
"DIA CALON ISTRIKU" ucap Fajar dengan jelas dan tegas.
"P..pak..." ucap lirih Senja yang terputus seakan terbungkam seketika setelah Fajar memutus langsung apa yang akan di ucapkan oleh Senja, karena Fajar sudah pasti tau apa yang akan di katakan oleh Senja selanjutnya.
"Kenalkan Dia adalah calon istriku, Senja."Fajar memperkenalkan Senja pada Agnes. Senja mencoba mengulurkan tangannya.
"Senja."ucap Senja lirih karena masih belum faham apa yang terjadi tiba-tiba.
"Hai... Agnes, salam kenal." ucap Agnes dengan membalas uluran tangan Senja.
"Bund... Fa duluan karena bentar lagi ada meeting."
"Iya nak... Nja, Bunda tunggu di rumah ya sayang." Karena belum bisa beralih dari rasa keterkejutannya, Senja hanya membalas ucapan Bunda dengan menganggukkan kepalanya saja.
"Yah... Fa jalan dulu Assalamu'alaykumu. Yuk Sayang." Fajar berlaku posesif, memeluk erat pinggang Senja sambil berjalan setelah Senja menyalami tangan Bunda dengan takzhim. Fajar sudah beranjak dan menuju mobilnya, tidak mempedulikan lagi tatapan intimidasi Agnes kepadanya dan Senja.
"Agnes... Tante sama Om pamit dulu ya, salam buat mamamu. Assalamu'alaykum."
__ADS_1
"Wa'alaykumussalam, iya tant nanti Agnes sampaikan sama mama."
Merekapun akhirnya berpisah, dengan menyisakan Agnes yang ditemani dengan gemuruh rasa panas dihatinya. Dia tidak terima dengan wanita yang dipeluk mesra oleh Fajar, Dia semakin meradang melihat dan mendengar pengakuan dari mulut Fajar.
"Wanita seperti itu seleranya, apa bagusnya. Aku pastikan kamu akan menyesal Fajar... Lihat itu." Seringaian senyum menakutkan terbit di bibir Agnes.
☘️☘️☘️☘️
Di dalam mobil Fajar masih dengan tenangnya menanggapi pertanyaan demi pertanyaan yang di layangkan oleh Senja.
Fajar masih setia dengan kebungkamannya, sama sekali tidak menggubris pertanyaan yang di tanyakan oleh Senja kepadanya. Didalam hatinya hanya berkata, "Kamu memang calon istriku, Senja Lazuardi Permata. Ga lama lagi kita akan menikah." hanya dalam hati, iya hanya dalam hati itu di ucapkannya. Karena sudah pasti jika di ucapkannya langsung oleh Fajar saat ini kepada Senja, perempuan ini pasti tidak akan terima. Dan akan semakin mengeluarkan kekuatan kameha-mehanya untuk menyerang dengan ribuan kata yang terucap dari bibirnya.
"Anda jangan diam saja, jawab pak! Kenapa Anda mengclaim saya sebagai calon istri Anda dan itupun tampa persetujuan Saya!" duara Senja semakin meninggi karena semakin kesal yang sama sekali tidak di gubris oleh Fajar.
Fajar segera menepikan mobilnya, melepas ikatan sabuk pengamannya. Dan meraih tengkuk Senja dan segera ******* habis bibir Senja yang sedari tadi tidak henti-hentinya menyerangnya. Ciuman itu semakin menuntut, semakin liar. Entah Senja sama sekali tidak bisa melawan antara ras terkejut dan juga entah apakah dia juga menikmatinya. Setelah sekian menit akhirnya Fajar melepas ******* dan isapan bibir Senja. Senja sama sekali tak bergerak, Dia hanya memandang wajah Fajar yang begitu dekat dengan wajahnya bahkan kini hidung Fajar sengaja beradu dengan hidung Senja.
"Aku akan menjawabnya sekarang, dengarkan baik-baik. Aku Tidak mau mengulanginya lagi nanti. Senja Lazuardi Permana iya benar kamu adalah calon istriku, Aku akan menikahimu sesegera mungkin. Aku tidak akan melepaskanmu, Aku tau siapa kamu janda yang memiliki 4 anak. Aku akan membahagiakanmu dan juga anak-anakmu. Aku sudah jatuh cinta padamu, ketika pertama kali melihat videomu. Aku tidak mau ada kata penolakan, dan bahkan Aku tidak peduli jikapun kamu menolakku. Aku akan tetap menikahimu. CUP" kecupan singkat di bibir Senja yang dilakukan Fajar bersamaan dengan airmata yang menetes di pipi Senja.
__ADS_1
"Saya tidak sebanding dengan Anda pak, Anda bisa mendapatkan wanita yang lebih dari saya. Saya hanya seorang janda, dengan 4 orang anak. Apa kata orang-orang nanti, terutama keluarga Anda pak?" Fajar segera mendekap erat Senja, mengelus punggung Senja sambil melabuhkan kecupan singkat di kening sang wanitanya.
"Mereka sudah tau, Bunda dan Ayah merestui kita. Mereka senang dan ingin segera kita membawa cucu-cucu mereka." Senja semakin terisak,"Ya Allaah hamba tidak tau jalan takdir seperti apa yang Engkau berikan padaku. Jika laki-laki ini adalah jodoh yang engkau siapkan untukku. Hamba mohon, limpahkan rasa sayangnya kepada putra dan putriku."doa Senja dalam hatinya.
"Sayang... Jangan menangis lagi, apakah kamu masih ragu kepadamu? hmm... Senja Lazuardi Permana Aku sangat mencintaimu, jadilah istriku yang menemaniku di setiap langkahku, menualah bersamaku, Aku akan selalu membahagiakanmu dan juga putra putrimu."
"Pak...."
"Ssstt...." Fajar meletakkan ujung jarinya di bibir Senja. "Aku tau apa yang kamu fikirkan, cukup percayalah padaku." Senja hanya menganggukkan kepalanya, Fajar memeluk erat Senja semakin menenggelamkan kepala Senja ke dalam dada bidangnya.
CUP
"Kita jalan lagi ya, kita sudah ditunggu untuk meeting."ucap Fajar setelah mengecup singkat bibir Senja. Lagi-lagi anggukan kepala yang mewakili jawaban Senja. Fajar memakai kembali setbeltnya dan segera melajukan mobilnya menuju kantor miliknya. Seoanjang jalan Fajar tidak melepas tautan tangannya dengan Senja. Walau Dia tau Senja kini masih sedikit syok dengan terjadi barusan, namun Dia bersyukur sudah berhasil mengungkapkan perasaannya dan tanpa penolakan dari Senja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
..."Senja adalah kesempatan luar biasa bagi kita untuk menghargai semua hal hebat yang diberikan matahari kepada kita."...
__ADS_1