
"I LOVE U SENJA."
"Maafkan Aku Senja, Jangan salah paham atas perilakuku padamu. Semata-mata Aku ingin mendapatkan hatimu, ingin selalu bersamamu. Senja apakah Kamu masih marah kepadaku?"lirih suara Fajar yang masih terdengar oleh Senja
"Sudah pak, ga usah ngomong ngawur. Fikirkan kondisi Bapak aja sekarang!"
"Senja, Aku sudah jatuh cinta dari pertama kali melihatmu, Aku ingin menjadi bagian hidupmu. Senja....."
"STOP! Bisa tidak Anda diam saja pak jangan tambah bikin pusing. Kita sedang dimana, bukannya mikirin cara kita biar cepat keluar malah ngomong ngelantur kemana-mana."Geram Senja
"Aku serius Senja Lazuardi Permana!"
"Terserah Bapak, yang penting sekarang gimana caranya kita bisa cepat keluar dari sini."
"Senja jangan tinggalkan Aku disini, Aku membutuhkanmu saat ini, maukah kamu memelukku lagi."
"Bagaimana Saya meninggalkan Anda, kita aja sama-sama terjebak disini. Dan lagi jaga batasan Anda Tuan Fajar!"
"Hanya memeluk Senja, dan Aku merasa nyaman dan mulai bisa mengendalikan diriku dengan trauma itu."
"Sudah diam cukup seperti ini saja, jangan ngelunjak."
"Senja.... Apakah Kamu masih marah denganku, Aku hanya ingin menjadi bagian dari hidupmu. Bersama membesarkan anak-anakmu."
"Apakah Anda tidak faham dengan apa yang saya katakan tadi pak Fajar yang terhormat. Saya melakukan ini atas dasar rasa kemanusiaan, bukan rasa yang Anda harapkan. Saya tau diri siapa Saya dan siapa Anda. Jadi Saya harap batasan itu tetap terjaga."
"Baik... Jika itu yang Kamu inginkan, tapi Aku Juga tidak bisa menghalau rasa yang Aku inginkan. Aku pastikan akan dengan cepat mendapatkan mu Senja." Gumam Fajar dalam hatinya, tentu Dia tidak akan mengucapkan secara terang-terangan dimana kini Senja sedang dalam kondisi emosi yang tertahan.
Mereka akhirnya sama-sama terdiam, tidak ada lagi pembicaraan yang terdengar walaupun itu hanya sebatas perdebatan. Sedangkan di luar lift orang tua Fajar sudah di buatnya khawatir. Bagaimana tidak khawatir dengan putranya yang masih memiliki rasa trauma terhadap kotak besi itu di waktu masa kanak-kanaknya. "Semoga tidak terjadi apa-apa dengan Fajar Yah..." Ucapa bunda Fajar.
"Fajar pasti baik-baik saja bund..." Ucap Ayah Fajar mencoba menenangkan sang istri.
Setelah hampir 5 jam akhirnya kotak besi itupun terbuka, menampilkan dua orang yang sedang tertidur pulas. Bagaimanapun waktu sudah tidak sore lagi dan bahkan hampir tengah malam.
"Fa... Fa... Ini bunda sayang Kamu ga pa-pa kan?"Bunda Fajar berusaha membangunkan sang putra, bukan Fajar yang terbangun amun Senja yanng terkaget karena sudah banyak orang di depannya. Dengan posisi Fajar yang tiduran di pahannya. Karena melihat Senja yang sudah lebih bangun duluan bunda Fajar mencoba menenangkan.
"Tenang nak.... Siapa namamu? Terima kasih sudah menjaga anak Saya?"
__ADS_1
Senja menganggukan kepalanya, "Saya Senja bu, sama-sama bu putra ibu yang sudah berhasil melawan traumanya dengan baik."
"Tetap Saya harus berterima kasih kepadamu nak, lihat Dia malah keenakan ga bangun - bangun. Fa... Bangun sayang ini bunda, kasihan Senja capek." Bukannya bangun Fajar malah berbalik menenggelamkan wajahnya ke perut Senja, tidak peduli sang empu sudah menegang syok, dengan nyamannya Fajar memeluk erat Senja. Ahh... Bener-bener modus tingkat dewa nikh anak satu.
