
“Tunggu kak?” Andreas yang sudah bersiap untuk menyatukan tubuhnya dengan Naura terpaksa menghentikan gerakannya.
Dia berharap Naura tidak membatalkan niatnya. Andreas terdiam diatas tubuh Naura sambil menahan gairah yang sudah memuncak. Jangan sampai Naura berubah pikiran. Sungguh itu akan membuat kepala bawah dan atasnya pusing tujuh keliling.
“Apa akan sakit jika itu masuk semua?” Naura bergidik ngeri saat melihat benda itu. Jujur ini baru pertama kali dia lihat dan itu cukup besar dan panjang. Dia menjadi ragu apakah itu bisa masuk di sarang miliknya.
“Tidak apa-apa aku akan melakukannya dengan perlahan.”
Naura memejamkan kedua mata dan menarik nafas panjang. Bersiap untuk menerima hujaman dari Andreas.
“Aw.” Teriak Naura saat sesuatu dibawah sana berhasil masuk.
Andreas menghentikan gerakan kemudian kembali mencium bibir Naura. Setelah Naura merasa rileks Andreas perlahan mulai bergerak maju mundur.
Ternyata benar kata orang saat pertama kali melakukan akan terasa sakit. Sampai Naura menitihkan air mata. Dia pun mencengkeram punggung Andreas dengan kuat untuk menahan sakit yang luar biasa. Hingga noda merah keluar bersamaan dengan rasa sakit itu.
Andreas pun sama dia juga merasa sedikit sakit saat melakukan penyatuan tubuh. Milik Naura begitu susah untuk dia tembus karena sempit dan masih tersegel. Andreas menghapus air mata yang mengalir di kedua mata Naura. Merasa bersalah karena membuat istrinya kesakitan. Sekaligus bangga karena dialah orang pertama yang menjamah tubuh istrinya.
“Maaf, sakit ini hanya sebentar. Percaya padaku.” Bisiknya.
Dan benar saja rasa sakit yang tadi Naura rasakan kini berubah menjadi rasa nikmat yang membuat tubuhnya terasa seperti melayang. Naura hanya bisa memasrahkan tubuhnya pada Andreas. Dia mulai menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Andreas.
Naura menatap Andreas yang berada di atas tubuhnya. Sosok lelaki yang dia cintai telah dia miliki sepenuhnya. Naura mengeluarkan lenguhan saat Andreas mempercepat gerakannya di bawah sana. Keringat sudah memenuhi tubuh mereka. Namun Andreas belum juga mendapat pelepasan.
__ADS_1
Pergumulan itu berlangsung cukup lama di atas ranjang. Banyak posisi yang mereka lakukan. Mencari-cari kenikmatan dunia yang halal. Mencari kepuasan dalam setiap sentuhan. Saling memanggil nama pasangan disetiap gerakan yang mereka lakukan. Hingga pelepasan itu mereka dapatkan secara bersamaan.
Andreas masih diatas tubuh Naura dengan bertumpu satu tangan agar tubuh istrinya tidak tertindih oleh tubuhnya. Deru nafas masih saling bersautan. Milik Andreas masih berada di bawah sana belum ada niat untuk dia keluarkan dari sarang yang sempit yang sedang berdenyut memberikan rasa nikmat tersendiri disana.
“Aku mencintaimu Naura.” bisiknya
Mata Naura terpejam dia hanya mengangguk pelan. Tubuhnya masih menikmati sisa-sisa percintaan di bawah sana. Meskipun tidak ada gerakan rasanya masih sangat enak. Masih tegang dan terasa penuh dibawah sana.
Naura melenguh saat Andreas mengeluarkan miliknya. Menjatuhkan tubuhnya di samping istrinya. Kemudian membawa Naura ke dalam pelukannya. Menghujani pucuk kepala Naura dengan kecupan yang bertubu-tubi.
“Terima kasih telah menjadi yang pertama untukmu.” Ucap Andreas di sela-sela kecupannya.
“Emm.”
“Naura.” Tidak ada jawaban dari istrinya.
Andreas menyapu keringat yang masih membasahi wajah istrinya. Dan baru dia sadari jika istrinya telah tertidur. Andreas mencium bibir Naura sekilas sebelum kemudian dia bangkit dari tempat tidur untuk membersihkan diri di kamar mandi. Sebelum itu dia menyelimuti tubuh polos Naura dengan selimut hingga di bawah dagu.
Tiga puluh menit berlalu Andreas keluar dengan wajah yang terlihat segar dengan rambut yang basah. Setelah berganti pakaian Andreas mengambil ponsel miliknya. Dan segera keluar dari kamar setelah melihat isi ponsel. Dia memang sengaja membuat ponselnya dalam mode getar karena tidak ingin terganggu dengan suara dering ponsel. Dia juga menyadari jika ponselnya terus bergetar sejak pergumulan panas yang dilakukannya tadi.
Andreas menghubungi asisten pribadinya. Setelah membaca pesan singkat yang dikirimkan oleh lelaki kepercayaannya itu.
“Apa dia masih ada disana?”
__ADS_1
“Wanita itu sudah pergi satu jam yang lalu.”
“Apa dia mengatakan sesuatu?”
“Tidak dia hanya akan bicara jika bertemu denganmu.” Andreas menutup panggilan ponselnya saat mendengar bel pintu berbunyi. Siapa yang bertamu siang-siang begini. Karena memang dia jarang menerima tamu disaat hari biasa.
Naura terbangun dia sedikit terkejut dengan keadaan tubuhnya saat menyibak selimut. Banyak tanda merah yang Andreas tinggalkan disana. Dia baru menyadari bahwa dirinya kini sudah tidak perawan lagi. Dan yang mengambil miliknya yang berharga adalah suaminya sendiri yaitu Andreas.
“Aww.” Naura mengaduh kesakitan saat dirinya turun dari ranjang. Rasa perih dia rasakan di bawah sana.
“Dimana dia?” Naura tidak melihat keberadaan Andreas. Dia hanya menatap ranjang yang terlihat berantakan akibat ulah mereka. Terlihat ada noda merah diatas sprei. Pakaian yang sebelumnya mereka kenakan juga masih tergeletak di atas lantai.
Naura berjalan menuju kamar mandi dengan sedikit tertatih. Dia ingin membersihkan diri. Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian Naura terlebih dahulu membereskan kamar. Mengganti sprei dan meletakkan baju mereka ke dalam keranjang kotor.
“Kau?” Andreas terkejut saat tiba-tiba seseorang memeluknya begitu pintu rumah terbuka.
“Iya ini aku apa kau tidak merindukanku?” ucap Celine sambil bergelut manja di lengan Andreas.
“Kita bicara diluar.” Andreas menarik paksa Celine untuk keluar rumah sebelum Naura terbangun.
Dia tidak ingin istrinya salah paham. Dia juga harus mempertegas hubungannya dengan Celine. Dia ingin segera mengakhiri hubungan mereka. Dia ingin menjalani rumah tangga bersama Naura dengan tenang.
Naura baru saja tiba di ruang tamu. Mencari keberadaan Andreas yang sejak tadi tidak dia lihat. Saat mendengar deru mesin mobil milik Andreas menyala Naura pun mengintip di balik celah gorden. Dia seperti melihat seorang wanita yang duduk di depan tepat di samping suaminya.
__ADS_1
“Apa itu Celine?”