
Pesta yang di gelar secara sederhana bagi Fajar yang tidak bagi anggapan Senja telah usai. Anak-anak Senja sudah istirahat di kamar yang sudah disediakan. Senja masuk ke kamar yang sama dengan Fajar, walau bukan pernikahan yang pertama bagi keduanya rasa canggung dan berdebar masih merajai perasaan mereka.
"Mas ... Mau mandi dulu atau saya?" tanya Senja pada suaminya.
"Iya yang... Mas mandi dulu."
"Sekalian wudhu mas, buat sholat isya' dan sholat sunnah pengantin."
"Siap bu boss!" jawab Fajar, "Sungguh berbeda dengan pernikahanku sebelumnya bahkan untuk sholat sunnah saja aku tidak mengerjakannya, semoga ini jalan terbaik pembuka rumah tanggaku yang langgeng hingga surgaNya. Aamiin" batin fajar
Hampir 30 menit Fajar di kamar mandi.
CEKLEK
__ADS_1
DEG
Seketika Senja menundukkan pandangan, ini pertama kali melihat fajar dengan kondisi seperti ini. Tentulah pertama kali kan baru SAH gimana sih Senja. Fajar tau istrinya malu melihatnya demikian, dengan sengaja fajar mendekati Senja.
"Sayang mandilah.. biar ga terlalu lama aku memelukmu."
BLUSH
"I-Iya mas sebentar, baju mas sudah saya siapkan di atas tempat tidur."
"Apakah kamu sudah siap untuk melakukan ibadah bersamaku sayang?"
Senja tak bisa berkata tidak, dia tau dosa yang akan dia terima jika berani menolak ajakan sang suami. Bahkan malaikatpun akan melaknatnya hingga pagi hari. Dengan sekali anggukan kepala Senja sudah menerbitkan senyum merekah di bibir Fajar.
__ADS_1
Fajar mulai membuka mukena yang di pakai istrinya, dan juga membuka jilbab instan yang sedari setelah mandi sudah terpakai di kepala Senja. Pandangan takjub, terpana dan terpesona tak bisa di elakkan lagi. Fajar membingkai wajah sang istri dengan kedua telapak tanganya. Memandang dengan penuh damba setiap inci pahatan sempurna Sang Maha Kuasa.
"Cantik.... Sangat cantik."
CUP
Fajar mengecup kening Senja berlanjut ke kedua mata jernihnya turun ke hodung laku ke kedua pipi sang istri berakhir mendarat sempurna di bibir mungil nan mulus tanpa hambatan. Fajar semakin merapatkan duduknya dengan posisi berhadapan dengan Senja. Pagutan mesra yang semakin menuntut tak ter elakkan lagi... Fajar segera menggendong sang istri dan merebahkannya di ranjang king size yang super empuk terlihat tubuh Senja bak tertelan di kasur itu.
Tanpa ba bi bu be bo lagi Fajar melanjutkan aksinya yang tadi sempet terjeda. Fajar telah berhasil buka puasa, bak seorang anak kecil yang seharian menjalankan puasa. Seakan minum segelas pun masih kurang. Hingga Fajar mereguk nikmat surga dunia hingga kesekian kalinya. Senja di buat tepat oleh kelakuan suaminya, sungguh baru kali ini Senja merasakan badannya remuk setelah mereguk ibadah bersama suaminya. Jika dulu hanya sebatas kewajiban nafkah batin namun tidak dengan Fajar. Sungguh berbeda, yang di lakukan Fajar seperti tak memiliki rasa lelah sama sekali hingga melakukannya sampai pagi. Fajar melakukan dengan penuh cinta dan kelembutan tak segan-aegan di tengah-tengah pergumulannya selalu memuja Senja, memanggil sayang nama Senja.
Fajar sungguh telah terpinang oleh cinta Senja. Siapa yang tau jika langkah kaki Senja yang men upayakan tempatnya bekerja berakhir dengan keindahan dan kebahagiaan. Sungguh Allaah Maha Penyayang, tidak akan membiarkan hambaNya kesusahan barang sekejap saja.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Pada akhirnya Senja dan juga Fajar bersatu, nun rumah tangga mereka masih akan di uji dengan wanita yang masih terobsesi akan Fajar.
Vote nya ya kakak" tercayang... Lope lope