
Setelah semalam mengalami kejadian yang bagi Senja sungguh sangat-sangat menyebalkan. Namun apalah di kata Dia sudah pasti tidak akan bisa menghindar dari laki-laki gila itu.
Pagi ini hari pertama acara tali asih di mulai. Senja hanya sendirian, cukup menegangkan bagi Senja. Presentasi sendiri, menyiapkan bahan sendiri dan semuanya serba sendiri pastinya mentalnya harus kuat. Walau bukan ajang bagus-bagusan, namanya orang pasti ingin menjadi terbaik dan bersaing saling ingin menjatuhkan itu pasti ada.
Senja sudah selesai berbenah, dengan gamis warna pink nude dengan hijab warna hitam dengan tambahan masker untuk menutupi wajahnya Senja percaya dirj memulai hari ini. "Bismillaah.... Mudahkan semuanya Ya Allaah...." Gumamnya menyemangati dirjnya sendiri.
Senja keluar dari kamarnya dan segera melangkahkan kakinya menuju hall yang sudah di siapkan untuk acara kegiatan hari ini. Langkahnya begitu ringan, berharap semua berjalan dengan mudah dan baik. Sesampainya di Hall sudah banyak orang yang tampak konsentrasi menyiapkan materi masing-masing. Dan tentu masih sama dengan orang yang di temui pagi tadi di coffee shop ketika sarapan pagi.
"Hai mbak.... " Sapa salah satu peserta wanita, yang terlihat sangat cantik dengan baju rok span yang ketat, dengan paduan blazer yang serasi.
"Hai juga mbak..."jawab Senja
"Kenalin Aku Nina, mbak namanya siapa? Sendiriankah?"
"Salam kenal mbak Nina, Saya Senja. Iya mbak kebetulan hanya saya yang bisa datang kesini."jawab Senja dengan masih menjaga tata kramanya.
"Duduk sini saja Mbak Senja, masih kosong." Tunjuk Nina pada tempat duduk yang memang masih terlihat belum ada tuannya namun....
"Ibu Senja... Temoat duduk Anda sudah disediakan mari ikut dengan Saya." Ucap Bayu asistent Fajar.
"Terima kasib pak, saya di sini saja."
"Maaf Bu Senja, semua sudah menerima kursinya masing-masing. Mari saya tunjukkan tempat duduk Anda." Pinta Bayu dengan suara tegas dan masih tetao sopan.
"Maaf mbak Nina, Saya tinggal dulu." Yang dijawab anggukan aja oleh Nina.
__ADS_1
Senja akhirnya beranjak mengikuti langkah Bayu, sampai di sebuah meja yang sama sekali tidak orang yang duduk disana. Bagaimana orang akan duduk jika tempat yang akan di dudukinya adalah khusus untuk mereka para petinggi perusahaan.
"Maaf pak, kanapa tidak ada yang diduduk disini pak?"
''Tidak kenapa- kenapa Bu Senja, silakan duduk dan Saya harap bu Senja bisa kami ajak bekerja sama dengan baik. Saya izin undur diri terlebih dahulu, sebentar lagi pak Fajar juga akan sampai."
"Sebentar pak, kenapa Saya harus duduk disinj dengan pak Fajar? Apa tidak tempat diduk lainnya.''
"Karena Anda adalah sekretaris pribadi pak Fajar, jadi disinilah tempa Anda Bu Senja."
"Kenapa harus selalu sama Dia Sih.... Apa Aku ga bisa bernafas barang sebentar saja."gerutu Senja yang masih di dengar oleh Bayu.
"Sudah bu Senja ikuti saja apa kata pak Fajar, bu Senja pasti aman."
"Apanya yang aman orangnya aja udah kayak soang... Ckk... Pak saya pindah saja ya."desak Senja pada Bayu.
"Ck.." Senja berdecak sambil menjatuhkan bokongnya di kursi yang sudah di sediakan. Semua peserta hampir semua sudah berkumpul di ruangan dan sudah siap mengikuti pembukaan. Tak selang, beberapa waktu kemudian Fajar dan para petinggi perusahaan pun datang semua orang berdiri menyambut. Fajar berjalan mendekat pada Senja karena tempat duduknya tepat di sebelah Senja.
"Selamat pagi sayang... CUP !" Senja menegang syok untuk kesekian kalinya dengan tindakan semena-mena sang pemimpin perusahaan. Fajar mengambil kesempatan mengapit pinggang Senja dan meminta microphone pada MC. Setelah microphine di tangan. Fajar dengan lantangnya....
"Selamat pagi semuanya, terima kasih atas kehadiran semua peserta tali asih. Sebelumnya Saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu, Saya Fajar Gumilar Praditya selaku CEO di perusahaan Sky Company. Dan turut Saya akan memperkenalkan wanita cantik di sebelah saya, Senja Lazuardi Permana adalah calon istri Saya. Sayang.... Ada yang ingin Kamu katakan?"
"Ti.... Tidak ada."
"Baiklah mari kita mulai cara berikutnya, dan selebihnya Saya serahkan pada panitia dan moderator."
__ADS_1
Setelah selesai Fajar mendudukkan Senja dan lalu dirinya sendiri. Fajar selalu menempel pada Senja, membuat Senja tidak nyaman. Apalagi tatapan semua orang terrkecuali hanya DBS.
"Pak... Bisakah Anda menjaga batasan Anda." Bisik Senja tepat di telinga Fajar, dasarnya Fajar usil sekali menolehkan kepalanya jadilah bibir mereka saling menempel. Semakin membuat Senja marah, spot jantung, malu ahh rasanya Senja ingin lari dari ruangan ini sekarang juga.
"Ya Allaah, apa dosaku di masalalu kenapa Aku di buat malu di tempat umum seperti ini."gumam Senja dalam hatinya. Sunggu saat ini sangat lah malu yang Dia rasakan. "Ckk... Calon Istri katanya, istri dari Hongkong."gumamnya lagi masih di dalam hati.
Fajar menggenggam erat tangan Senja, yang segera di hempaskan oleh Senja. Namun hal itu tak membuat Fajar patah arang, Diavterus mencoba mendekati Senja.
"Maaf apa Anda tidak faham dengan bahasa manusia!"gertak Senja lirih yang hanya bisa di dengar olehnya dan juga Fajar.
"Aku hanya Faham bahas cinta mu Senja."
"Terserah Bapak,vtapi tolong jaga batasan Anda!"
"Oke, Aku akan jaga batasanku saat ini. Tapi tidak jika setelah kita menikah."bisik Fajar tepat di telinga Senja.
"Astaghfirullaahaladzim....."Senja hanya bisa mengelus dadanya sambil terus beristghfar. "Aku harus pake bahasa apa lagi sama orang ini, biar ngerti."gumamnya dalam hati.
"Maafkan Aku... Hargailah usahaku Senja...."
"tercenung Senje mendengar aeorang CEO merasa tak di hargai, itu yang tertangkap secara jelas di teling Senja.
"Saya bukannya menghargai usaha Anda, tapi Saya belum terbiasa sedangkan seperti sudah kenal lama bersama Saya. Tentu Saya risih..."
"Baik Aku akan pelan-pelan meraih hatimu hmm... Tapi jangan menghindar dariku, biarkan aku seperti ini."
__ADS_1
"Terserah Bapak, suka-suka Bapak!"