Endless Love

Endless Love
Pergi (2)


__ADS_3

Hari di mana Yuan Lu pergi ke Jepang akhirnya tiba. Nara dan Yukihira datang menemani Rui mengantar keberangkatan Yuan Lu. Pelukan erat dari Nara membuat Yuan Lu sulit bernapas. Jauh di dalam hati Nara, dia sangat mengkhawatirkan keadaan Yuan Lu yang baru saja patah hati.


Dua hari lalu Yuan Lu menelponnya tengah malam sambil menangis sesegukan. Nara pikir sakit lambung Yuan Lu kambuh, rupanya bukan. Dia melihat Xue He berciuman dengan perempuan lain di rumah sakit.


Mengingat itu hati Nara kembali panas. Bagaimana ada orang sebejat itu lahir ke dunia. Menyakiti hati wanita yang jelas-jelas sangat mencintainya, tapi malah menyerong ke wanita lain.


"Kau tidak mau memberiku ucapan selamat tinggal?" tegur Yuan Lu kepada Yukihira. Laki-laki itu membenarkan syeal yang dikenakan Yuan Lu dan mengusap keplanya seperti memperlakukan anak kecil.


"Selamat tinggal tidak pantas diucapkan untukmu," ujar Yukihira. Dia masih mengusap kepala Yuan Lu, "kembalilah dengan hati yang bahagia. Aku menunggumu."


Wajah Yuan Lu bersemu, "Hei, aku hanya pergi seminggu," gurau Yuan Lu, "aku akan pulang dengan ingatan baru."


Yuan Lu mengedipkan salah satu matanya sambil tertawa. Namun hal itu membuat Yukihira merasa tidak nyaman dengan perkataaan Yuan Lu barusan. Dia ingin menahan Yuan Lu untuk tidak pergi, tapi tidak bisa.


Kali ini pelukan datang dari Rui. Dia mebisikkan sesuatu ke telinga Yuan Lu lalu mengusap sayang pucuk kepala adik sepupunya yang sangat menyebalkan itu. Dia akan ssngat merindukan Yuan Lu.


"Aku berangkat. Sampai jumpa." Yuan Lu melambaikan tangannya.


Ketiga orang yang mengantar Yuan Lu tadi hanya tersenyum memerhatikan kepergian Yuan Lu. Namun, sesaat setelah itu Yukihira merasa sesak yang tadi dirasanya kembali datang.


'Perasaan tidak nyaman apa ini?' batin Yukihira.


...***...

__ADS_1


Yukihira tidak kembali ke restorannya setelah mengantar Yuan Lu. Dia duduk di pinggiran danau bersama Nara dan bercerita soal beberapa hari yang menyenangkan bersama Yuan Lu.


Selama bercerita, wajahnya nampak berseri. Padahal seingat Nara, Yukihira bukan tipe laki-laki yang mudah tersenyum.


"Jadi, adakah kata terima kasih karena sudah mempertemukan kalian berdua?" gurau Nara.


Yukihira hanya tergelak. Memang sudah seharusnya dia berterima kasih kepada Tuhan dan Nara yang memberinya celah untuk bisa bertemu Yuan Lu.


"Tapi aku tidak bisa sedekat itu dengan Yuan Lu. Dia tunangan Xue He 'kan? Laki-laki itu lebih tinggi statusnya dariku."


Nara bergeming, wajahnya nampak tidak bersahabat mendengar perkataan Yukihira. Tanpa permisi dia memukul kepala laki-laki itu dan berkata, "Si bodoh ini! Kau masih bisa bicara begitu setelah tau apa yang dilakukan Kak Xue He pada Yuan Lu?"


Sungguh dia geram. Bukan karena membenci Yukihira, dia hanya kesal karena Yukihira merasa Xue He lebih tinggi darinya.


Yukihira sedikit menjauhkan dirinya dari Nara. Kalau perempuan itu sedang marah, dia akan mengeluarkan seribu kalimat untuk menusuk hatinya. Mereka sudah berteman lama, jadi Yukihira sangat tau bagaimana sifat Nara.


"Kalau saja saat itu aku ikut pergi dengannya, mungkin aku sudah memukul kepala Kak Xue He dengan pipa air! Menggantungnya di atas tiang, dan perempuan itu sudah kugunduli!" geram Nara.


Yukihira bergidik ngeri mendengar perkataan Nara. Rasanya itu berlebihan, saat itu dia berpikir, mengapa perempuan kalau sedang marah itu dangat mengerikan. Dia menarik lengan bajunya, di sana masih ada bekas gigitan Yuan Lu yang sudah membiru.


Suara tawa Yukihira yang tiba-tiba itu mengejutkan Nara, "Kau kenapa?"


"Aku baru mendapatkan gigitan cinta," ujar Yukihira.

__ADS_1


"Hah?"


Bersambung ....


Kamis, 21 Oktober 2021



Yuan Lu





Yukihira Zen




#pictfrompinterest

__ADS_1


__ADS_2