FAJAR TERPINANG SENJA

FAJAR TERPINANG SENJA
Part 38


__ADS_3

Hampir tiga pekan sudah bayi kembar yang kini sudah menunjukkan peningkatan drastis untuk berat badan dan juga organ vitalnya. Senja tak pernah lelah untuk memompa asinya di sambi terus berdzikir menyebut Asma Sang Maha Segalanya. Berharap di setiap tetes asinya sebagai obat buat anak-anaknya. Fajar selalu mengantar stok asi untuk putra putrinya tepat waktu dan berlebih-lebih. Bersyukurnya asi istrinya sangatlah deras, dan itu juga sebagai penyemangat pasangan pasutri itu agar anaknya segera bisa di bawa pulang dan tidak terpisah lagi dengan mereka.


Dan terbukti kini bayi laki-laki bernama Izran Al Fatih dan adik kembar perempuannya Azarin Syazwina sudah terlihat lebih gembul. Semakin membuat Fajar gemas dan tak sabar untuk segera ingin menggendongnya. Fajar dengan sabar melakukan semua kewajibannya walau jauh berada dari kota tempat tinggalnya. Namun setelah si kembar sudah kuat dan bisa di bawa perjalanan jauh dia akan segera memboyong istri dan anak-anaknya kembali ke singgasana ternyamannya.


Sebuah mobil baru saja terparkir di halaman rumah Senja, terlihat Fajar keluar dari mobil dengan tak ketinggalan senyuman merekah disana.


“Assalamu'alaykum.....”ucap Fajar setelah memasuki rumah dinas istrinya.


“Wa'alaykumussalam..... Seneng banget mas kelihatannya.”ucap Senja seraya meraih tangan sang suami di ciumnya dengan takzim. Dan Fajar Pun membalasnya dengan kecupan lembut di kening istrinya.


“Coba tebak yang, kenapa aku happy?”

__ADS_1


“Lha mana Aku tau mas, jangan-jangan mas kesambet lagi.”balas Senja.


"Ngawur kamu yang, masak suami gantengnya ga ada duanya gini kesambet. bisa-bisanya bilang gtu.”Fajar merajuk memanyunkan bibirnya, yang segera di kecup singkat oleh Senja karena terlalu gemas dan tak ingin menyia-nyiakan momen langka si pria dingin.


“Habisnya suka banget bikin teka-teki, langsung bilang kan bisa mas.”protes Senja.


“Iya-iya mas yang salah, kita duduk dulu deh sini.”ajak Fajar pada Senja untuk duduk lesehan di ruang keluarga minimalisnya.


“Insya Allah tidak lama lagi adek-adek sudah bisa dibawa pulang sayang. Berat badannya sudah hampir tiga kilo. kemungkinan juka tidak besok atau lusa kita sudah bisa menjemputnya.”ucapnya lagi, sambil di selingi ucap syukur dari bibir Senja.


"Besok Aku ikut ya mas, semoga besok adek sudah bisa pulang. Dan klo gitu kita harus menyiapkan tempat tidur untuk mereka mas.”Senja begitu antusias dan bahagia, dan ingin sekali menyambut putra dan putrinya dengan baik.

__ADS_1


“Aku bahagian melihatmu bahagia sayang.”ucap Fajar


“Aku akan selalu bahagia, jika mas selalu di dekatku.”jawab Senja dengan oenuh rasa haru.


“Aku janji tidak akan pernah lagi meninggalkan kalian, kalian adalah harta terbaik yang Allah berikan. Aku baru mengimani takdir baru-baru ini, seandainya aku seperti ini sejak dulu. Aku tidak akan menyalahkan takdir, Aku tidak akan kecewa dan terus terpuruk dengan rasa ketakutan akan mencintai. Terima kasih sayang hadirmu sangat berarti bagiku, jangan pernah lagi menyembunyikan diri seperti ini, jauh dariku, Aku seakan susah bernafas ketika hari-hari tak juga menemukanmu. Rasa takutku mendominasi akan kehilanganmu dan tak pernah menemukanmu.”ucap lirih Fajar sambil memeluk erat Senja, dan sesekali mengecup kening Senja.


“Ana uhibbuka fillah ya zauji, Aku mencintaimu karena Allah suamiku. Berbahagialah selalu, karena kami tidak akan bisa bahagia jika kamu tidak bahagia.”ucap Senja lembut sambil mengelus surai hitam sang suami, pelukan Fajar pun semakin erat.


"Aku juga mencintaimu karena Allah istriku ❤️🌹”


...****************...

__ADS_1


Thanks buat kakak kakak reader yang masih setia dimari, jangan lupa jempolnya di goyang dan kasih bintang ya biar Ai tambah semangat buat update. thanks all love u ❤️❤️


__ADS_2