
Beberapa hari lalu ....
Kedatangan Yukihira awalnya tidak disadari oleh XueHe. Dia baru mengetahunya ketika Yukihira sudah berada di hadapannya untuk mengucapkan selamat. Namum hal yang paling membuatnya terkejut adalah ketika Yukihira memberi tahu jika perempuan yang selama ini dicarinya sedang berada di acara pernikahan mereka.
Yukihira membisikkan jika perempuan yang datang bersamanya adalah Yuan Lu. XueHe membeku ketika mendengar itu. Dia tidak melepas pandangannya dari perempuan yang sedang duduk di atas kursi roda.
XuheHe ingin menghampirin, tapi tangannya ditahan Alexa. Dia melihat wajah Alexa yang sendu. Dia tidak tega melihat Alexa bersedih, tapi juga melihat Yuan Lu yang sedang tersenyum di atas kursi roda membuat hatinya bahagia meski pandangan Yuan Lu bukan ke arahnya.
Yukihira berkata, "Cukup sampai di sini saja, XueHe. Dia memang sudah kembali tapi tidak dengan kenangannya."
"Apa maksudmu?" geram XueHe tidak paham.
Yukihira tertawa pelan. Dia tidak menyangka XueHe yang pintar sampai tidak menyadari keadaan disekitarnya.
"Coba tanyakan pada ayahmu." Setelah mengatakan itu Yukihira pergi dari sana menghampiri Yuan Lu.
XueHe membanting gelas yang ada di genggamannya. Kepalanya berdenyut keras sampai matanya berkunang-kunang. Ingatan beberapa hari lalu masih terngiang dalam kepalanya.
"Kenapa Yuan Lu!" geramnya dengan suara pelan, "kenapa kau tidak datang sebelum aku menikah! Kenapa!"
Dia berteriak begitu keras sampai beberapa pelayan terkejut. Bahkan Alexa yang sejak tadi melihatnya dari balik dinding kamar hanya bisa menggigit bibir bawahnya.
Alexa tidak berani menghampiri XueHe yang sedang dikuasai amarah. Dia ingin mendekat tapi rasa takutnya lebih besar dari keberaniannya. Bukan hanya itu saja, posisinya dalam hati XueHe juga masih belum jelas.
Status mereka berdua memang sudah menjadi suami istri, tapi cintanya masih belum bisa Alexa miliki.
Karena tidak sanggup melihat keadaan suaminya, Alexa kembali ke dalam kamar dan menyembunyikan dirinya dibawah selimut dengan perasaan sesak.
Di luar kamar, XueHe masih meratapi cintanya yang pergi lalu datang di waktu yang salah. Dia merutuki dirinya karena terlambat menemukan Yuan Lu. Dia juga menyalahkan Yuan Lu yang tiba-tiba pergi dan membuat kehidupannya hancur.
"Aku harus bagaimana untuk bisa menggapaimu, Yuan Lu. Jika kau bersabar sedikit saja, aku pasti bisa mengenalkanmu dengan orangtuaku. Jika saja kau mau menunggu sedikit lagi, mungkin kita sudah menikah sekarang."
__ADS_1
Air mata XueHe tidak kunjung berhenti. Sesak di dadanya begitu menyakitkan sampai dia kesulitan bernapas. Tangannya tidak sengaja menyenggol beberapa gelas yang ada di dekatnya sampai jatuh ke lantai.
Dia memegang dadanya yang semakin sakit. Pelayan yang sejak tadi ada di sana memerhatikan XueHe langsung menghampiri. Mereka membantu XueHe pindah ke sofa. Salah satu dari mereka memanggil Alexa.
Saat Alexa keluar dari kamar, dia terkejut melihat lantai sudah banyak sekali pecahan beling.
"XueHe!" panggil Alexa khawatir. Dia menyentuh wajah XueHe dan memeriksa denyut nadinya.
"XueHe, tenanglah, atur napasmu pelan-pelan. Jangan panik, oke."
XueHe sedikit mendengarkan. Dia mencoba sebisa mungkin mengatur napasnya sampai sesak itu sedikit mereda. Namun setelah itu dia menangis.
