FAJAR TERPINANG SENJA

FAJAR TERPINANG SENJA
22. FTS


__ADS_3

Setelah acara joging yang berganti JJP alias jalan-jalan pagi. Fajar dan Senja segera kembali ke rumahnya. Walau tautan tangan Fajar masih setia bertaut kuat dengan tangan Senja. Namun apa yang ada dalam fikiran Fajar sudah menyita perhatiannya kepada Senja. Ahhh pasti sudah tau apa yang sedang di fikirkan Fajar mungkin bisa jadi sedang menyusun apa yang akan dia lakukan hari ini. Berbeda lagi dengan Senja, sungguh ga habis fikir dengan Senja kata-kata Fajar "malam pengantin" begitu membekas di ingatannya. Perhatiannya terpusat pada dua kata keramat pengantin baru tersebut. Bisa di tebak kegundahan seperti apa yang di rasakan oleh Senja saat ini... Santuy Senja hadapi kenyataan dengan bahagia.


Mereka tak sadar jika sudah sampai di dalam rumah, bahkan mereka jalan melewati kedua orang paruh baya yang setia mengernyitkan dahinya yang bertanya-tanya.


"Anakmu sudah gila yah."


"Anak kita bund.''


"Ish ayah, iya iya anak kita. Tapi mereka pada kenapa ya yah kok pada bengong kayak ga ada nyawa gtu, jangan-jangan kesambet hantu gundul di pojokan taman yah."


PLETAK


Ayah fajar menyentil dahi sang istri, "jangan sembarangan bund, mungkin ada yang sedang mereka fikirkan. Ayo kita tanya langsung sama Fajar."


Mereka bergegas menuju kamar sang putra ingin menanyakan apa yang terjadi padanya dan juga Senja.


Tok


Tok


Tok


"Fa... Ini bunda sama ayah, boleh masuk nak..."


"Masuk bund." Posisi Fajar masih setia duduk di tepi ranjang. Kedua orang tua Fajar kini sudah duduk di sofa di dalam kamar Fajar, Fajar segera menyusul keduanya dan duduk berhadapan.


"Kalian kenapa Fa? Pulang-pulang bengong, sampek ga lihat bunda sama ayah di ruang tamu main di lewatin doang. Salam kek apa gtu!"ucap bunda Fajar dengan sedikit ketus.


"Bund, Yah.... Sore ini Fa akan menikahi Fajar, keluarga Senja sudah Fa minta menjemput anak buah Fa ke Malang."


"Kamu seriusan sayang!"


"Serius Bund."


"Oke apa yang perlu Bunda siapkan Fa?"


"Ajak Senja untuk mempersiapkan diri Bund, Bunda lebih faham mengenai ini dari pada Fa."

__ADS_1


"Oke siap laksanakan anak Bunda yang ganteng, yang akhirnya siap melepas status DUDA nya." Sengaja nikh Bunda menekan kata duda terlalu di perjelas, dasar Bunda gesrek haha


"Ck... Ga usah ngeledek Bund."tegur Fajar.


"Iya-iya sayang, bunda ajak Senja ke salon treatment dan butik. Pastikan jika semua sudah oke kabari bunda. Oh iya acara jam berapa Fa?"


"Setelah maghrib Bund."


"Oke sipz, Bunda pastikan sebelum maghrib bunda bawa pulang calon pengantinmu."


"Bund...." Tegur Ayah.


"Ish apa sih yah...."


"Sudah... Jangan godain Fa lagi, entar ngambek ga jadi nikah gimana?''


"Oh tidak bisa di cabut lagi itu pernyataan malam ini mau menikah, Bunda seret fa ke depan penghulu sampai bilang SAH baru bunda lepasin."ucap sang Bunda dengan berapi-api. "Ya sudah Bunda mau ajak calon menantu bunda dulu biar cantik, biar anak ganteng bunda lupa cara berkedip."