"Fa.... Bangun Fa ga malu Kamu diblihatin banyak orang?"
"Bentar bund Fa masih ngantuk bund."
PLETAK
AWWW
Bukan bunda yang sudah berhasil menjitak kepala Fajar namun si empu pemilik tubuh yang di jadikan bantal oleh Fajar.
"Bangun pak, jangan modus atau Saya yang bangun dan kepala bapak mendarat dengan sempurna ke lantai." Ancam Senja.
"Iya iya Yank... Aku bangun gavbusa banget lihat Aku seneng dan nyaman."
PLETAK
ADUHHHH
"Sembarangan.... Bangun ga! Yank yank kepala bapak yank peyang. Bangun cepet !
"Iya iya..." Fajar berusaha bangun dari posisi tidurnya.
CUP
Dasar Fajar, sempet-sempetnya ngecup bibir Senja. Di depan orang banyak, di depan kedua orang tuanya juga. Benar-benar Fajar membuktikan Dia akan berusaha mendapatkan Senja dengan cara apapun. Sekarang lihatlah Senja, Dia terdiam karena syok, malu, kaget bercampur jadi satu.
BUGH
Ulah siapa lagi saat ini.... Bukan Senja namun pukulan qtau lebih tepat tabokan itu Fajar daoat dari sang bunda yang geram melihat tingkah putranya. Dan juga gemas melihat reaksi Senja.
"Nak... Kamu ga pa pa kan?"tanya bunda pada Senja.
"Ti.... Ti...Tidak apa-apa bu, Saya kembali ke kamar dulu. Maaf tidak bisa mengantar."
__ADS_1
"Sebentar nak! Kamu harus ikut kami dulu ubtuk di periksa, karena hampir 5 jam kalian terjebak didalam sana."
"In sya Allaah Saya baik-baik saja Bu."
"Tidak nak, ikutlah dengan Kami. Kami akan merasa lebih lega jika kondusimu sudah diboastikan baik-baik saja."
"Tapi bu...."
"Sudah yank, yukk sini Aku gandeng ya..."
"Jaga batasan Anda ya pak, sayavbisa jalan sendiri!"Ucap Senja dengan tegas.
"Udah kamu jalan dulu sama Ayah Fa, biar bunda yang nemenin Senja."
"Tapi bund, Fajar pengen sama Senja bund." rengek Fajar
"Dasar nikh anak, udah nurut sama bunda Kamu cepet sana sama Ayah...."
"Ayo nak, Senja ikut bunda saja. Jangan di fikirkan anak gila itu.''
"Bund...."
"Apa! Sudah sana jalan, bunda mau jalan sama calon menantu bunda."ucap Bunda
Senyum lebar terhias di bibir Fajar, berbeda dengan Senja yang setengah Kaget mendengarnya. "Orang kaya bercandanya terlalu ekstrim." gumam Senja dalam hati.
Setelah pemeriksaan yang berlangsung hampir 30 menit, dan kondisi baik Fajar ataupun Senja yang baik-baik saja maka mereka segera beranjak pulang. Dan Senja pun di antar orang suruhan Ayah Fajar untuk mengantarnya ke kamar.
"Sekali lagi bunda ucapkan terima kasih ya nak Senja, sudah membantu putra bunda melewati traumanya dengan baik. Nanti Bunda undang makan malam di rumah bunda ya, harus datang jangan menolak. Sebagai ucapan rasa syukur dan terima kasih bunda dan ayah."
"Insya Allaah bu..." jawab Senja singkat, "Saya permisi kembali ke kamar terlebih dulu."
"Iya nak... Istirahatlah dengan baik."
"Senja I Love u." bisik Fajar tepat di telinga Senja, dan segera berlalu setelah mengucapkan itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
..."Tidak ada yang membuat ruangan lebih kosong daripada berharap bahwa kamu berada di dalamnya."...