Endless Love

Endless Love
Pernikahan


__ADS_3

Xue He tidak tahu harus melakukan apa. Sudah satu bulan lebih dia mencari keberadaan Yuan Lu tapi Tetap tidak membawakan hasil apa pun. Hal itu membuatnya frustasi dan ingin menyerah. Apa lagi dua hari lalu ayahnya pulang ke rumah dan membicarakan soal pernikahan.


Pernikahan itu adalah impian Yuan Lu. Gadisnya sangat ingin diperkenalkan pada keluarganya, tapi bagaimana dia bisa melakukan itu jika Yuan Lu tidak diketahui dimana keberadaannya. Rasa bersalah pun terselip dalam hatinya.


Seandainya dia mengabulkan permintaan Yuan Lu sejak awal, mungkinkah takdir akan berjalan baik?


"Tuhan, sebenarnya di mana Yuan Lu sekarang?" gumamnya.


Dia berpikir harus segera menemukan Yuan Lu atau dia akan dijodohkan dengan Alexa. Sebuah mimpi buruk yang akan selalu menghantui hidupnya karena menikah dengan perempuan yang tidak dia cintai.


Xue He merebahkan tubuhnya di atas sofa, matanya hampir terpejam tapi suara ketukan pintu membuatnya kembali membuka mata. Dia melihat salah satu pelayan datang sambil memegang telepon.


"Tuan Muda, ada telepon dari Tuan Rui," ujar pelayan itu memberikan telepon.


Xue He hanya tersenyum dan menyuruh pelayannya keluar dari ruang baca pribadinya.


"Ada apa, Rui?"


[Rui : Kau senggang? Bisa bertemu?]


"Penting? Aku ke rumahmu sekarang." Xue He langsung mematikan ponselnya sebelum mendapat jawaban dari Rui.


...***...


"Jadi, apa yang mau kau bicarakan?" tanya Xue He tanpa basa basi. Dia sedang tidakbingin menghabiskan waktunya untuk sesuatu yang tidak penting.

__ADS_1


Rui menyesap kopi panasnya. "Hentikan pencarian Yuan Lu."


Xue He mengerenyit tidak suka. "Apa maksudmu?"


"Dia sudah ditemukan."


Wajah Xue He langsung semringah. "Benarkah? Kapan kau menemukannya?"


"Satu minggu lalu."


Xue He mengerenyit. Sudah selama itu Rui mengetahui keberadaan Yuan Lu, tapi dia baru memberi tahunya sekarang.


"Kenapa kau baru memberi tahuku? Kau tau aku mencemaskan keadaannya!" geram Xue He. Dia sungguh kesal dengan Rui.


"Kau harus melupakan Yuan Lu." Lagi-lagi Rui mengatakan hal yang tidak ingin didengar Xue He.


"Jangan bercanda! Apa maksudmu aku harus melupakannya? Aku mati-matian mencari Yuan Lu!" geram Xue He.


"Aku tidak bercanda."


"Lalu apa maksudmu mengatakan itu?"


Rui hanya mendengkus lalu tertawa pelan sambil menerima kemarahan Xue He. Hatinya geli juga kesal di saat yang sama. Kenapa dia semarah itu padahal dia sendiri sudah menoreh luka di hati adik sepupunya.


Mulai dari kejadian malam saat mereka pulang berkencan. Yuan Lu mengunci dirinya di dalam kamar sepanjang malam. Lalu permintaan untuk dikenalkan ke orangtuanya tapi tidak dikabulkan, dan yang paling membuatnya kesal adalah insiden ciuman Xue He di rumah sakit yang membuat Yuan Lu diam seribu kata di rumah.

__ADS_1


Lalu setelah semua kejadian itu Yuan Lu pergi ke Jepang tapi kejadian tidak terduga malah merenggut semua ingatannya kecuali kakaknya, Zhu. Hanya satu orang itu yang diingatnya.


Mengingat semua kejadian itu membuat Rui kesal sampai ingin memukul wajah orang yang sedang mencengkran bajunya. Betapa tidak tahu dirinya Xue He, tapi dia malah bersikap seolah dia yang paling tersakiti.


Rui berterima kasih pada anak buahnya yang sudah mengikuti adik sepupunya selama pergi keluar. Dia jadi tahu betapa busuknya Rui yang tidak bisa menjaga hati Yuan Lu.


"Lupakan Yuan Lu," ujar Rui sekali lagi. Mimik wajahnya nampak begitu serius saat mengatakan itu.


"Jangan asal bicara. Bagaimana aku bisa melupakan orang yang kucintai!" tekan Xue He tidak terima.


Rui mulai geram dan membalas cengkraman Xue He. "Sebelum kau katakan mencintainya, tanyakan dulu hatimu, benarkah kau mencintainya atau kau hanya kasihan?"


Xue He mengendurkan cengkramannya. Dia tidak paham maksud dari perkataan Rui. Kasihan kepada Yuan Lu dalam hal apa? Selama ini dia sangat mencintai Yuan Lu dan mau melakukan apa saja untuk kekasihnya.


"Kau ingat kejadian dua tahun lalu 'kan, Xue He? Bagaimana Yuan Lu mengejarmu selama itu bahkan dia memberanikan diri untuk menyatakan cintanya terlebih dulu. Padahal usia kalian terpaut tujuh tahun. Belum lagi sikapmu yang terlalu dingin sampai membuatnya patah hati berkali-kali."


"Itu masa lalu, Rui. Untuk apa mengingatnya!" geram Xue He.


"Kalau begitu aku juga bisa bilang jika hubungan kalian kemarin adalah masa lalu!" bentaknya menepis lengan Xue He, "Yuan Lu sudah terluka!"


Emosi yang tidak stabil membuat Xue He semakin geram sampai membuatnya meninju wajah Rui hingga dia tersungkur. "Bajingan!"


Xue He meninggalkan kediaman Rui dengan perasaan kacau. Dia akan terus mencarinya karena tidak ingin kehilangan Yuan Lu lagi.


Bersambung ....

__ADS_1


Selasa, 26 Oktober 2021


__ADS_2