FAJAR TERPINANG SENJA

FAJAR TERPINANG SENJA
16. FTS


__ADS_3

Kebahagiaan mengiringi perjalanan Fajar, Di lihatnya wanita yang sedang terlelap dengan rasa iba. Namun senyum tetap tersungging di bibirnya. Entah Fajar benar-benar sudah jatuh ke dalam pesona Senja sang wanita sederhana. Bahkan wanita berstatus janda itu sudah berhasil memporak porandakan hati sang Fajar.


Fajar memarkirkan mobilnya di garasi mansion megah milik orang tuanya. Dia tak sampai hati membangunkan Senja yang masih terlelap dalam tidurnya. "Teduh sekali wajahmu sayang, akh ingin selalu melihatmu seperti ini setiap hari. Tidak akan lama lagi, kamu dan aku akan menjadi kita."ucap lirih Fajar agar tidak membangunkan Senja.


Fajar memanggil salah satu pekerja di rumahnya untuk membawakan koper milik Senja ke dalan kamar yang sudah di siapkan bundanya.


"Sudah sampai sayang?" Tanya sang bunda, yang di jawab dengan tanda telunjuk di bibir Fajar agar tidak berisik dan membangunkan Senja. "Ohh..." Jawab Bunda.


Fajar sudah siap menggendong Senja, dan segera membawanya ke dalam kamar yang juga di antar oleh bunda. Fajar menidurkan Senja dan menyelimutinya, tak lupa menyalakan AC agar tidur senja lebih nyaman. Setelah nya Fajar keluar menemui Bundanya.


"Bund...."tegur Fajar pada sang Bunda.


"Eh sayang, kecapekan sekali ya Fa sampai lelap begitu. Kamu ini, jangan banyak-banyak donk ngasih kerjaan menanti bunda kasihan tau."


"Iya iya ma, ga banyak kok kerjaannya hanya satu. Menemani Fajar sepanjang hari, mungkin Senja kelelahan setelah pulang dari kantor lanjut packing barang-barangnya di hotel."


"Iya, bisa jadi itu Fa."


"Bund... Fa tadi ngobrol sama anak-anak Fa."


"Maksudmu?" Tanya Bunda sambil mengernyitkan alisnya.


"Tadi anak-anak Senja menelphone Senja, karena Senja sedang tidur Aku jawab telponenya bund. Bahagia banget rasanya ada yang manggil Abi." Jawab Fajar sambil menerawang, mengingat panggilan Abi terhadapnya.


"Abi?"jelas bunda

__ADS_1


"Iya bund, mereka memanggilku Abi. Karena mereka memanggil Senja Umma. Kan pas tu bund.''


"Bunda juga pengen ngobrol sama mereka Fa, coba telp Fa."


"Nanti mereka telphone lagi, nanti bunda bisa bicara langsung dengan mereka."


"Ingat ya Fa, awas klo lupa kamu. Waktu mereka telphone kasih tau ke bunda."


"Oke madam, i will don't worry."


"Ya sudah, istirahatlah sekalian bersihkan badanmu dulu. Setelah itu lihat Senja sudah bangun apa velum, takut dia kaget tetiba sudah ada di dalam kamar."


Belum juga bunda selesai bicara, telphone genggam Fajar sudah berbunyi tanda panggilan telphone dari Senja.


Tring


Tring


Tring


"Pak... Pak apakah anda bisa mendengar saya?"


"Wa'alykumsalam, iya Nja kenapa?"


"Saya ada dimana pak? Kenapa tiba-tiba saya sudah di kamar bukankah kita tadi sedang di dalam mobil perjalanan pulang je rumah orang tua bapak.

__ADS_1


"Apa kamu sudah melihat sekelilingmu? Apa sudah kamu pastikan kamu sekarang berada dimana?"


"Yang pasti sekarang saya berada di sebuah kamar, Anda sekarang dimana pak."


"Aku disini." Jawab Fajar sambil jalan mendekati Senja, karena terlalu fokus dengan pembicaraan di telphonenya hingga Senja tidak menyadari jika Fajar beserta bundanya sudah masuk ke dalam kamarnya. Senja semakin terlihat gugup dengan datangnya wanita paruh baya yang berstatus bunda dari Fajar.


"Mm... Ma... Maaf bu saya sudah lancang tidur di kamar ini."


"Ga usah segan begitu sayang, ini memang sudah bunda siapkan untukmu. Selamat datang di rumah bunda, bunda seneng banget ada yang nemenin bunda tiap hari nantinya."


"Terima kasih bu." Jawab Senja


"Panggil bunda saja biar sama dengan Fajar."


"Ba...baik Bunda."


"Nja... Istirahatlah nanti setelah maghrib kita baru makan malam."


"Ta... Tapi pak.."


"Sudah Nja, rehatlah atau mau saya temani tidur?"


PLAKKK


Sebuah pukulan mendarat dengan sempurna di kepala Fajar. "Jangan macam-macam kamu ya Fa, bunda sunat lagi kamu nanti!"ancam bunda kepada Fajar yang mulai keluar usilnya, namun dari sekua itu bunda sangat merasa bahagia dengan perubahan anaknya seperti sedia kala. Fajar yang tenggil, usil, supel dan terutama aura dinginnya mulai pudar.

__ADS_1


"Ga macam-macam bund, hanya satu macam. Nemenin Senja bobok saja kan?"


"FAJAR GUMILAR PRADITYA!!!"


__ADS_2