FAJAR TERPINANG SENJA

FAJAR TERPINANG SENJA
6. FTS


__ADS_3

Setelah satu video call di kala pagi itu, Senja berusaha segera mencari solusi namun belum juga mendapatkan solusi yang terbaik. "Yang terbaik Aku tidak hadir."ucap Senja dalam hati. Namun keinginan kuat Senja untuk memajukan sekolah tempat Dia mengajar sangat tinggi dan bahkan Senja juga yang sibuk mencari donasi dan memasukkan proposal-proposal ke perusahaan-perusahaan yang Dia tahu sering mengadakan kegiatan tali asih. Hari semakin dekat dengan keberangkatan, semua persiapan sudah di siapkan oleh pihak sekolah.


Karena satu pekan lagi Dia harus mengikuti kegiatan tali asih yang diadakan perusahaan Sky Company, Senja berencana akan izin untuk tidak mengajar sehari membawa anak-anaknya pulang ke rumah ibunya. Bagaimanapun Dia perlu segera memutuskan, sekarang hanya ibunya yang jadi tujuan akhirnya membantu menjaga putra dan putrinya.


Handphone Senja berbunyi, ada pesan di aplikasi hijaunya dari laki-laki yang memaksanya untuk datang ke acara tali asih di perusahaan miliknya.


From : Bapak Sky Company


"Selamat siang ibu Senja, hari ini Saya sudah menyiapkan baby sitter dan juga supir untuk putra putri Anda. Sore nanti mereka sudah datang di kediaman Anda ibu Senja. Kebutuhan selama satu bulan sudah Saya tanggung Anda tidak perlu khawatir ibu Senja. Jadi Anda hanya cukup persiapkan diri anda Untuk datang satu pekan lagi."


"Allaahu akbar, maa sya Allaah.... Apa sih maunya orang ini, kalau sudah begini Aku harus gimana?"gumam lirih Senja, akhirnya Diapun memberanikan diri untuk membalas pesan itu.


To: Bapak Sky Company


"Terima kasih sebelumnya atas bantuan dan perhatian Bapak. Saya bisa menyelesaikan sendiri masalah saya, saya tidak ingin membawa beban lebih, pastinya beban berhutang kepada Anda. Mungkin bisa Anda cancel rencana Bapak tentang yang Anda bilang tadi. Saya pastikan datang tanpa membawa dan meninggalkan beban."


Senja mengirim pesan yang barusan Dia ketik, dilihatnya jika pesan itu sudah dibaca. Tak berapa lama suara hpnya berdering menandakan ada yang menghubunginya. Dilihatnya orang yang tidak di harapkannya.


"Assalamu'alaykum...."Senja mengucapkan salam terlebih dahulu, mencoba menekan emosi yang mulai naik agar tidak meluap.


"Wa'alaykumsalam.... Ibu Senja saya rasa Anda sudah faham dengan maksud saya bukan? Jadi tidak perlu saya bicara berulang kali, yang pasti saya tidak menerima penolakan sesuai di awal jika Anda tidak terima. Maka proposal saya batalkan."ucap Fajar dengan sarkasnya sambil menahan deguban jantung yang lagi-lagi ga bisa di ajak kompromi.


"Maaf Pak..." Belum sempat Senja melanjutkan bicaranya sudah di potong oleh Fajar.


"Apakah Saya harus bicara berulang kali, tunjukkan jika lembaga Anda mumpuni dan profesional. Dengan begitu Anda akan berkerja secara profesional juga, jangan khawatir mengenai biaya yang sudah Saya berikan. Anda bisa membayarnya nanti ketika di Jakarta."


"Tapi pak...."lagi-lagi Fajar memotong bicara Senja.


"Apalagi Ibu Senja! Apakah masih kurang jelas? Ganti ke video call cepat!"


"Hah!" Senja terheran-heran sambil mengalihkan telphone biasa ke sambungan video call.


"Bagaimana Ibu Senja?"tanya Fajar sambil menatap kagum wanita di depannya, hatinya bersorak bisa memandang wajah wanita yang sudah mulai mengubah dunianya. Tau sendirikan sebelumnya, Fajar laki-laki irit bicara kecuali hanya dengan keluarga dekatnya apalagi setelah sekian lama menutup hatinya dengan bersikap dingin dan cuek. Tapi sekarang lihatlah, senyum tak pernah lepas dari bibirnya. Semakin banyak bicara, ahh bahkan Bayu si asistennya saja merasa jika Bosnya sekarang sangat menyebalkan.


"Saya bisa apa Pak, jika Anda sudah berkehendak seperti itu? Apa saya bisa menolak jika ancaman Anda akan membatalkan proposal yang Saya ajukan."jawab Senja


"Good! Seharusnya Anda dari kemarin seperti ini, jadi Kita tidak bersitegang."


