Endless Love

Endless Love
Detak Jantung


__ADS_3

Yuan Lu menunggu Yukihira yang sedang memberi selamat kepada XueHe dan Alexa. Sebenarnya dia menolak untuk mendekati pengantin itu. Perasaannya sejak datang ke tempat itu tidak pernah tenang. Sesak, gelisah, sakit, semua menjadi satu.


Tangan kanannya yang kurus memegangi dadanya. Dia bisa merasakan detak jantungnya lebih cepat dari biasanya.


"Ya Tuhan, kenapa cepat sekali. Apa aku akan mati?" gumam Yuan Lu menahan tawa.


Yuan Lu melihat Yukihira yang masih berbicara dengan pengantin pria. Kedua laki-laki itu meboleh ke arahnya membuat Yuan Lu tersenyum dan melambaikan tangannya.


Dia tidak memedulikan apa yang dibicarkan Yukihira dan XueHe. Saat itu dia hanya ingin Yukihira segera kembali dan pergi dari sana.


Sayangnya Yukihira tidak juga segera kembali. Hal itu membuat Yuan Lu terpaksa menggerakkan kursi rodanya untuk pindah ke tempat lain, tapi dia kesulitan.


Seorang perempuan datang menghampirinya dan menawarkan bantuan. Awalnya Yuan Lu menolak karena tmnerasa tidak enak hati, tapi perempuan itu berkata jika dia salah satu dari adik mempelai pria. Jadi, semua hal yang ada di dalam aacara itu adalah tanggung jawabnya.


"Terima kasih banyak atas bantuannya," ujar Yuan Lu.


Perempua tersebut terlihat kikuk dan bingung. Dia memerhatikan Yuan Lu dengan tatapan aneh dan penasaran.


"Apakah kau datang ke sini atas undangan salah satu dari penganti itu?" tanya perempuan tadi.


Yuan Lu melambaikan tangan. "Tidak, tidak. Aku datang bersama tunanganku," dia menunjuk Yukihira, "nah, itu di sana. Dia sedang berbicara dengan mempelai pria."


Mata perempuan itu terblalak, tatapannya kembali ke arah Yuan Lu dan betkata, "Bukankah itu Yukihira? Apakah kau tunangan Yukihira?"


Mendengar perempuan itu mengetahui nama Yukihira membuat kedua mata Yuan Lu berbinar. Dia merasa senang karena yang membantunya adalah teman dari tunangannya.


"Ya, aku tunagannya! Tapi aku tidak terlalu ingat kapan kami bertunangan."


"Kenapa kau tidak ingat?"

__ADS_1


"Aku kehilagan ingatanku." Yuan Lu mengusap leher belakangnya.


Perempuan itu mengerenyit dan kembali memberi pertanyaan. "Kenapa? Kenapa bisa lupa ingatan? Sejak kapan?"


Yuan Lu nampak berpikir cukup lama sampai wajahnya sedikit pucat. Namun hasilnya nihil, dia tidak bisa mengingat apa pun. Justru kepalanya malah terasa sakit. Dia melambaikan tangannya dan meminta maaf karena tidak bisa mengingat apa pun.


"Oh, ya. Siapa namamu?" tanya Yuan Lu.


"Se- maksudku Anna."


Yuan Lu membentuk bibirnya seperti hurup 'o'. Mereka berdua terus berbincang sampai Yukihira datang.


"A-Yuan, apa aku membuatmu menunggu lama? Maafkan aku," ujar Yukihira.


"Tidak apa-apa. Lagi pula ada yang menemaniku di sini." Yuan Lu menggenggam lengan Anna, "lihat, dia Anna. Katanya temanmu."


"Yukhira, apa kau sudah selesai? Bisa kita pulang sekarang?" ajak Yuan Lu.


"Dengan senang hati. Tapi bisa tunggu sebentar? Aku harus meninggalkan pesan kepada kepala koki di dapur."


Yuan Lu mengacungkan jempolnya. "Cepat kembali."


...***...


"Kenapa kau bisa bertemu dengannya?" tanya Yukihira.


Yuan Lu memegang dagunya sedikit berpikir. "Mmm, aku mau pindar dari tempat di mana kau meninggalkanku. Tanganku susah menggerakkan kursi roda, tiba-tiba Anna datang dan membantuku."


Yukihira mengerenyit. Dia membatin, kenapa Seina memperkenalkan dirinya ke Yuan Lu dengan nama Anna.

__ADS_1


"Apa saja yang kalian bicarakan?" tanya Yukihira lagi.


"Tidak banyak, hanya nama. Lalu makanan, dan terakhir dia bertanya padaku 'benarkah kalian berdua bertunangan?' begitu. Dia juga terlihat penasaran kenapa aku bisa kehilangan ingatanku."


Yukihira bergeming, tubuhnya tiba-tiba menegang. Namun dia segera merilekskan tubuhnya dengan menghela napas beberapa kali.


Tangannya terulur untuk mengusap kepala Yuan Lu. Sebesit rasa bersalah melintasi hatinya. Dia belum bisa mengatakan kalau dirinya bukan tunangan Yuan Lu. Namun, rasa takut kehilangan membuatnya egois dan mengiyakan semua perkataan Yuan Lu termasuk anggapan jika dirinya adalah tunangan Yuan Lu.


"Yukihira, apakah kedua mempelai tadi temanmu?" tanya Yuan Lu.


"Entah lah, aku tidak bisa mengklaim mereka adalah temanku, tapi aku juga tidak bisa bilang kalau mereka bukan temanku," jelas Yukihira membuat mata Yuan Lu berkedut beberapa kali.


"Mempelai pria bernama XueHe, dulu kau sangat mengenalnya. Dan istrinya itu Alexa, aku baru mengenalnya akhir-akhir ini."


Yuan Lu mengangguk seolah paham, lalu dia kembali bertanya, "Lalu apa yang kalian bicarakan? Kenapa lama sekali?"


Yukihira tidak menjawab, tepatnya dia enggan menjawab pertanyaan itu karena tidak ingin memberitahu Yuan Lu.


Melihat tidak ada reaksi atau tanda-tanda Yukihira akan menjawab pertanyaannya, Yuan Lu langsung mendekatkan dirinya dan memasang wajah muram.


"Berhenti memasang wajah aneh begitu!" tukas Yukihira, "lebih baik kau tidak usah dekat-dekat dengan mereka berdua. Mereka adalah pemangsa manusia bodoh!"


Yuan Lu mendelik. "Maksudmu aku bodoh?"


"Aku tidak bilang." Wajah Yukihira terlihat biasa saja, tapi anehnya hal itu malah membuat Yuan Lu semakin kesal. Pada akhirnya perjalanan pulang mereka dipenuhi dengan keributan kecil tapi terasa sangat hidup.


Bersambung ....


Selasa, 02 November 2021

__ADS_1


__ADS_2