Endless Love

Endless Love
Patah Hati Yang Sebenarnya


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan puku 12 malam, tapi XueHe belum juga pulang ke rumah. Padahal hari itu Alexa yakin bukan jadwal XueHe berjaga di rumah sakit. Namun dia tetap menunggu suaminya pulang ke rumah.


Pukul tiga dini hari Alexa mendengar suara mobil berhenti. Dia mengintip dari jendela, rupanya itu XueHe. Alexa segera membuka pintu dan menyambutnya. Namun bau alkohol membuat Alexa sedikit menghindar.


"Xue, kau mabuk?" tanya Alexa.


XueHe tidak menjawab pertanyaan Alexa, dia malah menarik lengan Alexa sambil menggumamkan sesuatu. Meski samar tapi Alexa bisa mendengarnya, suaminya saat ini sedang menggumamkan nama Yuan Lu.


Jemari Alexa mengepal. Hatinya berdegup tidak karuan. Dia menuntun XueHe ke dalam kamar sambil menahan kesal bercampur sesak. Bahkan dalam keadaan tidak sadar pun suaminya masih mengingat nama perempuan lain.


"Apa kau secinta itu pada Yuan Lu, Xue?" gumam Alexa. Hatinya pilu setiap kali XueHe menyebut mama perempuan lain.


Alexa melepas sepatu suaminya dan membenarkan tidur XueHe. Saat tangannya hendak melepas kemeja tiba-tiba XueHe manarik tubuh Alexa sampai terjatuh di atas badan XueHe. Alexa berusaha melepaskan diri, tapi ia kesulitan. Kekuatan suaminya jauh lebih besar.


"Kau cantik," gumam XueHe, tangannya menepikan beberapa helai rambut Alexa ke belakang telinga sampai wajah cantiknya benar-benar terlihat jelas. Wajah Alexa terlihat sangat cantik, aroma parfume istrinya terasa sangat harum. Namun yang paling menarik perhatiannya adalah bibir Alexa.


XueHe mendekatkan wajahnya untuk mengecup bibir ranum Alexa yang terlihat begitu menggoda. Dia menggumamkan sesuatu yang membuat Alexa tiba-tiba berontak untuk melepaskan diri.


"Kau mabuk, Xue!" geram Alexa. Dia hendak menjauh tapi tidak bisa karena XueHe menarik paksa lengan Alexa dan merebahkannya dengan posisi XueHe berada di atas tubuh Alexa.


"Yuan Lu! Bukankah kita sudah suami istri? Aku menginginkanmu." XueHe melepas kancing bajunya satu persatu.

__ADS_1


"Tidak, Xue! Jangan begini! Aku Alexa, bukan Yuan Lu!" Suara Alexa parau, tenggorokannya terasa kering sampai dia kesakitan untuk mengeluarkan suaranya. Suaminya sungguh tidak mengindahkan perkatannya. XueHe malah meneruskan aksinya dengan mencumbui istrinya yang dia kira itu adalah YuanLu.


Salah! Alexa merasa itu adalah kesalahan besar. XueHe mulai melancarkan ciuman panas yang membuatnya terbuai. Meski air matanya terus mengalir tapi Alexa mulai menikmati setiap sentuhan yang diberikan XueHe.


...***...


Embusan angin pagi sedikit meningkap selimut yang membaluti tubuh Alexa. Dia mendesis dan membenarkan selimutnya. Tangannya meraba ke samping tempat XueHe tertidur.


Alexa membuka kedua matanya. Sebelah tempat tidurnya sudah kosong. Dia melihat jam di dinding sudah pukul sepuluh pagi. Ini pertama kalinya dia bangun siang. Untung saja hari ini bukan hari dinasnya, jadi dia bisa meneruskan tidurnya.


Tubuhnya masih terasa sakit apa lagi bagian bawahnya. Entah sudah berapa kali semalam dia melakukan hubungan inti dengan suaminya.


Sebuah ketukan pintu membuat Alexa mengurungkan niatnya untuk kembali tidur. Salah satu pelayan berbicara di luar kamar bertanya soal sarapan.


"Baik, Nyonya Muda."


Alexa memang ingin sekali merasakan sarapan di luar rumah. Pekerjaan dan hal-hal yamg terjadi belakangan ini sudah menguras banyak energinya. Dia butuh hiburan.


Sebenarnya hal yang paling Alexa inginkan adalah waktu. Dia ingin menikmati waktunya bersama XueHe berdua saja walau hanya seharian. Namun, suaminya yang semakin dingin membuatnya tidak berani berharap lebih. Kejadian semalam sudah menjadi bukti kuat jika dirinya akan semakin sulit mendapatkan hati XueHe.


...***...

__ADS_1


Dari sekian banyaknya tempat makan, Alexa merutuki kebodohannya karena tanpa sadar malah memberhentikan mobilnya di rumah makan dekat kampus Yuan Lu.


Alexa mengurungkan niatnya untuk sarapan dan memilih untuk kembali ke rumah. Sayangnya, ketika dia hendak memundurkan mobil tiba-tiba ada mobil lain yang parkir tepat di belakang mobilnya. Nahasnya, si pemilik mobil tetsebut sudah keluar dan masuk ke dalam rumah makan tersebut.


"Kenapa aku harus ke tempat ini, Tuhan. Rasanya aku ingin menenggelamkan tubuhku ke dalam tanah saja."


"Hari ini sungguh sial!" racaunya.


Dengan berat hati, Alexa pun mengalah pada takdir dan masuk ke dalam rumah makan tersebut dengan mood yang sudah kacau.


Alexa ingin duduk di tempat yang agak jauh dari pengunjung. Dia menemukan sebuah tempat yang memiliki perbedaan sendiri. Tempat duduk di dekat jendela yang berada di paling ujung.


Saat Alexa hendak mendudukkan dirinya di kursi tersebut, tiba-tiba seseorang ikut duduk di kursi depannya.


"Ah, maaf ini tempat duduk saya," ujar orang itu.


Alexa mengerenyit saat melihat siapa yang duduk di hadapannya. "Yuan Lu?"


Bersambung ....


Senin, 29 November 2021

__ADS_1



__ADS_2