"Terserah Bapak, Lalu Saya harus membayar dengan apa nanti atas hutang yang tidak Saya inginkan?''


"Selama di Jakarta nanti tugasmu menjadi asistent rumah tangga di rumahku."


"APA?!!"


"Tidak perlu seterkejut begitu, Anda cukup memasak dan menyiapkan baju untuk Saya. Dan tinggal di apartemen Saya."

__ADS_1


"Maksud Anda... Maaf untuk itu Saya menolak keras, Saya tidak ingin menimbulkan fitnah nantinya. Jika hanya memasak saya usahakan, namun selain itu Saya tidak bisa."


"Oke jika demikian juga tidak bisa maka, selama di Jakarta selain mengikuti kegiatan tali asih Anda merangkap sebagai sekretaris Saya bagaimana ibu Senja?"


"Baik... Saya setuju selama Anda bisa menjaga batasan Anda."


"Saya pastikan itu!"


"Baik Kita lihat saja nanti."


"Persiapkan diri satu pekan lagi Anda sudah harus berangkat ibu Senja."


"Jangan khawatir Pak, Saya pastikan tepat janji dan datang ke Jakarta."


"Baik bu Senja, sampai jumpa di Jakarta."


"In sya Allaah wassalamu'alaykum."


Tuttt


Belum sampai Fajar membalas salamnya, Senja sudah memutuskan panggilan video itu.


Tok


Tok


Tok


"Permisi Pak... Ada Nona Agnes ingin bertemu."ucap Anggi sang sekretaris


"Bilang Saya sedang sibuk tidak menerima tamu!"


"Tapi pak..."


"Tutup pintunya, jangan biarkan siapapun masuk kecuali Bayu!"


BRAKKK


Fajar terlonjak setelah melihat pintu ruangannya di buka secara kasar.


"Apa yang kau lakukan!!" bentak Fajar pada Agnes


"Membuka pintu tentunya." jawabnya dengan santai


"Aku sedang sibuk, silakan keluar!!"

__ADS_1


"Sebelum Aku keluar, pastikan Kamu mendengar apa yang Aku ucapkan. Jika Aku tidak mendapatkanmu, Aku tidak akan membiarkan wanita lain mendapatkanmu! Ingat itu Bapak Fajar yang terhormat, Saya tidak akan mudah di singkirkan begitu saja."


"Sayavtidak takut dengan ancamanmu! KELUAR!!!!!"


"ANGGI!!!!"


"I.....Iya pak."


"Usir wanita itu, dan pastikan tidak orang yang masuk ke ruanganku tanpa seizinku. Jika masih terjadi seperti tadi, Saya pastikan hari itu juga kamu berakhir disini."


"Ba...Baik pak."


"Panggilkan Bayu suruh ke ruangan Saya!"


"Ba...Baik pak."


Datangnya Agnes seketika menghilangkan mood baiknya, baru saja si kulkas habis di defrost sudah beku lagi bener-bener frezzernya TOP banget.


"Permisi Tuan..."ucap Bayu.


"Masuk..!"


"Terima kasih Tuan, ada yang bisa Saya bantu Tuan?"


"Acara tali asih kurang satu minggu lagi, Untuk Senja pastikan kamarnya bersebelahan dengan kamarku dengan balkon yang berhadapan. Dan pastikan selama satu bulan itu jadwalku yang tidak mendesak undur bulan depannya lagi. Senja sementara akan merangkap sebagai sekretarisku. Siapkan meja untuknya dan letakkan satu ruangan denganku."


"Kemajuan yang sangat pesat!"ucap lirih Bayu yang masih bisa di dengar Fajar.


"Aku denger Bay..."


"Ma..maaf Tuan."Bayu langsung terdiam.


"Pastikan yang Aku minta tadi selesai sebelum Senja datang!"


"Siap Tuan, Saya pastikan selesai sebelum Bu Senja datang."


"Oke thanks Bay...."


"Baik Tuan saya izin kembali ke ruangan Saya."


"Hmm...."


Bayu kembali ke ruangannya, sedangkan Fajar kembali merajut lamunannya yang tertunda. Dia kembali senyum-senyum sendiri, bener-bener virus merah jambu itu sangat membahayakan. Bisa di anggap gila beneran klo sampai ada yang melihat Fajar seperti itu.


"Senja.... Ku tunggu hadirmu, Aku pastikan Kamu akan menerimaku."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


..."Senja mengajarkan pada kita, bahwa kehidupan tak selalu berjalan dengan cemerlang dan bersinar."...


__ADS_2