Endless Love

Endless Love
Kembali Pulang Tanpa Ingatan.


__ADS_3

Acara pernikahan XueHe dan Alexa berlangsung dengan khidmat. Mereka sudah sah menjadi suami dan istri. Para tamu undangan bersorak atas pernikahan mereka berdua. Namun tidak untuk Zhu dan keluarganya. Mereka justru terlihat biasa saja.


Alexa terus memeluk lengan XueHe walau banyak tamu undangan yang ingin bersalaman dengannya. Dia terlihat begitu bahagia sampai tidak menyadari jika XueHe tidak tersenyum sama sekali dan merasa risi.


Pernikahan XueHe dan Alexa membuat Zhu, Mei dan Rui tertawa. Mereka merasa lucu melihat pasangan suami istri itu. Di balik kebahagiaan mereka ada orang yang sedang terluka meski sedang kehilangan ingatannya.


Rui melihat jam tangannya. “Harusnya sebentar lagi mereka datang ‘kan?”


“Benarkah?” tanya Zhu.


Rui mengangguk dan kembali meneguk air minumnya. Matanya melihat seluruh tamu undangan yang datang bergantian. Dia bisa merasakan jantungnya berdetak tidak karuan. Dia khawatir jantungnya bisa keluar kapan saja kalau adrenalinnya secepat ini.


Saat itu Rui teringat dengan ucapan Yukihira ketika di bandara yang ragu tentang kepulangan Yuan Lu ke Tianjin. Rui hanya menjawab jika itu adalah keinginan Yuan Lu yang tidak mau berjauhan dengannya. Katanya dia mau berobat di Jepang saja supaya bisa lebih sering bertemu dengan Yukihira.


Rui tertawa pelan ketika mengingat kejadian itu. Meski kehilangan ingatannya tapi sikap keras kepala itu tidak hilang, benar-benar ciri khas Yuan Lu.


Semua tamu undangan sangat menikmati acara pernikahan XueHe dan Alexa. Mereka semua memberikan selamar dan doa kepada pengantin baru tersebut.


Namun beberapa pasang mata terlihat memberi jalan untuk seseorang yang baru saja datang. Bahkan tidak jarang dari mereka menyambut hangat tamu tersebut.


"Tuan pemilik restoran di dekan Universitas Tianzi juga datang?" ujar salah satu tamu undangan.

__ADS_1


Rui dan Zhu langsung melihat satu sama lain. Mereka berjalan mendekati kerumunan kecil itu dan melihat seseorang sedang duduk di kursi roda. Itu Yuan Lu, wajahnya masih dibalut sedikit perban dan pakaiannya lumayan pajang untuk menutupi perban di tangan dan kakinya.


"A-Yuan, Yukihira?" panggil Zhu menerobos masuk ke dalam kerumunan. Dia mengambil alih genggaman kursi roda itu dan meminta izin Rui untuk membawa Yuan Lu menjauh dari sana.


"Kenapa kau ikut datang?" tanya Zhu khawatir dengan kondisi adik sepupunya.


"Aku hanya ingin ikut dengan Yukihira." Dia menyentuh dadanya, "di sini rasanya takut, khawatir, sesak, semua menjadi satu. Aku tidak tenang, makanya aku ikut." Yuan Lu menjawab apa adanya.


Perkataan Yuan Lu membuat Rui bergeming. Bukankah dia yang meminta Yukihira untuk mengajak Yuan Lu ke acara pernikahan ini walau sudah ditolak mentah-menta tapi kenapa Yuan Lu bilang jika dirinya lah yang ingin ikut Yukihira.


'Apa Yukihira benar-benar tidak mengajaknya?' batin Rui.


"Apa badanmu terasa baik-baik saja? Bukankah dokter menyuruhmu istirahat lebih banyak sampai kau bisa menggerakkan tangan kirimu?" tanya Zhu khawatir.


Tidak lama kemudian Yukihira terlihat berlari kecil menghampiri Yuan Lu yang sudah mengembungkan pipinya. Dia merajuk.


Yukihira yang melihat wajah itu langsung merasa gemas. Dia mensejajarkan tubuhnya dengan Yuan Lu.


"Kesal?" tanya Yukihira.


"Sedikit," ujar Yuan Lu, "kau punya banyak fans! Apa aku boleh menjadi salah satu fansmu juga?" tanya Yuan Lu, wajahnya terlihat penub harap.

__ADS_1


Rui bersedekap. "A-Yuan, aku sarankan jangan menjadi fansnya. Kau bisa menjadi wanita bodoh dan gendut seperti bab* karena banyak makan."


Zhu dan Mei tergelak mendengar perkataan Rui. Yukihira yang mendengar itu ingin sekali memukul kepalanya, tapi ditahan karena sedang banyak orang di sekitar mereka.


"Ngomong-ngomong, A-Yuan. Pakaian yang kau gunakan ini sangat indah. Kau baru membelinya?" tanya Mei.


Yuan Lu menggeleng, dia mengatakan jika baju itu adalah pemberian Yukihira. "Bajunya sangat nyaman, aku menyukainya."


Yukihira yang mendengar itu langsung merasa ada bunga-bunga dalam hatinya. Dia menyentuh pipi Yuan Lu dan berkata, "Aku bisa mati karena pesona Yuan Lu!"


Mei mengerenyit mendengar kerkataan Yukihira. "Apakah itu cara mati yang baru?"


Yukihira tidak menjwab. Dia malah lebih fokus pada Yuan Lu. "Mari kita berikan ucapan selamat dulu kepada pemilik acara," ajak Yukihira.


Kedua tangan Yukihira membawa kursi roda Yuan Lu ke arah pengantin. Namun saat Yuan Lu melihat sekilas ke arah pengantin, dia langsung memegangi dadanya yang semakin terasa sesak seolah dia kehabisa oksigen. Hal itu luput dari pengawasan Yukihira karena dia fokus membawa Yuan Lu untuk bersalaman dengan sepasang pengantin itu.


Bersambung ....


Senin, 01 November 2021


Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk yang selalu sabar menunggu dan wembaca. Diung terus cerita Endless Love yaaa.

__ADS_1


Terima Kasih (☞゚∀゚)☞


__ADS_2