas memaksa tubuh Naura untuk menghadap dirinya. Dia menjadi semakin emosi lantaran Naura seperti tidak menghargai dirinya. Berbicara tanpa menatap matanya. Kali ini Naura benar-benar kecewa dengan sikap Andreas hingga dia tak kuasa menahan lagi air mata yang mulai membasahi pipinya.


Rasa amarah Andreas mulai menguap saat melihat Naura menangis. Berganti dengan rasa bersalah karena sudah membuat istrinya menitihkan air mata.


“Maaf, aku hanya tidak suka kau terlalu dekat dengan Daniel.” Andreas menghapus air mata di pipi Naura dengan ibu jarinya. Kemudian membawa gadis itu ke dalam pelukannya. Sungguh dia telah menyesal. Tangannya mulai membelai lembut punggung Naura. Sedangkan yang dipeluk hanya berdiam diri tidak berniat untuk membalas pelukan Andreas. Berulang kali Andreas menghadiahi pucuk kepala Naura dengan kecupan.

__ADS_1


“Kalau aku tidak boleh dekat dengan Daniel lalu kenapa kakak boleh dekat dengan Celine? Bukankah itu tidak adil bagiku. Dan bukankah di dalam surat perjanjian nikah kita bebas melakukan hubungan dengan siapa saja. Lalu kenapa kakak tidak suka dengan kedekatanku dengan Daniel yang hanya rekan kerja.” Naura berusaha mengeluarkan isi hatinya. Dia ingin tahu jawaban apa yang akan Andreas berikan. Dia pun berusaha melepas pelukan Andreas namun lelaki itu justru menguatkan pelukan hingga dia kesulitan untuk bernafas.


“Aku akan memutuskan hubungan dengan Celine.”


__ADS_2