
*BRENGS******K!!!? DASAR GA BECUS KALIAN SEMUA, BEDEBAH, BODOH...."segala umpatan keluar dari bibir manis milik perempuan yang terobsesi pada Fajar. Siapa lagi jika bukan Agnes, perempuan ambisius yang dengan segala cara menghalalkan apapun untuk mencapai tujuannya.
Disinilah Agnes, di villa yang tak jauh dari villa yang kini di huni oleh Fajar dan Senja. Dia sama sekali belum jera untuk melanjutkan misi gagalnya.
"Kalian tidak akan lolos kali ini, Aku pastikan dengan tanganku sendiri Aku akan melenyapkan wanita itu. Dan Kamu Fajar akan menyembah di kakiku sebagai budakku!" Seringaian licik terbit dari bibir Agnes, entah apa lagi yang di rencanakan. Dan tidak akan pernah mengerti dan berhenti sebelum menuai apa yang di lakukannya.
"Kalian semua bersiaplah, ikut Aku. Malam ini kita pastikan malam terakhir buat wanita itu. Aku tidak akan pernah puas sebelum kemenangan di tanganku."
Seluruh anak buah Agnes yang tersisa segera bergerak cepat, mereka cukup ngeri dengan perempuan satu ini. Mereka segera menuju villa yang di pastikan ada penginapan Fajar beserta Senja.
*
*
*
__ADS_1
Setelah Fajar dan Senja sampai di Villa tempat mereka menginap, Fajar terlebih dahulu meminta Senja untuk beristirahat. Kamar yang di desain layaknya kamar pengantin sudah terpampang keindahannya.
Kelopak mawar di bentuk sedemikian rupa, aroma terapi yang lembut semakin menambah kesan syahdu.
"Duh... Kenapa belum - belum sudah deg deg an sih."Ucap Senja sambil menikmati keindahan kamarnya, jika di bandingkan dengan pernikahan pertamanya. Tidak ada yang terkesan atau yang bisa di kenang. Semua berjalan sewajarnya, tanpa persiapan apapun yang penting bagi Senja kamarnya sudah rapi dan wangi kala itu.
Senja akui keindahan malam pertama di pernikahan keduanya, sungguh sangat berkesan. Dia tidak pernah merasakan kenikmatan yang begitu sempurna ia rengkuh. Penyaluran rasa cinta yang menggebu ingin senakin mengikat satu sama lainnya. Bukan hanya sekedar menunaikan kewajiban atau sekedar ikhtiar wasilah mendapatkan keturunan. Bersama Fajar suaminya kini, Dia merasakan betapa besarnya cinta fajar untuknya. Rasa sayang semakin menjadi dan tidak bisa di kontrol lagi setelah ijab menembus langit ke tujuh. Mengikat janji dan doa bahwa Aku sudah termiliki olehnya.
Tidak pernah Senja merasakan di cintai sebegitu besarnya oleh seorang lelaki seperti ini. Berharap kerikil - kerikil yang berusaha menggangu bisa ia atasi tanpa ada drama dan masalah berat lainnya. Masalah pelakor yang berupaya menggapai hati suaminya, jangan harap mereka bisa mendekati suaminya atau mencoba menyentuhnya hatinya. Sudah di tetapkan bahwa dia akan terus menjaga apa yang kini menjadi haknya.
Drtttt
Drtttt
"Wa'alaykumussalam, sayang aku agak telat untuk kembali. Semua kegiatan sore di undur esok hari, jangan khawatir semua baik - baik saja. Tunggu Aku dan siapkan dirimu. Aku tidak akan lama, sayang."
__ADS_1
"Baik mas, hati - hati.... Jangan lupa andalkan Allaah di setiap langkahmu, in sya Allaah, Allaah akan terus menjagamu mas."
"Siap sayang, akan selalu Aku ingat apa yang kamu ucapkan. Makan mala. Nanti akan di kirim ke kamar,jangan buka kamar srmbarang juka Aku tidak memberitahumu."
"Siao Tuan!" Senja terkekeh mengucapkan itu, sengaja biar suaminya semakin ingin cepat pulang, "Dasar suami posesif!"
"Hahahaha....." Fajar tergelak mendengarkan itu, jujur rasa cinta Fajar kepada Senja tidak ia rasakan seperti di kala dengan mantan istrinya. Rasa cintanya subgguh menggebu, rasa cinta bercampur rasa takut yang mendominasi membuat Fajar semakin protektif dan posesif.
"Ya sudah Aku pergi dulu ya, kabari jika ada sesuatu yang terjadi." ucap Fajar oada Senja
"Ia mas hati -hati, Assalamu'alaykum "
"Iya sayang, wa'alaykumussalam."
PRANGGGGGG
__ADS_1