FAJAR TERPINANG SENJA

FAJAR TERPINANG SENJA
Part 32


__ADS_3

"Apa maksudnya mereka, mereka siapa?" Fajar masih tenggelam dalam pikirannya, mencoba berfikir keras apa maksud dari pesan singkat yang tertinggal di meja rias tadi. Sedangkan anak buahnya berusaha mencari istri dari Fajar tersebut.


Bunyi telphone berdering dari saku celana milik Fajar, segera di angkat olehnya tanpa melihat siapa yang menelphonenya.


"Ya Hallo...."


"Kak....."


"Bunda....! Ada apa Bund, kenapa bunda menangis?"


"Maaf.... Maafin Bunda..... Bunda ga bisa menjaga cucu - cucu bunda dengan baik. Mereka..... Mereka... Hilang nak...."


"Bund.... Bund... Jangan bercanda bund, kemana anak-anak Fa bund, kenapa bisa hilang bund. Sedangkan disini Aku juga sedang pusing bund, Senja juga hilang bund..."


"Maafin Bunda Kak...."


"Oke.... oke... Bunda sekarang tenang, biar masalah ini Fa yang handle. Bunda tenang ya, semua pasti akan baik - baik saja. mereka semua akan kita temukan segera...."


"Baik... kak. Segera kabari bunda jika ada kabar terbaru dengan cucu - cucu bunda kak..."

__ADS_1


Baik bund, bunda tetap ingat tenang ya... oke, selalu tenang jangan terlalu terbebani, semua pasti akan baik - baik saja. Fa sekarang tutup telphonenya, Fa akan sesegera mungkin menemukan mereka dan membawa mereka pulang. Oke bund Fa tutup ya, Assalamu'alaykum.."


"Wa'alaykumussalam..."jawab bunda Fajar.


Sungguh penat apa yang di fikirkan Fajar sekarang, dengan waktu yang bersamaan kebahagiaan yang baru saja dia dapatkan tetiba menghilang. Dia tidak akan melepaskan mereka yang sudah melakukan ini padanya. Dia tidak memberi belas kasihan kepada mereka yang berani melukai orang-orang yang ada dalam naungan kasih sayang dan cintanya. Itu tidak akan pernah terjadi.


"Jadi ini maksudnya kata MEREKA, dalam waktu bersamaan mereka berhasil menculik Senja dan anak-anak. Aku pasti akan segera menemukan kalian, tunggu Abi nak jangan takut."


Fajar segera beranjak dan menelphone beberapa orang kepercayaannya untuk segera membereskan masalah ini. Dia pun menghubungi salah satu hacker handal yang juga masih dalam naungan keluarganya.


Semua anak buah Fajar bergerak tanpa henti, begitupun Fajar. Penyesalan sudah pasti ia rasakan, kenapa Dia terlalu lenggah dengan kondisi, Kenapa Dia terlalu ceroboh membiarkan Senja berada di Villaa seorang diri tanpa penjagaan. Jika sampai terjadi sesuatu istri dan anaknya dialah yang patut di salahkan. Tetap dalam hatinya berharap istri dan anaknya dalam kondisi baik-baik saja.


Suara deringan ponsel milik Fajar menyapa menginterupsi fokus Fajar yang sedari berusaha meneliti CCTV di sepanjang di perbatasan kota. Berharap ada kendaraan yang di kenalnya atau ada sedikit keajaiban terkuak disana.


"Ya Hallo....."Suara dingin dan tegas Fajar terdengar sangat menakutkan, aura membunuhnya tak sedikitpun luntur sejak istri dan anaknya menghilang.


"Kami menemukan bukti jika nona Agnes ada sangkut pautnya dengan masalah ini Bos."


"Segera hubungi orang tua Agnes, jika dalam waktu satu jam Agnes tidak menyerahkan istri dan anakku. Aku pastikan perusahaan mereka dan semua hancur tak bersisa!"

__ADS_1


"Baik Bos!"


Panggilan sudah di matikan, namun detak jantung Fajar belum juga surut dari pasangnya. Amarahnya semakin menjadi setelah tau siapa yang menculik istri dan anaknya. "DASAR BRE****K GUE PASTIKAN LO MENYESAL AGNES!"


Fajar segera bangkit dan meninggalkan markasnya, iya setelah meninggalkan villa tadi Fajar segera menuju markasnya. Karena di markasnya lah semua lengkap, semua perangkat di sana tidak bisa menerima sabotase dalam bentuk apapun. CCTV yang sudah disadap pun masih bisa terlihat jelas di sana. Itulah kecanggihan markas sang pembunuh berdarah dingin. Fajar sudah menutup masa lalu kelamnya sejak 10 tahun yang lalu. Namun siapa sangka dengan tidak ada takutnya seorang wanita tanpa pikir panjang membangunkan singa yang sudah tertidur lama.


Satu jam telah berlalu namun belum ada kabar dari anak buah Fajar tentang pihak Agnes. Tanpa menunggu lama, Fajar menghubungi salah satu anak buah yang dia percaya.


"Bagaimana, sudah ada kabar dari orang tua Agnes?"


"Mereka bersikukuh tidak tau menahu dan tidak ikut campur masalah yang di lakukan oleh Agnes bos!!"


"Berani sekali mereka bermain denganku, Oke kerjakan sekarang bergeraklah. ratakan rumah mereka jangan sisakan satu biji batu bata berdiri disana."


"Baik Bos!" anak buah fajar pun segera melakukan tugas yang diberikan kepada mereka. Fajar pun menghubungi semua perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan milik keluarga Agnes untuk memutuskan kontrak kerja mereka. Tentu dengan imbalan yamg sepadan tentunya.


"Habislah dan rasakan karena kalian sudah berani membangunkan singa dari tidur nyenyaknya......!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2