
Deg
Jantung Fajar serasa berhenti berdetak, lemas itu yang kini dirasakannya. Begitu juga dengan Bunda dan Ayah, melihat menantunya tak sadarkan diri hatinya berdenyut nyeri. Hatinya ikut sedih melihat putranya, berharap sang menantu baik-baik saja. Tidak bisa dibayangkan seterpuruk apa nanti sang putra jika kehilangan istrinya.
"Sayang..... Senja..... Mas sudah datang sayang, buka matamu, apa kamu tidak merindukan suamimu ini. Sayang bangun Senja, jangan membuat mas takut sayang."Fajar masih berusaha menyadarkan sang istri, namun sama sekali tidak membuahkan hasil.
"Abi......"suara lirih sang putra sulung seketika membangunkan dari keterkejutannya.
"Abang...."Fajar segera memeluk sang putra sambung. "Bawa umma ke rumah sakit Abi, cepet Abi....."pinta sang sulung.
"Iya dayang, Abi bawa umma ke rumah sakit ya, abang dama adek-adek sama oma dan opa dulu ya. Bantu Abi menenangkan adek-adek, in sya Allaah umma baik-baik saja."Fajar melihat ke arah sang bunda yang kini sudah menggendong cucu bungsunya yang sedari tadi menangis mengikuti kakak-kakaknya, walau sedikitnya dia tau kondisi ummanya.
"Pergilah kak, bawa istrimu lakukan apa yang dokter sampaikan. Kamu memiliki hak penuh atas istrimu, selamatkan menantu dan juga cucu-cucu bunda."ucapan singkat bunda sedikit membuka semangat Fajar, dan tidak menunggu lama lagi Fajar masuk ke dalam mobil ambulance dan di ikuti oleh sang ayah dengan memakai mobil pribadinya. sedangkan sang bunda tinggal dan menenangkan cucu-cucunya.
"Oma.... Adek atut, umma bobok ga bangun-bangun."adu sang bungsu.
"Adek berdoa ya, biar umma cepat sembuh dan adek-adek bayi di dalam perut umma juga sehat semua."yang di jawab anggukan kepala oleh sang cucu yang selanjutnya memeluk erat sang oma.
__ADS_1
****
Tak butuh waktu lama untuk sampai di rumah sakit, dengan cekatan pihak medis membantu senja dan membawanya ke ruang operasi segera. Bayu yang standby cukup membantu sang bos menyelesaikan semuanya.
Dengan bujukan Fajar yang terus mendesak dokter, akhirnya Fajar di izinkan ikut masuk ke ruang operasi. Sebelumnya dokter sedikit menginfokan kondisi pasien.
"Pak, sejauh ini istri anda masih baik-baik saja. Beliau pingsan kemungkinan karena sakit kepala yang menderanya. Tensi masih cukup tinggi dengan preklamsia memang tidak bisa di hindari, untuk berjaga-jaga kami membutuhkan stok darah yang cukup untuk istri anda. Anda sudah siap menemani istri anda, saya akan memulai operasinya. Berdoalah meminta sama pemilik istri bapak, lantunkan doa terbaik anda. Kita mulai ya pak....."ucap dokter yang hanya di jawab anggukan oleh Fajar.
Operasi telah berjalan hampir 30 menit, sejauh ini kondisi Senja masih terpantau aman. Dokter mulai berseru memanggil dokter anak untuk standby peserta perawat.
Oek
Oek
Oek
Oek
__ADS_1
Oek
Oek
"Bayi kedua perempuan...."Seruan dokter kesekian kalinya semakin membuat hati Fajar membuncah bahagia. Ucapan hamdalah tak terputus dari lisannya. Kini tinggal menunggu kondisi Senja, Fajar masih setia menemani sang istri hingga selesai tindakan. Bahkan Fajar menemani dan tak melepaskan tautan tangannya, hingga sampai di ruang observasi.
Tatapannya sendu melihat kondisi istrinya, namun bahagia apa yang di tunggunya sekian bulan akhirnya datang juga.
"Bangun sayang, Aku merindukanmu sangat. Aku rindu binar mata indahmu, Aku rindu senyum manismu. Bangun sayang, Mas...."suara Fajar tercekat, air mata kembali meleleh tak bisa di tahan. "Mas ingin mendengar suara lembutmu, omelanmu, semuanya padamu."Ungkapan rasa rindu Fajar terus mengalir dari lisannya, hingga Senja harus di pindahkan ke ruang rawat pun sama sekali tidak beranjak dari sisi sang istri.
"Fa.... Istrimu sudah baik-baik saja, anak-anakmu membutuhkanmu. Lihatlah mereka dan adzani. Ayah bantu jaga senja disini dengan Bayu."Fajar menggangguk dan segera berlalu setelah mengecup kening Senja dengan mendalam.
Langkahnya ringan menuju ruang bayi, di ruangan paling ujung. Sesampainya terlihat dua bayi di dalam inkubator di ruangan khusus terpisah dari bayi lainnya. Semua karena sang Ayah, agar cucu-cucunya mendapat perawatan yang baik. Setelah mensteril dirinya dan memakai baju yang di sediakan, Fajar masuk dan memandangi kedua anaknya.
"Assalamu'alaykum putra putri Abi...."terharu itu yang dia rasakan, sekian lama akhirnya dia merasakan apa yang selama ini di impikannya. Melihat bayinya yang baru lahir, dan mengadzaninya. "Terima kasih sudah berjuang bersama umma, kalian hebat seperti umma kalian." Setelah selesai dengan kegiatan bersama kedua anaknya, Fajar segera kembali ke ruang rawat sang istri. Sesampainya di kamar rawat sang istri, Fajar terjingkat kaget.
DEG
__ADS_1
...****************...
^^^...~"Senja akhirnya Aku bisa menggenggam tanganmu, jangan pergi lagi jika tak ingin melihatku hancur untuk kesekian kali. Senjaku, Tetaplah bertahta di hatiku."~...^^^