FAJAR TERPINANG SENJA

FAJAR TERPINANG SENJA
20. FTS


__ADS_3

Tak butuh waktu lama untuk Bayu menemukan orang yang sudah membuat bosnya meradang. Tanpa ba bi bu lagi Bayu segera membawa dua orang yang sudah berbuat ulah.


TOK


TOK


TOK


"Masuk!!" Fajar mempersilahkan orang yang mengetuk pintunya untuk masuk ke ruangan.


"Permisi Tuan, saya sudah membawa dua orang yang terduga menjadi profokator atas kejadian sabotase data pembagian kelompok." Bayu memberitahukan kepada Fajar oang yang sudah berani bermain-main dengannya.


"Bawa masuk Bay!"


Dua orang yang sudah berani membuat masalah itu akhirnya di bawa masuk oleh Bayu sang asisten. Dengan wajah menunduk dan ketakutan mereka berusaha melangkah masuk sesuai arahan Bayu.


"Siapa nama kalian? Dan dari yayasan mana kalian?" tanya Fajar dengan penuh intimidasi, Dia tau dua orang didepannya ini sudah ketakutan karena terlihat dari tubuhnya yang gemetaran. namun yang di tanya hanya diam. Hingga membuat Fajar semakin geram.


"KATAKAN! JIKA KALIAN MASIH INGIN


BERADA DISINI! ATAU SEKARANG JUGA KALAIAN SAYA PULANGKAN, DAN SAYA PASTIKAN SAYA AKAN MEMBATALKAN PROPOSAL KALIAN."


"Ma....Maaf Tuan kai mengaku salah. Kami merasa iri dengan saudari Senja yang selau Anda specialkan."


"Apa urusan sama kalian jika saya harus memberikan perhatian lebih kepada bu Senja. ADA MASALAH HAH!!!"


"TI...Tidak Tuan."


"Lalu apa alasan kalian melakukan itu? Iri? Ingin seperti bu Senja ada di dekat saya? APA OITU YANG KALIAN INGINKAN!!!!"


BRAKKKK


Fajar sudah kehilangan kendali, terlalu geram dengan jawaban mereka yang bertele-tele. Mejapun jadi sasaran empuk pelampiasan kekesalannya.


"BAYU...."


"Iya Tuan!"


"Blacklist mereka dan pastikan mereka tidak bisa mengajukan proposal dimanapun!"


Kedua wanita yang tadinya ketakutan, kini berubah dengan rasa kaget dan terkejut. Ternyata laki-laki didepannya tidak sebaik yang mereka bayangkan.

__ADS_1


"Ma... Maafkan kami pak, Kami janji tidka akan menggangu bu Senja lagi. Kami mohon jangan lakukan itu pak..."


"Kalian sudah berani bermain denganku, apa kalian tidak tau siapa wanita yang kalian panggil bu Senja itu? DIA ADALAH CALON ISTRIKU! Dan aku tidak akan membiarkan seorangpun menyakitinya!" Emosi Fajar sudah sangat menakutkan di pandangan Senja, Dia berfikir bagaimana menenangkan laki-laki di depannya ini.


"Mas....."lirih suara Senja, sambil memegang pergelangan tangan Fajar dan mengelusnya.


"Minum dulu mas..." Senja menyodorkan air mineral yang sudah tersedia di ruangan itu. Setelah melihat Fajar lebih tenang setelah meminum air putih, Senja memulai bicara pada Fajar.


"Mas... Bolehkah Aku bicara?"


"Hmm"


"Boleh tidak?"


"Hmmm"


"Mas... Boleh tidak?"


"Iya... Boleh silakan sayang."


"Gitu dari tadi kan enak, ga perlu buang tenagaku buat ngomong berulang-ulang."


"Iya iya maaf.... CUP!"


"Sudah buruan mau bicara apa?''


"Masalah ini tidaklah fatal mas, hanya naku saja tidak ada di dalam kelompok yang sudah di bagikan. Apa mas mau maafkan mereka? Dan tetap memberikan kesempatan kepada mereka untuk tetap menjadi bagian dari penerima tali asih tersebut?"


"Sayang." Dengan puppy eyesnya Senja mencoba merayu Fajar.


"Hmm"


"Hmm apa?"


"Iya iya aku memberikan kesempatan kepada mereka, TAPI tetap mereka akan dalam pantau lan tim. Jika mereka melakukan kesalahan yang sama detik itu juga mereka harus angkat kaki dari sini!" Ucap Fajar dengan penuh tekanan agar mereka lebih berhati-hati.


"Bagaimana apakah kalian bersedia?" Tanya Senja pada dua wanita di depannya


"Kami bersedia bu Senja dan kami berjanji tidak akan mengulanginya lagi."


"Alhamdulillaah.... Baiklah kalian boleh kembali, dan maafkan pak Fajar atas ke khilafannya tadi ya."

__ADS_1


"Baik bu Senja, terima kasih Pak Fajar."


"Hmm"


Senja hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Fajar, sungguh laki-laki ini sangat menakutkan jika dalam model cool. Berasa di kutub utara, batin Senja.


"Saya izin undur diri Tuan."


"Silakan pak Bayu." Jawab Senja mewakili Fajar.


GREP


Fajar segera menarik dan memeluk erat Senja ke dalam pelukannya. Pelukan yang sangat nyaman bagi Fajar, apalagi wanita yang ada dalam pelukannya berhasil meluluhkan emosinya.


"Pak...." Ucap Senja. Fajar tak bergeming sama sekali. "Pak, lepaskan!" Pinta Senja kembali.


"Aku ingin mendengar panggilan mu untuk ku seperti yang tadi bukan pak!" Senja dibuat berdebar dengan permintaan Fajar, aenjata makan tuan jadinya kalau kayak gini. Bathin Senja kembali.


"Mas... Bisa lepaskan? Aku ga bisa bernafas!"


Fajar mulai merenggangkan pelukannya, dan kini mereka saling bertatapan.


"Senja... Menikahlah denganku!"


"Mas...."


CUP


Fajar mengecup bibir Senja, tidak hanya itu melihat tidk ada penolakan dari Senja membuat Fajar seakan mendapatkan lampu hijau. Couman menuntut yang di labuhkan Fajar pada bibir Senja semakin menjadi. Kini posisi mereka tidak hanya berdiri bahkan Senja sudah dalam pangkuan Fajar. Ciuman itu pun semakin menuntut, Fajar semakin erat memeluk Senja. Hampir 15 menit mereka melakukan adegan itu, yang kini mereka lakukan hanya berpelukan erat untuk menormalkan deguban jantungnya dan meredam hasrat masing-masing yang mulai membuncah.


"Sayang... Aku sangat mencintaimu. Sangat sangat Senja."


Senja hanya memandang wajah di depannya dengan penuh iba dan juga cinta. Dia tak sanggup melihat itu, namun apa daya posisinya sekarang tidaklah baik untuk begitu saja menerima lamaran Fajar.


"Beri Aku waktu untuk menjawabnya mas.... "


"Iya sayang."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


..."Senyum mu berhasil meluluhkan egoku, Aku berharap Senjaku bisa ku genggam dan ku peluk. Aku Mencintaimu Senja."...

__ADS_1


...~Fajar~...


__ADS_2