FAJAR TERPINANG SENJA

FAJAR TERPINANG SENJA
Part 33


__ADS_3

Janji, sebuah kata keramat yang sangat pantang di ingkari oleh seorang muslim sejati. Bagaimana tidak, salah satu ciri seorang muslim ada menepati janjinya. Namun bagaimana jika janji itu mendzolimi dirinya sendiri. Tentu sangat tidak di sarankan, karena kita tidak boleh mendzolimi orang lain dan juga diri kita sendiri.


Itulah yang sedang di renungkan seorang senja. Sudah hampir empat bulan, Dia terpisah dari suami barunya. Suami yang dikiranya akan membuatnya serta anak-anaknya bahagia. Namun ternyata tidak semudah dalam bayangannya, terlalu banyak rintangan. Ternyata hidup di kota metropolitan penuh dengan ambisi yang sangat membahayakan.


"Aku merindukanmu, Mas." gumam lirih Senja, sambil mengelus perutnya, yang sudah mulai terlihat menbuncit di kehamilannya. Dia berharap, Dia baik-baik saja ketika melahirkan nanti. Dengan indikasi di kehamilan terakhir, dengan riwayat preklamsia. Tentu di kehamilan ini terulang lagi, dengan berbagai resiko yang akan di hadapi tentu berharap dia akan baik-baik saja. Apalagi kehamilan yang sekarang ada dua janin sekaligus dalam rahimnya.


Sungguh berat, jika dia boleh memohon, di kehamilannya kali ini dia dipertemukan dengan suami dan juga ayah dari si jabang bayi di dalam kandungannya.


"Huffft.... Astaghfirullaah."Senja sama sekali tidak lepas lisannya dari berdzikir mengucap kalimat istighfar. Berharap Allaah memudahkan segala urusan dan hajatnya.


***

__ADS_1


Dikediaman Fajar, masih di hebohkan dengan Fajar yang semakin menjadi-jadi kondisinya. Sejak empat bulan lalu hingga kini, Dia sama sekali tiada jeda dia memuntahkan apa yang dimasukkan ke perutnya. Bahkan hampir tidak bisa memakan apapun, hanya buah yang bisa di makannya dan juga air madu dingin saja yang bisa masuk membasahi kerongkongannya.


Morning sicknes yang menimpa Fajar tentu beralasan, dan itu yang juga di rasakan oleh bunda Fajar.


"Apakah belum ada kabar dari menanti Bunda Kak? Firasat bunda, Senja sedang hamil Kak. Segerelah temukan Senja kak. Dia pasti sangat membutuhkan kita disampingnya, apalagi ada anak-anak yang masih kecil-kecil."kecemasan sang bunda jelas sekali terlihat. Namun apa daya sampai detik ini, Senja sama sekali belum bisa di temukan. Bahkan di rumah tempat tinggal Senjapun, tidak di temukannya. Di tempat Senja mengajarpun, menyatakan jika Senja sudah resign darisana sejak Senja menikah lagi.


"Fajar ingin sekali bertemu dengan istri Fajar bund, Fa sudah sangat merindukannya dan juga anak-anak fa." lirih suara Fajar, dengan tubuhnya yang lemas Diapun masih berusaha mencari sang istri. Hampir semua anak buahnya sudah di kerahkan dan bahkan sampai menyewa seorang detektif pun belum juga membuahkan hasil.


"Dimanakah kamu nak, kasihan putra bunda. Sangat merindukanmu, apakah kamu tidak merindukan putra bunda? Bunda percaya kamu masih hidup dan sedang ada di suatu tempat. Semoga Allah menyampaikan doa seorang ibu, untuk segera menyatukan kalian kembali." gumamnya dalam hati.


***

__ADS_1


"Iya sayang...., Makan dulu habis itu tunaikan kewajiban harian kalian." itulah cara didik senja kepada anak-anaknya. Mengajarkan apa itu hak dan kewajiban. Dan karena itulah Senja berusaha memenuhi segala hak anak-anaknya, kecuali bertemu abi nya.


"Mas.... bagaimana kabarmu, apakah sama kamu merindukanku? Ataukah Kamu jadi menikah dengan wanita itu? Semoga kamu selalu dalam lindunganNya mas...."doa Senja dalam hatinya.


Sedangkan di tempat lain, apa yang di lakukan Fajar sama dengan yang di lakukan Senja.


"Aku merindukanmu sayang, pulanglah......"


#


#

__ADS_1


#


...~ Ikatan yang kuat, akan menuntun pada si pemilik hati sebenarnya. Sabarlah seperti Senja yang melengkapi semburat Fajar. ~...


__ADS_2