
Yukihira benar-benar tidak sabar untuk menginjakkan kakinya di Jepang. Pesan yang diberikan Rui semalam membuatnya tidak bisa tidur. Isi pesan itu adalah informasi yang memberitahukan di mana keberadaan Yuan Lu pasca kecelakaan pesawat yang terjadi di Jepang.
Sudah hampir satu bulan dia mencari Yuan Lu, bahkan sampai meminta bantuan kakak sepupunya tapi tidak ada hasil. Keluarga Rui dan Zhu juga mengalami hal yang sama. Namun satu minggu lalu orangtua Yuan Lu menelpon Zhu dan memintanya untuk ke Jepang karena permintaan putrinya.
Yukihira sudah menyiapkan beberapa hal yang akan diberikan kepada Yuan Lu. Mulai dari camilan, buku, bahkan cerita perihal sepupu dan teman-teman yang khawatir dengan keadaannya. Dia benar-benar tidak sabar sampai jantungnya berdegup kencang seolah bisa keluar dari tubuhnya kapa saja.
Perasaan senangnya itu membuat Yukihira tidak sadar jika sejak tadi ada seseorang yang memanggil namanya lebih dari tiga kali.
Merasa kesal karena diabaikan, orang itu memukul kepala Yukihira dengan gulungan kertas sampai Yukihira menjatuhkan ponsel yang sedang di genggamnya.
"Sialan! Siapa ya-eh?" Yukihira terkejut melihat Nara sedang berdiri sambil bersedekap tepat di depannya.
"Telingamu sudah tidak berfungsi?" ketus Nara, "perlu kupasang telinga binatang?"
Yukihira mendelik. Wajah Nara terlihat mengerikan ketika marah.
"Kenapa kau di sini?" tanya Yukihira heran melihat Nara di dalam bandara.
Nara memberi isyarat agar Yukihira bergeser ke kursi lain, "Menemui Yuan Lu."
"Kau juga sudah tau?"
"Ya, Kak Rui memberi tahu soal keadaan Yuan Lu. Dia akan ke Jepang setelah urusan pekerjannya di sini selesai."
Yukihira hanya mengangguk. Seulas senyum menghiasi wajahnya. Senang dan khawatir menjadi satu. Senang karena dia akan segera bertemu Yuan Lu. Khawatir karena dia tidak tahu bagaimana keadaan Yuan Lu setelah kecelakaan.
'semoga tidak ada hal yang serius,' batin Yukihira berharap.
...***...
Yukihira dan Nara sudah tiba di Jepang. Mereka tidak menyangka akan menaiki pesawat yang sama dan jam yang sama. Sebuah kebetulan yang tidak terduga.
Saat ini mereka sudah berdiri di jalan dekat rumah sakit. Yukihira mengepalkan tangannya penuh semangat, "Akhirnya!"
"Kita langsung ke rumah sakit?" tanya Nara.
Yukihra mengacungkan jempol dengan wajah serius. Jelas dia memilih langsung ke rumah sakit. Tidak ada waktu baginya untuk bersantai di saat sudah mengetahui keberadaan wanita yang dicintainya.
"Sepertinya aku agak lapar." Nara menepuk pelan perutnya. Dia memang lapar. Namun Yukihira mengambil sesuatu di dalam tas ranselnya.
"Jangan buang-buang waktu, makan ini saja." Yukihira memberikan sebungkus kue buatannya kepada Nara.
Gadis itu mengerenyit. Wajahnya langsung masam. Dia lapar dan ingin makan sesuatu yang hangat, kenapa malah disuruh makan kue kering?
"Yukihira sialan! Bucinmu itu membuatku muak!" geram Nara tapi percuma, Yukihira tidak akan mendengarnya karena sudah berjalan lebih dulu ke rumah sakit.
Nara menghela napas. Dia tidak bisa melakukan apapun kepada orang yang sedang dimabuk cinta. Berdebat dengan Yukihira hanya akan membuatnya lelah.
__ADS_1
"Setidaknya aku masih bisa mendapat makanan yang layak saat di rumah sakit," keluhnya lalu menghampiri Yukihira yang sudah hampir tiba di rumah sakit.
Mereka berdua mencari ruangan di mana Yuan Lu dirawat. Ketika sampai di tempat tujuan, mereka melihat Zhu sedang berdiri di luar ruangan dengan Mei.
"Zhu? Mei?" panggil Yukihira.
