
Mereka sudah sampai di perusahaan milik Fajar dan segera menuju ruangan meeting. Disana sudah ada investor yang ingin bekerja sama dengan perusahaan milik Fajar.
Tok
Tok
Tok
Fajar membuka pintu dan segera berjalan memasuki ruang, dengan posisi masih menggenggam erat tangan Senja.
"Good Afternoon Mr. Wong. I'm sorry to late, biasa Jakarta terkenal dengan kemacetannya."
"No problem Tuan Fajar, Saya memaklumi."
"Baik kita bisa mulai meeting kita siang ini."
Fajar masih setia dengan menggengam jemari Senja, seberusaha kerasnya Senja ingin melepaskan tautan tangan itu sama sekali tidak membuahkan hasil. Justru tatutan tangan Fajar semakin erat. Meeting kali ini mungkin bisa di bilang penting dan tidak penting karena Fajar sudah banyak relasi bisnis dari luar negri yang bekerja sama dengannya.
Dalam pembicaraan yang cukup serius ada kecurangan yang mecoba disisipkan oleh yang relasi baru yang akan mengajukan kerja sama dengannya, namun Fajar sama sekali tidak faham itu. Karena bahasa yang dipakai oleh relasi tersebut ketika berbincang dengan timnya memakai bahasa Cantones yaitu bahasa keseharian di Hongkong. Tidak ada yang tau jika Senja faham pembicaraan mereka. Senja berusaha melepas tautan tangannya.
"Pak... Bisa lepas dulu, Saya mau kirim pesan."ucap Senja yang dibjawab anggukan oleh Fajar. Fajar ga tau jika Senja akan berkirim pesan kepadanya. Jika Senja tidak memberikan kode, Fajar tidak akan tau itu.
"Kenapa sayang?"
"Cek Pesan pak!" ucap Senja sambil memberikan kode kepada Fajar dengan mengangkat handphone miliknya. Fajarpun segera membuka pesan dari Senja.
[Pak, Jika saya meminta untuk menolak kerja sama ini apakah bapak bersedia. Saya akan jelaskan nanti!]
__ADS_1
Fajar melihat ke arah Senja dengan dahi mengkerut, namun yang membuat Fajar terkaget-kaget Senja sedang berkomunikasi dengan tamunya menggunakan bahas yang sama dengan mereka.
"Singsang, Muisi ngo kiu Senja. Ngo hai Fajar Singsang ke Dhai Dhai. Yao mo hoyi pong to le keh?" (Tuan, maaf nama saya Senja, saya adalah istri dari Tuan Fajar, Apakah ada yang bisa saya bantu?)
Kedua orang yang tadi sedang berdiskusi seketika kaget dengan apa yang di katakan oleh Senja. Kaget bukan karena Senja istri dari Fajar, namun kaget karena Senja bisa bahasa kantonis.
"Lei sik kong cung man?"(kamu bisa bahasa kantonis?) tanya orang itu
"hai ngo sek keh." (ya saya bisa) jawab Senja dengan senyuman sumringah.
"Kem ho keh, hou sai lei a." (bagus sekali, sangat bagus)
"Muisi a singsang, ho em hoyi yugo ngo kong siu siu ye keh?" (maaf tuan, bokeh tidak daya bicara sedikit?)
"Hoyi hoyi jeng lei." (boleh boleh silakan)
Dua orang didepannya seketika pucat pasi, hanya bisa terdiam karena sudah terpergok rencana liciknya yang ingin meraup keuntungan besar untuk diri mereka sendiri.
"Ho Ho... Muisi ngotei hemong ti hapyok cung kaicuk yatjai jim." (baik baik, maaf harapan kita kerja sama ini tetap berjalan dengan baik.)
"Ho a, tanhai yugo ngo cito cung yao siu siu emho ke ye. Ngo cekat cut ti hapyok."(baiklah, tetapi jika saya tau masih ada sedikit saya hal yang tidak baik,maka seketika itu saya akan putus kontrak kerja ini.)
"Ho ho... Deal."
Fajar masih tidak bisa berkata-kata dengan tetao memandang Senja dengan keterkagumannya. "Aku tidak salah mengajaknya ke meeting ini."gumam Fajar dalam hatinya dengan tatapan kagum kepada wanita yang sudah berhasil mengobrak abrik hatinya.
"Baik Tuan Fajar, apa bisa kita lanjutkan untuk menanda tanggani surat kontrak kerja sama kita?"
__ADS_1
"Baik, tapi sebelumnya biar di cek ulang surat kontrak kerjasama kita terlebih dahulu oleh asistent saya. Besok anda bisa datang kembali untuk menanda tanganinya."
"Tapi pak, kami rasa tidak bisa menunggu besok."
"Maaf, jika demikian saya tidak bisa bekerja sama dengan Anda."
"Baiklah, besok pagi jam 9 Saya akan kembali kesini."
"Baik Saya tunggu besok kedatangan Anda."
Akhirnya mereka mengakhiri meeting tersebut, Fajar melakukan itu tentu ada alasan di baliknya. Dia melihat ekspresi tamunya ketika berbicara dengan Senja yang kaget dan dengan wajah pucat pasi, pasti ada yang tidak beres tentu Dia juga harus mengambil tindakan.
Setelah tamunya pergi dari ruang meeting, kini tinggallah Senja, Fajar dan sang asisten Bayu.
"Sayang... Boleh jelaskan kenapa Kamu mengirimu pesan seperti itu, dan satu lagi Kamu bisa bahasa hongkong?"
"Mereka akan berbuat curang Pak, dengan berbuat tidak adil dan ingin meraup keuntungan yang lebih banyak. Iya saya bisa bahasa kantonis karena Saya pernah bekerja di hongkong menjadi TKW selama 8 tahun."
"Jadi TKW?"
"Iya... Makanya saya bilang ke Anda Pak, siapa Saya dan siapa Anda. Kita memiliki perbedaan yang sangat jauh mengenai ini, apakah pantas seorang CEO seperti Anda menikahi Saya yang seorang janda beranak 4 dan juga mantan seorang TKW?"
"Aku tidak pernah mempermasalahkan itu, yang Aku tau Kamu adalah Senjaku."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
..."Aku ingin kamu saja yang menemaniku membuka pagi hingga melepas senja, menenangkan malam dan membagi cerita" ...
__ADS_1
...(Boy Candra)....