
Kekhawatiran Fajar akan keselamatan sang istri semakin tinggi. Feeling yang dirasakan tidak pernah meleset sama sekali. Fajar berusaha melindungi istrinya dengan mengerahkan seluruh anak buahnya yang sudah terlatih. Didepan Senja, Fajar berusaha bersikap setenang mungkin.
"Sayang.... Apakah semua perlengkapan kita sudah selesai semua. Pastikan tidak ada yang tertinggal ya. Tidak perlu membawa baju terlalu banyak kita bisa beli di sana nanti."
"Sudah semua mass bos sayangggg..... Ayo kita berangkat, oh iya mas kira - kira anak - anak nanti merepotkan bunda ga ya mas? Segan mas sama bunda..."
"Anak - anak aman in sya Allah istriku, jangan khawatir ya.. Bunda malah seneng banget ada mereka disini. Rumah jadi rame, ada yang nemenin bunda sama ayah di rumah. Nyatanya mereka sama sekali tidak mencarimukan?"
"Sayang ingat selama di sana nanti jangan pernah meninggalkan mas, walau sejengkal pun. jangan membuatku menyesal jika terjadi sesuatu denganmu nantinya."
"Tapi mas...."
"Tidak ada tapi -tapian Senja, mengertilah kekhawatiranku!"
"Mas jangan lupa ada Allah yang selalu melindungiku dan melindungi mu."
"Dan kamu juga harus ingat kita juga diwajibkan ikhtiar apalagi ikhtiar untuk menjaga diri kita sendiri."
"Iya baiklah Aku akan selalu ada didekatmu."
"Terima kasih sudah mau mengerti perasaanku, Aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu."
"Iya mas Aku faham, terima kasih sudah mau menjagaku sedemikian rupa. Ayo kita segera turun dan berangkat."
__ADS_1
Mereka pun akhirnya berangkat setelah menyelesaikan sarapan paginya. Tidak lupa juga mereka berpamitan dengan anak - anak Senja yang sedang bermain ayah dari Fajar. Di perjalanan dengan feeling kuatnya Fajar sudah tahu jika a mobil asing yang bukan moil orang - orangnya yang turut mengikuti di belakangnya.
Fajar segera memberikan info kepada anak buahnya agar waspada dan tetap tenang. Fajar menyusun rencana besama anak buahnya yang sudah dipercayanya untuk mengecoh mereka. Berusaha membangun kepercayaan kepada mereka jika Fajar dan anak buahnya belum menyadari keberadaan mereka.
"Tetap sambil cari tau siapa mereka, kita berhenti di rest area di berikutnya. Lakukan rencana berikutnya. Jika mereka ikut berhenti dan berbaur dengan kita. Segera cari cara untuk bisa menyadap komunikasi mereka." Perintah Fajar pada anak buahnya.
"Siap boss!"jawab Alva sang ketua dari anak buah Fajar
Senja turut memperhatikan apa yang di lakukan sang suami, karena terlihat jelas dari gelisah dan muka datar serta dinginnya. Kata - kata dengan nada tegas yang diucapkan ditelepon dengan anak buahnya begitu kentara jika sedang terjadi sesuatu. Namun Senja dalam dilema antara ingin menanyakan kepada suaminya ataukah hanya diam saja. Bagaimanapun apa yang terjadi pada suaminya Dia harus tahu, Dia berharap bisa meringankan sedikit beban yang ada dan bisa sedikit menenangkan hati suaminya.
"Minum dulu mas."
"Terima kasih sayang."
"Apa ada sesuatu yang terjadi mas?"
"Hufftt..... Seperti yang Aku bilang tadi tetaplah bersamaku dan jangan pernah mencoba beranjak dariku wala hanya sebentar saja."
"Tapi mas, apakah bisa kamu jelaskan kenapanya. Jika mas tidak memberitahuku, Aku semakin bingung. Aku pun juga tidak bisa menjaga diriku, jika Aku tidak tau apa yang sedang terjadi. Setidaknya berbagilah denganku, jangan di pendam sendiri. Akupun bisa ikut waspada jika itu sesuatu yang sangat membahayakan."
"Baiklah... Sesuai feeling ku akan terjadi sesuatu walau Aku sendiri tidak tahu apa itu. Dan sekarang mereka sudah mulai menyusup di antara kita. Jadi tetaplah bersamaku oke! Dan ini, simpanlah pergunakan di waktu yang tepat dan dalam keadaan genting. Kesampingkan hatimu jika dalam posisi itu, karena tidak ada kawan saat itu hanya musuh di depanmu." sebuah pistol di berikan kepada Senja, namun Fajar melarang menyimpan benda itu di dalam tas. Sehingga Senja menyimpan di dalam saku gamis lebarnya.
Senja sudah tau apa yang di alami suaminya, Senja menggenggam erat jemari fajar mencoba menguatkan dan menenangkan.
__ADS_1
***
Di suatu tempat seorang wanita sedang mengintruksikan kepada orang kepercayaannya untuk segera bersiap - siap dan standby di titik lokasi yang sudah di tentukan.
Entah apa yang sedang mereka rencanakan amun mereka tidak tau jika rencana mereka yang sudah terbilang matang akan porak poranda sebelum mereka memulainya.
"Pastikan hanya wanita itu saja yang lenyap, dan biarkan Fajar hidup sampai didepanku."
"Biak bos akan kami kerjakan sesuai perintah!"
"Oke sekarang berangkatlah dan pastikan berhasil!"
"Baik bos!"
Mereka segera berangkat dan akan menunggu di posisi masing masing yang ditentukan sesuai tugas mereka.
"Target sudah mendekati semua standby!" Perintah dari salah satu dari mereka.
CKIIIIIIIIITTTTTTTTTTT
BRAAAAAKKKKKKK
☘️ Keindahan Senja tak selamanya indah begitupun dengan Fajar yang selalu hadir di ufuk timur penanda kesejukan di awal hari. Pasti ada hujan ,badai bahkan petir yang datang tak mereka undang. Namun mereka selalu percayakan ada keindahan yang tersimpan rapi setelah nya.
__ADS_1