
Yukira sedang serius memerhatikan beberapa resep makanan baru yang dibuat oleh kokinya. Dia tidak bisa langsung menyetujui resep itu kecuali sudah dicoba beberapa kali oleh semua karyawannya.
Yukihira selalu berprinsip semua makanan yang disajikannya harus dicoba oleh seluruh karyawannya sebelum memasuki tahap penyajian ke pelanggan. Dia sangat menjunjung tinggi kebersihan, kesehatan dan keamanan pelanggannya.
“Tuan Muda, bagaimana dengan makanan ini?” tanya salah satu koki kepercayaan Yukihira.
Bukannya menjawab, Yukihira malah menatap tidak suka ketika mendengar kokinya memangggil dia dengan sebutan itu. “Harus berapa kali aku katakan? Jangan panggil aku dengan sebutan itu jika di luar rumah!”
Koki tersebut langsung sedikit membungkuk dan minta maaf. Dia lupa jika Yukihira tidak pernah suka dipanggil Tuan Muda' ketika di luar rumah. Dia hanya ingin dikenal sebagai Yukihira si pemilik restoran yang masih muda.
Salah satu pelayan datang menghampiri Yukihira dan berkata jika ada tamu yang mencarinya.
“Siapa?”
“Katanya Tuan XueHe.”
Yukihira hanya mengangguk. Sebelum keluar menemui XueHe dia menyuruh pelayannya tadi untuk emembawa dua kopi ke meja XueHe.
Ketika keluar dari dapur dia terkejut melihat XueHe duduk di kursi yang selalu dia kosongkan dan tidak pernah mengizinkan seorang pun duduk di sana. Tempat itu adalah singgasananya bersama seseorang, meja yang jauh dari pusat perhatian pelanggan.
Langkah kakinya terasa berat untuk menghampiri XueHe. Dia mengira XueHe datang bersama calon istrinya, tapi dugaannya salah. Dia hanya datang sendirian.
“Sudah lama menunggunya?” tanya Yukihira mendudukkan tubuhnya ke kursi.
“Tidak, pelayanmu cukup gesit. Jadi aku tidak perlu menunggu waktu lama sampai kau datang.”
Yukihira hanya tertawa. Dia membenarkan perkataan XueHe, pelayannya memang sangat gesit semua. Namun untuk sekarang hal itu tidak penting, dia lebih penasaran soal kedatangan XueHe ke restorannya.
“Jadi, apa yang membuatmu datang ke mari?” tanya Yukihira.
__ADS_1
XueHe mengeluarkan undangan pernikahan dirnya dan Alexa untuk Yukihira. Dia ingin mengundang Yukihira secara resmi tanpa perantara. Yukihira hanya melihat undangan itu tampa menyentuhmya. Bayangan wajah Yuan Lu tiba-tiba terlintas dalam kepalanya.
“Aku berharap kau bisa datang,” harap XueHe, “apakah kau ....”
XueHe tidak meneruskan kalimatnya sampai Yukihira menunggu cukup lama dan bertanya apa yang ingin dibicarakan oleh XueHe padanya.
“Bukan apa-apa,” ujar XueHe.
Pemandangan yukihira dan XueHe yang sedang berbicara itu menarik perhatian semua karyawan restoran. Mereka penasaran dengan percakapan dua laki-laki yang sedang duduk di meja tempat biasa Yuan Lu datang untuk menikmati makanan yang disajikan langsung oleh Yukihira.
Salah satu pelayan berkata, “Kenapa wajah mereka berdua terlihat sangat serius?”
“Mungkin bos kita dan dokter itu sedang menahan BAB.” Semua karyawan restoran menahan tawa ketika mendengar teman mereka berkata seperti itu.
Aksi mengintip itu terus berlanjut sampai manajer mereka keluar dari dapur dan merasa heran saat semua karyawan berkumpul di balik dinding. Dia mengikuti arah pandang para karyawan dan menghela napas saat mengetahui semuanya sedang mengintip bos mereka dan XueHe.
“Apa kalian mau kehilangan bonus akhir tahun?” tegur manajer retoran membuat semua karyawan itu bergeming dan membeku. Tanpa perintah mereka langsung bubar ke tempat kerjanya masing-masing.
...***...
Yukihira tergelak mendengar perkataan XueHe. Dia tidak menyangka jika pernikahan laki-laki di hadapannya saat ini akan dilaksanakan sebentar lagi. Namun perkataan XueHe selanjutnya membuat Yukihira merubah ekspresinya sampai tidak ada garis senyum sedikit pun.
