Endless Love

Endless Love
Cinta Pandangan Pertama


__ADS_3

Delapan tahun lalu ....


Anak laki-laki yang baru saja memasuki usia remaja terlihat kagum dengan wajah ceria lawan bicaranya. Nama anak itu adalah Yuan Lu, dia terlihat asik saat menceritakan teman sekolahnya yang lama. Ini adalah pertama kalinya Yukihira melihat Yuan Lu di sekolahnya. Dia bisa bertemu dengan Yuan Lu karena diajak oleh Nara.


"Jadi alasanmu pindah sekolah karena teman lamamu?" tanya seorang anak perempuan yang duduk di samping Yuan Lu, dia Nara.


"Benar, aku membantunya karena dia selalu jadi target pembullyan, tapi hal itu malah berimbas kepadaku. Ya Tuhan, apa untungnya membully teman sendiri," gerutu Yuan Lu.


"Ngomong-ngomong, apakah kalian berdua senang ke acara bazar buku?" tanya Yuan Lu kepada dua teman bicaranya.


Kedua orang itu mengangguk. "Aku dan Akihiko senang ke bazar buku. Sayangnya itu hanya terjadi setahun sekali. Aku dengar sekolah ini juga sering mengadakan bazar setiap tahunnya."


Yukihira mencubit seragam Nara. "Jangan panggil aku Akihiko, panggil Yukihira saja."


"Namamu 'kan Akihiko," tukas Nara heran dengan respons Yukihira yang langsung memasang wajah masam.


Yuan Lu mengabaikan percakapan Nara dan Yukihira. Dia menggenggam tangan kedua temannya. "Ayo kita pergi ke bazar. Ada banyak buku yang ingin aku beli."


Saat itu hati Yukihira semakin tidak karuan karena tangannya disentuh Yuan Lu, ditambah lagi dia bisa melihat dengan jelas sinar warna bola mata Yuan Lu yang begitu indah sampai membuatnya semakin terpana.


Yukihira menggenggam balik lengan Yuan Lu. "Me-" suaranya tiba-tiba tertahan membuat Yuan Lu dan Nara jadi menoleh ke arahnya.

__ADS_1


"Me-menikah lah denganku, A-yuan!" ujar Yukihira dengan gugup. Wajahnya kini sudah seperti tomat merah.


"Hee? Tidak mau!" singkat Yuan Lu langsung membuat Yukihira hendak menangis. Genangan air matanya siap menetes, tapi dia menghapusnya dengan cepat.


"Kenapa? Aku tampan, hebat, pandai, bahkan banyak perempuan yang menyukaiku! Aku juga pahlawan baja besi!"


Nara dan Yuan Lu bergeming cukup lama sampai akhirnya mereka tergelak hingga mengeluarkan air mata. Bagaimana bisa anak SMP melamar Yuan Lu, apa lagi melamarnya sampai menangis.


"Mana mungkin aku menikah denganmu? Kita masih sekolah, Yukihira," jelas Yuan Lu ketika tawanya perlahan mereda.


"K-kalau begitu ayo menikah setelah lulus SMA!"


"Tidak."


"Tidak!"


"Kau harus mau, A-Yuan!"


"Dari mana panggilan A-Yuan itu? Kita tidak seakrang itu!" geram Yuan Lu. Yukihira hanya mengembungkan pipi tak acuh sambil bersedekap.


Nara yang melihat perdebatan itu hanya menepuk pelan dahinya. Dia menghela napas berat dan berusaha menahan diri karena telinganya tepat di tengah-tengah antara Yuan Lu dan Yukihira.

__ADS_1


...***...


Sejak insiden lamaran di dalam kelas itu, Yukihira terus berjuang untuk mendapatkan jawaban Yuan Lu. Meski sudah ditolak sebanyak sepuluh kali, dia tetap tidak menyerah demi cintanya.


Sampai ketika di mana mereka lulus SMP dan memilih sekolah selanjutnya. Nara dan Yuan Lu memilih sekolah yang sama. Mereka pikir Yukihira tidak akan masuk di sekolah yang sama, tapi ternyata mereka bertemu kembali.


"A-Yuan," panggil Yukihira melambaikan tangannya. Tepat di belakang Yukihira ada beberapa anak laki-laki yang berjalan mengikutinya.


"Wah, rupanya kita benar-benar berjodo ya." Wajah Yukihira terlihat semringah. Dia mendekat dan berjalan mensejajarkan langkah kakinya dengan Yuan Lu.


"Selamat pagi Tuan Puteri Yuan Lu," sapa Yukihira.


Yuan Lu hanya tersenyum membalas sapaan itu. Sedangkan Nara mengerling malas. Dia harus satu sekolahan lagi dengan Yukihira. Padahal mereka sudah satu sekolahan sejak sekolah dasar.


"Kenapa kau ada di sekolah ini?" sungut Nara tidak suka. Apa lagi melihat senyum Yukihira yang tidak kunjung usai membuatnya semakin sebal.


"Karena A-Yuan ada di sini."


Nara menghentikan langkah kakinya, dahinya mengerenyit saat mendengar jawaban Yukihira. "Kenapa kau tau Yuan Lu masuk ke SMA ini?"


"Karena cinta itu sensor yang paling kuat," ujar Yukira sembari mengedipkan salah satu matanya. Yuan Lu dan Nara mengerling malas.

__ADS_1


Bersambung ....


Sabtu, 06 November 2021


__ADS_2