"Bund.... "


"Hahahaha..... Oke oke honey bunny sweety i left now... Emmmuachhhh." Segera Bunda pergi meninggalkan dua laki-laki beda generasi itu setelah mengecup pipi sang suami dengan gemasnya.


"Ketemu dimana ayah sama bunda, Yah. Bener-bener devinisi cinta itu buta. Ayah dan Bunda bisa saling melengkapi dan saling mencintai."


"Hemmm.... Kamu ga tau aja Fa, perjuangan Ayah ngedapetin Bundamu dulu. Dari sekian wanita yang mengejar Ayah hanya Bundamu yang sama sekali ga melirik ke Ayah."


"WHAT!!! Beneran Yah, gimana ceritanya?"


"Kapan-kapan ayah ceritakan, sekarang persiapkan pernikahanmu dengan baik. Surat-surat bagaimana? Sudah kamu siapkan?"


"Sudah semua Yah, Bayu sudah bergerak cepat dan sudah selesai semua. Sebentar lagi pihak WO akan datang untuk merapikan rumah dan menyiapkan untuk acara nanti malam."


"Oke good job boy, Ayah mendukungmu. Keputusan bagus dengan gerak cepat, terhindar dari dosa juga. Ayah tahu kamu sudah sering mencuri ciuman dari Senja." Fajar mendelik melihat ke arah sang Ayah.


"Ayah tahu?"


"Tahu.... Sudah sana, waktu berjalan dengan cepat jangan sampai gagal."

__ADS_1


"Yah... Untuk acara resepsi belum bisa Fa lakukan, Fa harus menjaga Senja untuk saat ini. Karena sudah ada yang berani mengusik keselamatan Senja." Iya dengan kejadian sabotase nama kelompok kemarin akhirnya Bayu bersama timnya menemukan sebuah fakta, bahwa kedua orang yang sudah berani mengusik wanitanya sang bos adalah Agnes. Wanita yang sudah di tolak oleh sang boss karena memang sang boss tidak menyukai wanita itu, selain ketika itu hati sang Boss sudah terpaut oada satu nama yaitu "SENJA"


"Untuk masalah itu... Semua Ayah serahkan kepadamu nak, Kamu yang lebih tau dan lebih berhak nantinya untuk melindungi istrimu."


"Terima kasih Yah, dan doakan pernikahan Fa kali ini pernikahan terakhir Fa Yah."


"Aamiin... Ayah doakan nak, dan Ayah percaya pada Senja. Dia bukan wanita seperti mantan istrimu dulu. Dia pasti akan selalu menjaga muruahnya sebagai istri. Yang terpenting selalu percaya dan bahagiakan mereka. Kamu tidak hanya menikahi Senja, ada anak-anaknya yang juga harus kamu jaga dan kamu bahagiakan.''


"In sya Allaah Fa sudah siap dengan itu Yah."


"Oke boy... Bismillaah, Ayah doakan yang terbaik untukmu."


"Terima kasih Yah..."


"Sama-sama, Ayah keluar dulu."


Fajar menjawab dengan anggukan kepala dan sang Ayah segera keluar dari kamarnya. Setelahnya Fajar menghubungi sang Asisten, Dia perlu menjaga sang istri dan bundanya. Bukannya takut, namun berjaga-jaga juga tidak ada salahnya.


Tutttt


Tutttt


Di deringan kedua Bayu sudah mengangkat telphone dari bosnya.


"Selamat pagi Tuan."


"Pagi Bay... Bay siapkan orang untuk menjaga Bunda dan Senja. Mereka akan keluar siang ini. Segera siapkan!"


"Siap Tuan."


Tutttttt


Panggilan pun sudah terputus, kini Fajar masih setia duduk di sofa di kamarnya,


"Ya Allaah berilah kemudahan dengan kebaikan yang akan aku lakukan. Dan jadikan ini pernikahan terakhirku ya Allaah."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Menjelang SAH ya kakak-kakak readers, semoga tidak ada gangguan menuju detik detik seruan ijab nanti ya, Aamiin...


🌹❤️🌹❤️🌹❤️🌹❤️


__ADS_2