
"Maaf...."
DEG
Seketika suasana hening tak ada satupun yang mengeluarkan suara. Fajar yang sudah di liputi rasa kecewa karena merasa perasaan dan pernyataan cintanya di tolak. Sedangkan bunda, kecewa dengan impian yang memiliki menantu yang di idamkan terkubur seketika. Fajar ingin memulai pembicaraannya kembali hanya untuk mengucapkan kata maaf karena sudah terlalu dini mengungkapkan rasa cintanya pada Senja. Namun....
"Maafkan saya pak Fajar, saya tidak munafik tidak ada wanita yang tidak ingin di peristri seorang laki-laki yang mapan, ganteng dan apalagi mencintai kita. Namun saya kembalikan kepada Anda, apakah nanti anda tidak akan malu memiliki istri seperti saya, saya dari keluarga miskin, status saya juga janda dengan 4 orang anak. Saya tidak ingin anda menyesal di kemudian hari."
__ADS_1
"Senja... Apakah kamu meragukan saya? Apakah kamu belum faham apa yang saya ucapkan padamu tadi? Saya tidak memandang fisik dan materi Senja. Yang saya lihat dari akhlaq mu dan sifatmu. Saya harap kamu tidak menolak permintaan saya."
"Pak Fajar...."
"Senja...." Bunda menyela perkataan Senja dan segera mendekat duduk bersisihan dengan Senja, karena takut apa yang akan di katakan Senja akan menyakiti hatinya dan membuatnya kecewa. Setelah apa yang di katakan Senja, wanita parih baya itu jadi faham akan ketakutan Senja. "Sayang... Percayalah kami bukan dari keluarga yang memandang orang hina dari segi strata sosial, bukankah derajat kita semua di mata Allaah adalah sama. Senja, bukan hanya putra bunda yang mengharapkanmu. Bunda juga sangat mengaharapkanmu sayang. Bunda sangat bahagia dan bahkan sudah tidak sabar untuk menyegerakan kalian berdua menikah setelah Fajar memberi tahu wanita yang berhasil mengetarkan hatinya. Sayang bukan berarti bunda membela putra bunda, putra bunda mengalami penghianatan dalam rumah tangganya. Hingga selama 7 tahun putra bunda tak tersentuh, dan bahkan semakin dingin kepada wanita. Namun sejak melihatmu, putra bunda serasa kembali hidup lagi. Bahkan senyumnya kembali terbit di bibirnya. Senja, ini adalah permohonan seorang ibu untuk anaknya. Jadilah menantu bunda dan menikahlah dengan putra bunda. Kami semua menerimamu dengan tangan terbuka, sayang."
"Bunda..." Senja menjeda kata-kata yang akan di ucapkannya, mungkin ini terlalu cepat namun apapun itu semua keoutudan yang di ambil adalah demi putra putrinya di masa depan."Bismillaah.... Senja menerima pinangan pak Fajar. Namun ada hal yang harus saya jelaskan tentang kekurangan saya. In sya Allaah untuk memiliki keturunan lagi Senja masih bisa namun...."Senja menjeda kembali kata-katanya, dan itu membuat 3 padang mata menunggunya dengan sedikit was-was." Namun... Karena di ke empat kehamilan Senja melahirkan dengan caesar kemungkinan jika hamil lagi pun demikian, dan dengan riwayat di kehamilan terakhir saya mengalami preklamsia. Mungkin dengan kondisi saya pak Fajar bisa mempertimbangkan lagi pinangan bapak. Tentu masih banyak perempuan yang lebih sempurna dari saya."
__ADS_1
Fajar sudah tidak bisa lagi menahan untuk tidak berbicara. "Saya menerima segala kekuranganmu, menikah bukan hanya masalah anak Senja. Namun tidak di pungkiri keinginan untuk memiliki keturunan itu pasti ada. Bukankah dunia media sekarang sudah sangat canggih, apa yang perlu di takutkan lagi hmm. Bersiaplah satu minggu lagi kita akan menikah. Akan aku buktikan bahwa aku bisa menjadi laki-laki dan seorang suami yang bisa menjagamu dan juga anak-anakmu."
"Tapi pak...."
"Tidak ada tapi-tapian, sudahi keraguanmu itu. Jika kamu percaya dengan Tuhanmu, maka serahkan semua kepada Tuhanmu dan menerima takdir yang sudah dituliskan untukmu. Setelahnya tawakal, dan menajdi istri yang sholehah untukku."
Senja hanya diam tak bisa berkutik lagi, entah kenapa Senja sama sekali tidak bisa menolak laki-laki didepannya. Tidak bisa membantah sama sekali ucapannya. Sedangkan wanita paruh baya di sebelah Senja tersenyum lega dengan keputusan sang putra.
__ADS_1
"Senja... Jadilah menantu sholehah bunda." Ucap bunda mengikuti gaya bicara Fajar