"Geh! Cepat sekali orang ini datangnya!" gumam Mei. Dia tidak menyangka Yukihira akan tiba secepat itu padahal Rui baru memberitahunya kemarin.
Zhu hanya tertawa kecil mendengar gumaman tunangannya, "Aku belum tidak yakin bisa seperti Yukihira yang selalu datang ketika Yuan Lu membutuhkan sesuatu."
Mei mengerenyit, "Maksudmu?"
"Sepupumu luar biasa, Mei."
Mei tidak paham dengan ucapan Zhu. Dia hanya mengedikkan bahu tak acuh dan mengabaikan kehadiran Yukihira.
"Bagaimana keadaan Yuan Lu?" tanya Yukihira dan Nara bersamaaan.
"Masuklah ke dalam. Kalian akan lihat sendiri bagaimana keadaannya." Perintah Zhu hanya dibalas anggukan kecil oleh Nara dan Yukihira.
Mereka berdua masuk ke dalam ruangan meninggalkan Zhu dan Mei di luar. Saat itu, keduanya tertegun melihat beberapa bagian tubih Yuan Lu diperban. Mata kiri, kedua tangannya juga kepala. Nara langsung menghambur ke Yuan Lu dan memeluknya. Sedangngkan si korban hanya meringis.
"Yuan Lu! Aku merindukanmu!" ujar Nara saat melihat Yuan Lu tengah duduk bersandar sambil membaca buku.
Saat itu air wajah Yuan Lu nampak aneh dan sedikit terganggu. Dia melihat Nara dan bertanya, "Kau siapa?"
"Apa maksudnya dengan 'siapa?', jangan bercanda, aku Nara."
Yuan Lu melepas tangan Nara dengan lembut, "Sungguh aku tidak tahu. Kau siapa?"
"Yuan Lu! Jangan begini, kau menyakitiku." Nara masih menangkup wajah sahabatnya itu.
"Demi Tuhan, aku tidak tahu kau siapa."
Nara menujuk dirinya sendiri, "Nara! Azuka Nara, sahabatmu sejak kecil. Besar di Jepang dan bertransformasi ke China untuk belajar."
Yuan Lu bergeming tidak tahu harus menjawab apa. Nama Nara twrasa tidak asing baginya, dia mencoba untuk mengingat, tapi percuma. Kepalaya justru terasa pening.
Di dekat pintu, Yukihira tertegun mendengar percakapan Nara dan Yuan Lu. Tas yang sebelumnya ada di dalam genggaman Yukihira sudah berada di lantai. Kakinya tiba-tiba melangkah mundur, kedua matanya pun terpejam lalu tertawa. Saat itu dia teringat dengan ingatan yang belum lama ini dialaminya.
[Yukihira, bagaimana cara agar manusia bisa lupa ingatan?]
Sebuah kalimat yang terlintas di kepalanya. Kalimat yang saat itu dia anggap sebuah candaan, saat ini justru menjadi kenyataan.
Kedua tangan Yukihira mengepal saat menarik napas dalam-dalam dan berjalan mendekati Yuan Lu yang masih menatap Nara dengan heran.
"A-Yuan," panggil Yukihira.
__ADS_1
Yuan Lu menoleh, wajahnya tiba-tiba berubah bahagia, "Yukihira!" ujarnya lalu menghamburkan dirinya ke dalam pelukan membuat Yukihira terkejut.
Nara ternganga. Dia melihat Yukihira dan Yuan Lu bergantian. Bagaimana bisa dia dilupakan tapi Yukihira malah diingatnya.
"K-kau mengingatku?" tanya Yukihira nampak tidak percaya.
Yuan Lu mengangguk, "Tentu saja aku ingat. Kau tunanganku 'kan?"
"Hah?" Yukihira dan Nara kini kembali dibuat terkejut oleh Yuan Lu.
'Sebenarnya apa yang terjadi padanya setelah kecelakaan!' batin Nara dan Yukihira.
Di luar ruangan Zhu dan Mei nampak prihatin tapi juga tertawa melihat dua manusia yang masih memasang wajah terkejut dengan keadaan Yuan Lu yang mengalami amnesia.
"Baru kali ini aku melihat Yukihira seperti idiot," ujar Mei yang membuat Zhu tertawa.
Bersambung ....
Minggu, 24 Oktober 2021
Terima kasih untuk dukungannya ....
Zhu
Mei
Xue He & Alexa
#pictfrompinterest
__ADS_1