Katanya, meskipun XueHe sudah menikah dengan Alexa, Yuan Lu tetap akan menjadi kekasihnya apa pun yang terjadi. Hal itu membuat Yukihira geram. Tangannya sudah mengepal hendak memukul XueHe dangan keras, tapi keinginannya itu harus ditahan karena kalau dia melakukan itu bisa merusah wajah pengantin pria.
“Aku tahu Yuan Lu masih hidup,” ujar XueHe membuat Yukihira terkejut, “tapi aku belum menemukan keberadaannya sampai hari ini.”
Yukihira mengehela napas lega dan menyandarkan tubuhnya. “Aku tidak tertarik dengan urusan cintamu. Tapi kalau ini menyangkut Yuan Lu aku harus mengambil selangkah lebih awal darimu, Pak Dokter.” Dia mencondongkan tubuhnya sedikit, “aku lebih penasaran apa yang akan terjadi pada Yuan Lu saat mengetahui kekasihnya malah menikah dengan orang lain.”
XueHe merasa tertimpa tumpukan batu di kepalanya. Perkataan Yukihira barusan seperti meriam yang siap meledakkannya kapan saja, apa lagi Yun Lu yang masih belum berhasil ditemukannya.
__ADS_1
“Bagimana … bagaimana jika aku membatalkan pernikahan ini?’ tanya XueHe, “bukankah dengan batalnya pernikahan ini maka aku bisa kembali kepada Yuan Lu dan menikah dengannya?”
Yukihira tidak bisa menahan dirinya dan langsung memukul wajah XueHe dengan keras. Bisa-bisanya ada orang berpikiran busuk seperti XueHe, segampang itu dia berpikir meninggalkan pengantin wanitanya demi perempuan lain.
“Bajingan! Kalau kau memang laki-laki, kenapa baru sekarang kau mau mengurus semuanya? Bagimana dengan Alexa dan keluaga kalian!” geram Yukihira. Dia menarik kerah kemeja XueHe dan mendorongnya ke dinding, “kau bahkan lebih rendah dari rendahan yang sering kutemui!”
Suara gaduh yang ditimbukkan Yukihira membuat karyawannya kembali mengintip. Mereka terkejut melihat Yukihira dan XueHe sedang bertengkar. Salah satu dari mereka memanggil manajer untuk menghentikan Yukihira yang sudah siap memukul XueHe lagi.
“Kenapa kau sangat lamban, XueHe! Yuan Lu mati-matian menjaga hatimu sampai akhirnya dia pergi karena kecewa!” geram Yukihira, tapi dia tersentak setelah mengatakan itu. Dia kelepasan bicara.
“Apa maksudmu?” tanya XueHe tapi Yukihira malah mengusirnya.
“Katakan! Apa maksud ucapanmu barusan!” tekan XueHe. Dia benar-benar ingin tahu apa yang dikatan Yukihira barusan.
Ketika mereka berdua hampir saling memukul lagi, manajer datang dan memukul keduanya dengan keras. Dia juga langsung mendorong Yukihira sampai punggungnya menubruk meja. Tidak ada rasa kesal dalam diri Yukihira ketika manajernya mendorong dengan keras.
“Tuan XueHe, mohon maaf untuk kejadian hari ini. Untuk sekarang silahkan anda pulang dulu. Saya tidak tahu apa yang kalian bicarakan sampai bertengkar seperti tadi. Tapi sikap kalian barusan sungguh memalukan,” ujar manajer tersebut.
XueHe memegangi kepalanya yang terasa agak pusing. Dia hanya diam dan pergi begitu saja. Manajer berbalik dan buru-buru membantu Yukihira untuk duduk di kursi.
"Kau baik-baik saja?" tanya manajer yang hamya dibalas anggukan kepala Yukihira.
"Kenapa kau tidak bisa menahan dirimu sedikit? Kalau aku datang terlambat sedikit saja, kau pasti akan melakukan kesalahan besar yang akan kau sesali seumur hidup!" tukas Manajer.
"Aku hanya kesal sesaat ketika dia ingin mengambil Yuan Lu lagi. Aku sudah melepas semuanya demi menggapai Yuan Lu, lalu dengan mudahnya dia mau meinggalkan Alexa padahal tiga hari lagi mereka menikah. Bukankah itu sama saja seperti sampah?"
Manajer hanya menepuk bahu Yukihira beberapa kali dan menyuruhnya untuk tetap tenang. "Jangan sampai kau kehilangan ketenanganmu lagi, Yukihira."
Bersambung ....
__ADS_1
Minggu, 31 Oktober 2021