"XueHe, tenanglah."
"Dia kembali, Alexa. Dia kembali! Tapi aku ... aku menyakitinya dengan pernikahan ini!" ujar XueHe.
Buyan, salah satu pelayan XueHe yang tahu betul siapa yang dimaksud XueHe mulanya terkejut, tapi dia hanya bisa memejamkan kedua matanya. Dia adalah supir yang selalu menemani ke mana XueHe dan Yuan Lu pergi.
Jantung Alexa berdegup kencang saat itu. Jika Yuan Lu kembali, artinya kehidupannya setelah menikah tidak akan mudah. Perasaan kesal dan cemburu pada Yuan Lu, dan juga iba pada XueHe membuat hatinya tidak karuan.
"Aku ingin menemuinya Alexa. Aku ingin memastikan apa saja yang terjadi dengannya! Tapi aku tidak bisa. Bahkan, Rui yang tau keberadaan Yuan Lu saja tidak memberitahuku sama sekali. Dia hanya mengatakan Yuan Lu sudah ditemukan dan menyuruhku berhenti! Kenapa Alexa, kenapa mereka kejam! Aku harus bagaimana?"
Alexa melepas pelukannya dan menangkup wajah XueHe. "Tenangkan dirimu, XueHe. Jernihkan pikiranmu."
"Kalau kau memang seingin itu bertemu dengan Yuan Lu, besok kita pergi ke kediaman Zhu untuk menemuinya. Kau bilang dia tinggal bersama kedua sepupunya 'kan?" ujar Alexa.
"Jangan gila, Alexa! Bagaimana aku bisa menemui Yuqn Lu sedangkan kita sudah menikah. Idemu hanya membuatku terlihat seperti laki-laki tidak tahu malu dihadapannya!"
Alexa bergeming mendengar perkataan XueHe. Ini kali pertama dia melihat XueHe marah dan membentaknya. Selain itu, meski dia memberi ide seperti itu, tapi hatinya tidak bisa berbohong jika dia tidak ingin XueHe dan Yuan Lu bertemu kembali. Dia takut cinta mereka bersemi dan posisinya sebagai istri akan tersisihkan.
...***...
__ADS_1
Pagi itu XueHe sudah tidak ada di rumah. Dia juga tidak meninggalkan memo apa pun. Saat ini dia berada di dekat kediaman Zhu ditemani oleh Buyan.
Dari dalam mobil dia bisa melihat Yuan Lu sedang duduk di kursi roda bersama Zhu dan Rui. Wajah perempuannya terlihat begitu cantik meski masih ada bagian yang dibaluti perban.
"Apa yang sudah menimpamu selama jauh dariku, Yuan Lu," gumam XueHe.
Hatinya gundah, ingin sekali XueHe menghampiri Yuan Lu tapi dia ragu. Apa yang mau dia katakan? Apa dia harus mangatakan jika dirinya adalah kasih Yuan Lu, sedangkan dia sudah tahu XueHe adalah suami orang lain.
Banyak pertanyaan yang menumpuk dalam pikirannya, tapi tidak satu pun yang berani ditanyakan kepada Yuan Lu. Dia terlalu takut menghadapi kenyataan yang sudah membuatnya terbelenggu.
"Tuan Muda, apa kita ke sana saja?" tanya Buyan.
"Jangan, di sini saja."
Buyan hanya mengangguk. Sesekali dia melirik XueHe dari kaca. Wajah tuannya terlihat gelisah sejak melihat Yuan Lu.
Wajah XueHe mendadak penasaran ketika melihat sebuah motor parkir di depan kediaman Zhu. Orang itu mengenakan helm, dan saat dibuka dia mengerenyit.
"Yukihira?"
XueHe tidak bisa mendengar suara mereka, tapi dia bisa melihat dengan jelas kalau Yuan Lu menyambut hangat kedatangan Yukihira.
"Yukihira!" gumamnya.
Bersambung ....
Rabu, 03 November 2021
Kenapa aku merasa lama sekali ngetik ini doang 🗿
__ADS_1