Endless Love

Endless Love
Pertemuan


__ADS_3

Hubungan Xue He dan Yuan Lu semakin membaik, bahkan terlalu baik. Hal itu membuat Nara yang sedang memerhatikan keromantisan sahabatnya agak khawatir.


Dari pengalamannya sebagai pendengar para wanita yang sering patah hati, hal yang seperti ini pasti akan berujung ke masalah yang lebih besar. Bisa saja salah satu dari mereka akan pergi atau justru keduanya memilih saling melepaskan diri.


Nara segera menepis pikiran negatif tersebut dan pergi tanpa berpamitan pada Yuan Lu.


"Pekan ini Kakak libur?" tanya Yuan Lu.


"Mm, kenapa?"


"Kita keluar, ya. Sudah lama tidak pergi."


Xue He hanya mengangguk dan mengusap kepala Yuan Lu yang sedang bermanja padanya. "Kita mau ke mana?"


"Piknik!" ujar Yuan Lu penuh semangat.


Xue He bergeming, dia sedikit menimbang-nimbang. Pergi piknik ke tempat yang diinginkan Yuan Lu biasanya selalu jauh, sedangkan dia tidak bisa pergi meninggalkan tugasnya sebagai dokter. Terlebih dia juga memiliki adik yang harus dirawat olehnya sendiri.


Yuan Lu tersenyum saat melihat Xue He yang tidak langsung merespons permintaannya. Dia mengalah, "Kita pergi saja makan malam bersama, Kak. Tidak usah piknik, lain kali saja."


Memang itu yang dikatakan oleh Yuan Lu, walau sebenarnya berbeda dengan hatinya yang sedang memendam kecewa tapi tidak bisa diungkapkan karena posisinya serba salah.


"Atau kalau perlu kita makan di rumah Kak Zhu saja? Emm, Kakak bisa masak di sana." Kali ini Yuan Lu memberikan pilihan terbaik. Dia merasa makan malam bersama Xue He dan masak bersama sepertinya lebih menyenangkan daripada pergi keluar yang hanya membuatnya kelelahan.

__ADS_1


Xue He tersenyum dan langsung mengiyakan. Melihat kekasihnya yang cepat merespons Yuan Lu merasa lega. Setidaknya dia masih bisa bersama dengan Xue He, kan? Soal kencan di luar bisa kapan saja.


...***...


Semua permintaan Yuan Lu bagaikan angin lalu. Nyatanya sudah dua jam lebih dia menunggu di rumah tapi Xue He tidak kunjung datang. Satu pesan sebagai perwakilan dari hadirnya pun tidak Yuan Lu dapatkan.


Yuan Lu melihat jam di dinding sudah pukul sembilan malam. Satu hal yang dia yakini, Xue He tidak mungkin datang. Pada akhirnya dia masak sendiri untuk mengisi perutnya. Makan seadanya dengan bahan yang bisa dia olah sendiri.


Meskipun dikecewakan, tapi Yuan Lu bukan gadis yang lemah ketika sedang patah hati. Soal makan tetap lah prioritasnya walau hanya sesendok makan. Setidaknya itu ia lakukan sebagai syarat agar tubuhnya tidak lemah.


"Tahu begini lebih baik aku terima ajakan Kak Rui keluar!" gerutunya. "Kak Xue He! Awas kau kalau bertemu, kupastikan tidak bisa jalan lagi!". Yuan Lu menancapkan pisau dapur ke meja dengan kesal.


Dua sendok nasi goreng dan segelas air sudah berhasil masuk ke dalam tubuhnya. Perutnya mendadak kenyang dan dia pergi ke kamar mengikuti instingnya yang mulai mengantuk. Baru saja dia hendak merebahkan tubuhnya ke atas kasur, tiba-tiba ponselnya berdering, di sana tertera nama Nara.


"Kau ada di rumah? Ayo keluar sebentar, ada yang mau aku tunjukkan padamu."


"Apa?"


"Jangan banyak tanya, aku jemput sekarang, ya."


Panggilan itu berakhir sepihak. Jika bukan sahabatnya, mungkin Yuan Lu sudah memaki-maki orang itu, tapi lain cerita jika Nara pelakunya.


Walau sebenarnya Yuan Lu malas keluar karena sudah malam, tapi dia tetap mengikuti perkataan Nara dan sudah berdiri di depan pagar rumah. Samar-samar dia bisa melihat seorang perempuan yang melambaikan tangannya dari luar jendela mobil taxi. Yuan Lu bisa menebak kalau itu Nara. Tidak ada orang lain lagi selain Nara yang bertingkah seperti itu kalau melihat orang yang dekat dengannya.

__ADS_1


Mobil taxi berhenti tepat di depan Yuan Lu. Nara membuka pintu mobil dan menyuruhnya masuk.


"Kita mau kemana?" tanya Yuan Lu, dia menyamankan posisi duduknya.


"Sebuah rumah makan. Di sana ada banyak makanan yang kau suka! Aku berani jamin makanannya enak, dan penyakit malas makanmu akan hilang," jelas Nara penuh antusias. Sedangnkan yang diajak bicara hanya mengerling malas dan menghela napas. Dia sudah tidak peduli mau dibawa ke mana oleh Nara.


Mobil taxi melaju dengan cepat sesuai permintaan Nara. Mereka berhenti tepat di depan rumah makan yang bertuliskan 'Restourant Yukihira'. Sebuah nama yang terasa tidak asing bagi Yuan Lu.


Nara keluar dari dalam mobil dan menarik lengan Yuan Lu untuk segera masuk ke dalam. Saat tiba di sana, Yuan Lu terkejut karena melihat banyak teman sekolahnya yang sedang makan sambil tertawa.


"Bukankah reuninya masih minggu depan?" tanya Yuan Lu.


Nara mengangguk, "Memang bulan depan, tapi kami ke sini karena diundang oleh Yukihira secara langsung."


"Yukihira?" Yuan Lu memastikan


"Iya."


Beberapa orang di sana melambaikan tangan ke arah Yuan Lu dan Nara. Mereka menyambutnya dan ikut bergabung. Baru saja beberapa langkah Yuan Lu mendekat, tiba-tiba seseorang menyapanya dengan sebutan 'tuan putri.'


Yuan Lu segera menoleh dan mendapati laki-laki yang lebih tinggi darinya sambil tersenyum. "Lama tidak bertemu, Tuan Putriku."


Bersambung ....

__ADS_1


Minggu, 10 Oktober 2021


__ADS_2