
Takdir memang hanya bisa kita imani, tidak akan terjadi apa yang tidak di takdirkan untuk kita, dan pasti akan terjadi sesuatu yang sudah tercatat takdirnya untuk kita. Kita hanya bisa bertawakal, kita hanya bisa berharap apa yang terjadi pada kita berbuah pahala.
Itulah apa yang terjadi pada kehidupan Senja dan Fajar. Tidak akan ada ikatan halal jika mereka tidak ada takdir. Namun pada nyatanya semesta menakdirkan mereka untuk saling melengkapi.
Fajar masih terlelap di samping sang istri dengan memegang erat tanga sang istri. Walau dengan posisi tidak nyamannya, Fajar masih bisa terlelap dan nyenyak.
Setelah beberapa bulan kesulitan tidur, bahkan harus meminum obat tidur terlebih dulu agar bisa merehatkan hak tubuhnya. meluruskan sendi-sendi yang seharian dibawanya berfikir keras mengenai istrinya yang hilang.
Lihatlah bak balas dendam, bahkan dengkuran halus terdengar oleh Senja ketika tak berapa lama Senja terbangun dari tidurnya. Senja merasa perlu merubah posisi, walau perut yang masih terasa nyeri. Namun dia harus mulai menggerakan badannya agar pulih dengan cepat.
"Emmm...."Fajar seketika terlonjak kaget, ketika genggaman erat tanggannya ada yang melepaskan. Trauma perpisahan masih belum hilang, masih berada segar di benak dan pelupuk matanya. "Ada yang kamu inginkan sayang?"tanya Fajar setelah mengumpulkan sedikit kesadarannya.
"Maaf Mas, Aku menggangu tidurmu. Aku hanya merasa haus dan ingin sedikit merubah posisi, karena badanku berasa pegal dan kesemutan." Tanpa menunggu lama lagi, Fajar segera mensetting tempat tidur Senja sedikit meninggi sehingga Senja seperti setengah duduk. Dan memudahkan Senja untuk makan dan minum. Setelah selesai membantu Senja untuk minum dan sedikit memakan roti. Fajar merebahkan kembali posisi tempat tidur sang istri.
__ADS_1
"Sayang bangunkan saja Aku, jika kamu membutuhkan sesuatu. Aku suamimu itu sudah kewajibanku."
"Aku takut mengganggu tidur mas, sepertinya sangat nyenyak dan mas terlihat sangat kelah."
"Tidak apa-apa sayang, apa yang Aku lakukan tidak sebanding dengan pengorbananmu. Bahkan kamu rela mengorbankan nyawamu untuk melahirkan putra putri kita."Mereka berdua saling melengkapi, tidak ingin saling menyakiti. Harapannya setelah ini mereka akan bahagia.
"Biasanya berapa hari kami bisa turun ranjang sayang."
"lihat kondisiku mas, jika pemulihannya lebih cepat di hari ketiga Aku sudah bisa turun ranjang. Jadi Aku sudah harus belajar miring ke kanan dan ke kiri."
"Apa sih yang mas katakan itu, ini sudah biasa aku rasakan. Bahkan ini kehamilan ke lima ku. Jangan khawatir, Aku baik-baik saja. Dan akan selalu begitu, dan mas adalah obat mujarab yang di kirim Allah untuk ku. Bagaimana kondisi putra putri kita mas, dan apakah mas sudah menyiapkan nama untuk mereka?"
"Apa Aku boleh memberikan nama untuk mereka?" Senja seketika tertawa, ada apa dengan suaminya ini, tentu saja boleh kan mereka anaknya juga dalam hati Senja terkikik geli pada suaminya ini, seperti polos tetapi suaminya ini, tapi garang juga klo di senggol.
__ADS_1
"Tentu saja boleh nas, kan mereka anak-anak mas. Dan memberi nama itu hak penuh mas. Apapun nama yang berikan untuk mereka, Aku hanya ingin mengingatkan. Nama itu terbawa sampai mereka nanti di akhirat, dan carilah nama dengan arti yang indah dan bagus. Karena di setiap nama mereka di panggil, itu sama dengan mendoakan mereka. Berikanlah nama pada mereka mas, itu hak mu suamiku."
"Terima kasih sayang, terima kasih. Aku akan memikirkan nama yang bagus dan indah untuk mereka."
Setelah perbincangan panjang Senja dan Fajar. Mereka mau melanjutkan istirahatnya.
"Sayang apa boleh Aku tidur di sebelahmu, Aku rindu memelukmu."
"Boleh mas, tapi hati-hati ya. Jahitan di perutku masih sakit."beritahu Senja.
Akhirnya mereka tidur satu ranjang dengan Fajar yang memeluk erat Senja. Pemandangan ini disaksikan bunda dan ke empat anak-anaknya. Sungguh buncahan rasa bahagia yang kini lebih mendominasi, ketimbang beberapa bulan sebelumnya kesedihan yang selalu setia meluruhkan airmata.
"Bahagialah Nak....Bunda akan selalu berusaha menjaga kalian. Jangan fikirkan apa yang akan terjadi nanti, Akan bunda pastikan mereka tidak akan berani menyentuh kalian lagi."ucap bunda dalam hati dengan mata berkaca-kaca. Setelahnya mengajak sang cucu untuk berkumpul di ruang santai agar tidak mengganggu.
__ADS_1
...----------------...
...^^^“Semailah bibit rindu, pupuklah dengan segengam cinta, raihlah bahagia dengan pohon yang akan terus menghujam akarnya ke bumi. Sekuat cinta Senja dan Fajar yang setia pada sang surya.”^^^...