
Setelah pembicaraan malam itu, perlakuan Fajar terhadap Senja semakin menjadi. Seakan Dia sudah mengklaim bahwa Senja adalah miliknya. Sikap posesif yang mulai keluar semakin membuat Senja jengah. Belum juga jadi istrinya Senja sudah di atur sedemikian rupa, bagaimana nanti setelah mereka SAH menjadi suami istri. Ahh pasti Senja semakin di buat kewalahan dengan kelakuan Fajar.
"Pagi sayang.... CUP" dengan santainya Fajar mengecup kening Senja di depan para asisten rumah tangganya. Sepersekian detik Senja di buatnya tak bergeming cukup kaget atas serangan tiba-tiba tersebut.
"Ga baik diam saja sama calon suami!" katanya lagi seakan mereka sudah sangat intim.
"Bisa ga sih anda menjaga batasan anda? Terlebih saya bukan siapa-siapa anda saat ini dan sangat tidak bagus di lihat oleh orang lain. Bisa menimbulkan fitnah dan juga salah faham!"ucap Senja sedikit dengan nada yang di buat setegas mungkin, walau tidak di pungkiri kini hatinya sedang aerobik pagi alias senam jantung pagi.
"Sudah tidak usah di tutupi lagi apa yang ada di dalam hatimu, aku tahu apa yang ada dalam hatimu dan yang sedang kamu fikirkan. Jika terpesona bilang aja, jika sudah mulai jatuh cinta jangan coba di tutupi."ucap fajar kembai menggoda Senja
"Cih... GR!" Sejujurnya hati Senja mulai luluh dengan perhatian-perhatian yang diberikan oleh Fajar, namun dia berusaha menepis apa yang dia rasakan. Selain takut kecewa dan sakit hati, diapun cukup tau diri siapa dirinya hanya serpihan debu yang tidak berarti sama sekali.
Fajar tergelak melihat itu, dalam hatinya sudah pasti tau jika Senja sedang salah tingkah. Diapun melihat semburat merah di wajah sang pujaan hati.
tak berapa lama setelah selesai sarapan mereka segera menuju mobil untuk berangkat ke kantor. seperti hari sebelumnya, mereka akan mengikut acara tali asih terlebih dahulu. Apalagi acara itu sudah hampir berjalan selama satu pekan.
Perjalanan selama empat pluh lima menit sudah berhasil mereka lalui tanpa hambatan. Pagi ini mereka terbebas dari macet walau tak selengang ketika hari libur namun terbilang lancar arus lalu lintas pagi ini. hingga mereka bisa sampai tempat tujuan tepat waktu.
__ADS_1
"Selamat pagi Tuan." sapa Bayu pada sang atasan.
"Pagi Bay...."
"Semua schedule hari ini sudah saya rapikan dan ada beberapa yang saya re schedule ulang sesuai permintaan anda Tuan.''
"Oke thanks Bay..."
Bayu segera undur diri dari hadapan Fajar, menuju ke ruangannya pribadi.
"Ayo sayang..."ajak Fajar pada Senja yang masih seti a di sampingnya. Fajar tidak ad rasa canggung sama sekali ketika dia menggandeng tangan Senja bahkan menggenggamnya erat.
pastinya akan banyak sekali kegiatan yang akan di lakukan. Sejauh ini Senja masih cuek dan tidak peduli dengan pandangan orang-orang mengenai dirinya. Yang penting baginya tidak melakukan apa yang orang-orang tuduhkan. Namun beda dengan kali ini, karena dengan sendirinya, di buat per kelompok. Hanya Senja yang tidak mendapatkan kelompoknya, semua menghindarinya. Itu bukan sebuah kebetulan namun memang sebuah kesengajaan dari oknum tertentu yang tidak menyukai Senja. Mereka sengaja memprovokasi agar Senja tidak merasa dirinya bukan siapa-siapa.
"Maaf pak, kenapa hanya saya yang tidak mendapatkan kelompok?"
"Maksudnya bagaimana sayang? Aku sudah meminta Bayu untuk membagi kelompok sama rata."
__ADS_1
"Tapi saya tidak dapat satu anggota pun pak!"
Fajar tak tinggal diam, segera dia memanggil Bayu untuk segera menindak lanjuti masalah ini. Apalagi hal ini terjadi pada orang yang special baginya.
"Tuan....."
"Bay cari orang yang menentang saya, dan hapus dari daftar penerima tali asih!" Fajar tidak akan membiarkan ada orang menyakiti wanitanya, dan juga kegiatan yang di adakan tujuannya juga untuk mempererat tali persaudaraan bukan malah saling mengintimidasi seperti ini.
"Baik pak!"
"Pa... Pak apa ga di bicarakan saja baik-baik tanpa harus menghapus daftar mereka dari penerima tali asih."
"KITA LIHAT SAJA NANTI!"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
...~Buka mata kita lebar-lebar sebelum menikah, Dan biarkan mata kita setengah terpejam setelahnya, Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran, Karena dialah hiasan dikala kita senang, Dan perisai di waktu kita susah, Kita tidak akan pernah memiliki seorang teman, Jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahann.~...
__ADS_1
...SENJA...