FAJAR TERPINANG SENJA

FAJAR TERPINANG SENJA
26 FTS


__ADS_3

Keindahan pernikahan yang Senja alami saat ini berbeda dengan pernikahan pertamanya. Walau dulu selalu harmonis tanpa ada masalah, namun rasa hambar dalam berumah tangga itu tetap ada. Namun Senja tidak mau membedakan kisah pernikahannya dengan almarhum suaminya dulu dengan pernikahannya yang sekarang.


Senja memandangi wajah teduh suaminya, walau biasanya terkesan dingin dan datar. Namun entah mengapa ketika berada di dekatnya lelaki ini seakan telah kehilangan wibawanya. Dia sendiri tidak habis fikir pesona apa yang ada dalam dirinya hingga membuat seorang lelaki sempurna seperti Fajar bisa tergila-gila dengan seorang janda sepertinya. Ahhh.... Senja lupa lagi, bahwa semua tidak lepas dari kuasa tangan Sang Pencipta. Bahkan daun yang jatuhpun bergantung pada takdir Sang Semesta.


Bukuu mata lentik sang suami bergerak - gerak, tanda sang suami akan terbangun dari tidur nyenyaknya. Senja masih setia memandangi wajah tampan sang suami, mata lebar dengan buku lentiknya. Dalam hati Senja, Dia sangat cemburu melihat bulu mata panjang nan lentik milik suaminya. Sungguh indah, walau bulu mata Senja tak kalah bagusnya namun milik suaminya tetap telah berhasil mencuri rasa iri di hatinya. Hindung mbangir bibir seksi dengan belahan dibibir bawahnya. Sungguh pujian dan syukur yang terus terucap dalam bibir Senja.


"Sayang....." Ucap Manja Fajar yang melihat Senja setelah berhasil membuka kelopak matanya yang begitu lengket.


"Apa mas akan membiarkan Aku kelaparan? Coba tengok, matahari sudah berdiri tepat di atas ubun-ubun. Bahkan sarapan pagi sudah terganti masakan menu siang."ucap Ketus Senja, sambil mencoba menahan tawanya. Dia hanya mencoba menjahiki sang suami, namun perut yang sudah meminta haknya tak kalah perihnya dengan ucapan Senja barusan.


"Ohhh sayang maafkan Aku, Kamu terlalu nikmat untuk berbuka setelah sekian lama aku berpuasa."


"Ish ish.... Emang aku makanan!"


"Kamu ibarat ganja yang membuatku ketagihan ingin lagi dan lagi."


"Jika masih mau menikmati nikmatnya, segera bangun dan berikan aku makan tuan diktator."


Fajar tergelak mendengar ucapan istrinya, ternyata istrinya sudah benar-benar kelaparan.

__ADS_1


"Baiklah sayangku, Aku akan segera menyiapkan menu istimewa untukmu. Hadiah untukmu untuk malam panasnya." Bisik Fajar di telinga Senja sambil memeluknya dari belakang yang setelah ya beranjak mengambil ponselnya untuk menelphone pelayan membawakan makanan terenak ke kamarnya. Setelahnya Fajar beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelahnya Senja bergantian ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Walau sebelum subuh tadi sudah mandi, namun serangan fajar yang di lakukan suami setelah ibadah subuhnya membuatnya untuk mengulangi mandi kembali.


CEKLEK


Senja keluar kamar mandi hanya dengan lilitan handuk di badannya karena lupa membawa baju gantinya. Awalnya berniat tidak ganti baju, namun mengingat pagi panasnya Senja merasa tidak nyaman jika tidak mengganti bajunya.


Senja melihat sudah tersedia makanan di atas meja di pojok ruangan kamarnya. Dengan Fajar yang setia menunggunya dengan sambil memainkan handphone, entah apa yang dilakukan laki-laki itu. Walau cukup serius menatap handphone, tak ayal bunyi pintu kamar mandi terbukapun tetap bisa mengalihkan konsentrasinya. Fajar terpesona kembali dengan apa yang di lihatnya, segera beranjak dan segera mendekati istrinya dan memeluknya sebelum Senja berhasil masuk ke walking closet


"Sayang.... Kamu seksi banget...."terdengar sekali suara lirih berkabut gairah dari Fajar tepat di telinga Senja.


"Mas.... Aku laper lepaskan, Aku mau ganti baju."


"Mas.... Bisa-bisa masuk angin akunya."


"Ga bakalan masuk angin, setelah makan aku yang akan masukin kamu."


"Ish mesum banget sih mas!"

__ADS_1


"Sudah Aku bilang, Aku tidak akan melepasmu, tidak akan membiarkanmu keluar kamar terlebih dahulu. Aku akan membuatmu kelelahan, dan minta ampun dengan des*han manjamu."


"Mas.... "


"Nurut ga usah ganti baju!"


Fajar membawa Senja menuju meja yang sudah tersedia makanan disana. Merekapun memulai makannya, apalagi Senja terlihat sekali sangat lahap dengan suapan deki suapan yang berhasil meluncur dalam mulutnya. Setelah makan Fajar memangku Senja dan memeluk erat istrinya dari belakang.


"Aku sangat bahagia sayang, bahkan bahagia serasa tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Aku merasa dengan memelukmu seperti ini masih berasa kurang untuk mengekspresikan rasa bahagiaku."


"Bahagilah mas, jika engkau bahagia maka aku sebagai istrimupun juga akan ikut bahagia. Karena kamulah sumber bahagia dalam sebuah keluarga karena kamu adalah tombak yang harus kuat demi kami semua."


"Iya sayang..."


Fajar tak bisa menahan lagi, tangan nya sudah mulai nakal dengan remasan demi remasan di kedua bukit indah milik istrinya. Tak ayal suara indah Senja pun semakin memancing hasrat sang duda yang telah melepas status dudanya.


Suara bersahutan di dalam kamar yang memang kedap suara itu semakin me jadi dan semakin panas, indahnya samudra yang mereka arungi bersama. Harapan Fajar semoga segera hadir di dalam rahim sang istri seorang anak yang sudah lama di impikannya sejak pernikahan pertamanya.


"Thank you sayang, i love u so much istriku."

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


..."Terima kasih Senja, hangatmu mengalahkan dinginnya Fajar. Hadirmu membuat keindahan Fajar semakin bersinar. Senja tak pernah tak indah, indahnya selalu di nanti. Dan cintanya selalu berhasil membuat mata sendu kembali terang. Terima kasih Senja."...


__ADS_2